///Melakukan Pekerjaan Bapa

Melakukan Pekerjaan Bapa

Image“Sebelumnya pelayanan saya rasanya datar atau biasa saja, tetapi setelah saya setia melakukan dan mengalami TPH, saya merasa lebih antusias dan jauh lebih maksimal dalam pelayanan. Dengan karunia rohani yang saya miliki dan kuasa pimpinan Roh Kudus saya tidak akan menyerah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa khususnya di kampus saya untuk menyentuh hati setiap orang-orang.” (Charity, Youth STIE Nusantara Timur)

Image“Ketika saya memahami isi buku TPH tentang 7 jalur keakraban, saya mulai mengembangkan talenta tersebut dengan membagikan firman sesuai dengan karunia pengajar. Saya mulai melihat kuasa penyertaan Tuhan ketika membagikan firman di komsel, atau saat melakukan kunjungan komsel di tempat yang lain. Sungguh saya sangat memperoleh kegairahan yang baru dalam melakukan pekerjaan Bapa ketika menyentuh kebutuhan orang lain.” (Frans Reinaldo Tambaru, Yusak Speed)

Image“Pada awalnya saya ragu untuk pergi ke Jogya ketika salah satu pemimpin menghimbau supaya komsel kami belajar melayani di Jogya. Saya katakan kepada beliau, jangankan ke Jogya untuk makan dan sekolah mereka sehari-hari saja susah. Ternyata beliau mendukung sebagian dana untuk kami pergi kesana. Saya masih terus bergumul dan berdoa sampai 1 minggu apakah memang Tuhan memanggil saya kesana karena dengan sibuknya saya di komsel (12 komsel) dan pelayanan penjara, belum lagi keluarga yang harus saya tinggalkan. Tapi waktu saya baca TPH, ada Firman Tuhan yang mengatakan “Terlalu sedikit bagiku hanya menjadi hambaku, Aku akan menjadikan engkau terang bagi bangsa bangsa”(Yesaya 49:6). Disitu baru saya yakin bahwa Tuhan mau saya melayani ke Jogya. Ajaibnya dalam beberapa hari, baik dana maupun sponsor barang-barang untuk membantu penduduk Jogya, Tuhan cukupkan semua.” (Sui Yen, Nam Centre)

Image“Di Jogja banyak anak-anak yang korban gempa. Mereka sangat butuhkan kasih sayang karena sebagian diantara mereka kehilangan keluarganya. Sejak perenungan Touching People’s Hearts banyak hal-hal baru yang Tuhan bukakan dalam hidup saya. salah satunya saya memiliki tipe relational, jadi saya pergunakan  tipe ini untuk membuat anak-anak tertawa, sehingga mereka bisa melupakan kejadian gempa waktu itu.
Setelah disana, saya merasa sangat terbangun roh dan jiwa saya untuk jiwa-jiwa. Pernah satu kali kepala saya sakit tetapi saya harus tetap tertawa dan melucu untuk menyenangkan hati anak-anak kecil, supaya mereka bahagia, saya rela melakukan apa saja untuk mereka, karena saya mau menyentuh hati setiap mereka.” (Ephen, Pelajar Maizonette)

2006-07-23T12:21:35+00:00