///Membangun Personal Branding dengan Benar Di Media Sosial

Membangun Personal Branding dengan Benar Di Media Sosial

Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar,dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.” – Amsal 22:1

 

Personal branding adalah sebuah proses membentuk, menarik, dan memelihara persepsi orang lain (pelanggan, atasan, masyarakat umum, dan siapa pun) terhadap aspek-aspek kualitas yang dimiliki seseorang (keahlian, prestasi, kepribadian, atau nilai-nilai karakter) yang dibangun secara sengaja maupun tidak sengaja dengan tujuan menciptakan citra positif yang diharapkan berkembang menjadi kepercayaan dan loyalitas kepada orang tersebut, sebagai alat pemasaran diri orang tersebut. Sebagai sebuah konsep, istilah personal branding diciptakan pada tahun 1997 oleh Tom Peters dan dipublikasikan di majalah Fast Company. Beberapa tahun kemudian, istilah tersebut berkembang dengan berbagai versi, termasuk “human branding”, “self-marketing”, atau “self-branding”. Banyak pakar memandang konsep personal branding sebagai suatu upaya yang potensial untuk menghasilkan nilai ekonomi dan sosial atas diri pelakunya.

Secara sederhana, tujuan utama personal branding adalah agar nama dan kompetensi Anda dikenal oleh khalayak umum, yaitu para calon “user” atau “market” Anda. Contohnya, kompetensi dan keunggulan Anda jadi diketahui oleh perusahaan di tempat Anda bekerja atau Anda ingin melamar, atau Anda dikenal oleh para calon pelanggan Anda.

Saat ini personal branding bukan lagi sekadar hubungan antar para pelaku bisnis atau pebisnis; personal branding telah menjadi praktik umum yang sangat luas dilakukan oleh siapa saja untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, serta keterampilan pribadi, karena dunia bisnis dan profesional kini juga semakin ketat. Alhasil, setiap orang semakin berlomba-lomba untuk menunjukkan citra diri yang baik; salah satunya dan terutama melalui media sosial.

Sebagai pelaku bisnis atau pekerja profesional, kita pun perlu melakukan personal branding dengan benar. Kita bisa memilih hal-hal tertentu pada diri kita yang ingin kita bagikan kepada orang lain. Misalnya, jika Anda memiliki kemampuan khusus menjadi seorang MC dan presenter, Anda bisa membagikan berbagai informasi dan kiat yang berhubungan dengan bidang profesi tersebut, seperti mengolah vokal, teknik-teknik menjadi MC dan presenter, dan lain-lainnya.

 

Kiat dan Langkah-Langkah Membangun Personal Branding dengan Benar di Media Sosial

Untuk melakukan personal branding dengan benar, tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri:

1.    Sebagai apa dan siapa saya ingin dikenal?

Di antara semua produk di pasar, ada produk yang dicintai konsumen dan yang tidak disukai. Dalam konsep personal branding, kita masing-masing adalah produk. Ada orang yang kehadirannya sangat diharapkan dan disukai, tetapi ada juga yang tidak demikian. Tentukan untuk diri Anda sendiri, misalnya dalam waktu sepuluh tahun sejak sekarang ini, Anda ingin dikenal sebagai apa dan siapa. Inilah visi awal dalam personal branding. Contohnya, Anda ingin dikenal sebagai ahli “financial restructuring”, atau pakar di bidang “business law”, atau pelatih dan konsultan “customer service” yang mumpuni. Sesuai visi tersebut, Anda perlu membangun citra diri (brand image). Artinya, apa pun yang Anda publikasikan di media sosial perlu selaras dengan visi dan citra diri ini, sejak saat ini dan dalam jangka waktu panjang, dengan konsistensi yang teguh dan serius.

 

2. Citra apa dan bagaimana yang ingin saya tampilkan tentang saya di mata publik?

Citra positif apa yang ingin Anda bangun di mata publik tentang diri Anda? Apakah Anda ingin mempromosikan kompetensi, pengalaman, ketrampilan, prestasi, rekam jejak, atau layanan Anda? Apa manfaat yang Anda ingin publik sadari dari promosi berbagai keunggulan Anda itu? Membangun personal branding yang kuat baru berguna jika Anda memiliki gambaran citra diri positif yang jelas lalu mengidentifikasi keterampilan pribadi/profesional Anda sesuai citra tersebut.

 

3. Siapa sasaran personal branding saya?

Temukan kelompok-kelompok orang yang paling tepat menjadi sasaran personal branding Anda. Jika Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, sasaran Anda adalah para direksi dan pemilik usaha di perusahaan itu. Jika Anda adalah seorang pekerja profesional, sasaran Anda adalah kelompok-kelompok orang yang berpotensi membeli/menggunakan produk dan layanan profesional Anda. Jika Anda adalah seorang wirausahawan, sasaran Anda adalah segmen pasar yang Anda bidik. Lakukan personal branding yang tepat sasaran; publikasikan promosi berbagai keunggulan Anda ke jejaring dan komunitas yang sesuai sasaran itu di media sosial. Promosi yang demikian akan membantu sasaran Anda  mengenal Anda, mengingat Anda, serta memilih Anda untuk memenuhi kebutuhannya kelak.

 

4. Label apa yang saya ingin melekat pada diri saya di ingatan publik?

Melalui berbagai media sosial, Anda dapat memampang keunggulan Anda secara konsisten dan terus-menerus, untuk membangun label yang makin lama makin kuat diingat publik. Di setiap media sosial, gunakan nama, istilah dan informasi yang sama secara konsisten sesuai visi dan citra yang Anda sedang bangun, misalnya “Andi Chan – Juara Analisis Keuangan”, atau “Tita Marita – Pengolah Suara Jempolan”, atau “Bu Joko – Jagonya Sambal Rumahan”. Konsistensi ini berguna agar setiap orang yang ingin mencari informasi tentang diri Anda akan menemukannya dengan mudah di media sosial mana pun: Facebook, YouTube, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan sebagainya.

5.  Hal baik apa yang telah saya miliki dan dapat saya bagikan kepada publik?

Konten merupakan salah faktor personal branding yang amat penting. Di dunia internet masa kini, konten merupakan hal paling “menjual” kualitas Anda. Konten dapat berupa beragam format materi: teks (artikel, unggahan singkat), visual (foto), audio (Podcast), audiovisual (video), atau apa pun. Yang terpenting ialah setiap konten itu merupakan hal baik yang Anda miliki, yang lalu Anda bagikan kepada publik sehingga mereka mendapat manfaat. Contohnya, Anda membuat video “Tips Memecahkan Masalah Secara Cerdas” lalu Anda unggah di website perusahaan Anda (jika ada) atau berbagai media sosial.

 

6. Hal baru apa yang saya dapatkan dan bisa bermanfaat bagi publik?

Pastikan Anda selalu memperbarui profil di media sosial dengan informasi terkini tentang diri Anda, serta rutin berbagi hal-hal baru yang Anda dapatkan. Contohnya, setelah mengikuti pelatihan atau mendapat sertifikasi tertentu, Anda bisa mengunggah pencerahan yang Anda dapatkan secara ringkas di media sosial. Sekali lagi, formatnya bisa apa pun dan media sosialnya bisa semuanya, tetapi pastikan pula bahwa Anda melakukan hal ini selalu dan rutin. Tentukan jadwal Anda melakukan hal ini sesuai kebutuhan dan target Anda secara realistis, misalnya dua kali seminggu, atau setiap hari. Dengan hal baru yang muncul berkala, Anda sedang membuat sasaran Anda yakin bahwa Anda tetap aktif dan terus meningkat dalam citra yang Anda bangun.

 

7. Siapa jejaring dan komunitas saya?

Komunitas adalah salah satu tempat menimba dan membagikan kualifikasi yang sudah Anda miliki. Bergabung dengan komunitas atau berjejaring dengan kelompok-kelompok yang bervisi sejalan dengan Anda pasti menambah wawasan dan memperkuat personal branding Anda. Pastikan bahwa Anda senantiasa aktif berjejaring bersama orang-orang yang tepat seperti ini, agar orang-orang pun mengetahui dan mengingat kualifikasi Anda. Caranya, lakukan interaksi berkualitas sebanyak mungkin dengan mereka, dari sekadar menyapa dan mengirimkan salam yang positif, belajar dari mereka yang lebih senior atau lebih ahli daripada Anda, sampai saling bertukar pikiran atau bahkan melakukan proyek bersama. Besar kemungkinannya, orang-orang ini akan melihat profil Anda dan merekomendasikan diri Anda ke orang lain.

 

8. Apa kata publik tentang diri saya?

Testimoni tentang keunggulan atau keahlian Anda adalah salah satu aset yang berharga dalam personal branding. Mintalah sebanyak mungkin komentar dari orang-orang yang pernah menggunakan produk atau layanan Anda serta orang-orang yang pernah bekerja bersama Anda. Jangan menghindari kritik, karena kritik dapat dijadikan pembelajaran yang baik untuk Anda meningkatkan diri; tetapi pastikan pula bahwa Anda menunjukkan hal-hal positif yang disampaikan melalui komentar orang-orang itu (termasuk peningkatan diri melalui pembelajaran Anda dari kritik yang diterima). Mintalah izin dari orang-orang yang berkomentar itu untuk mempublikasikan komentar mereka, lalu tunjukkan komentar yang ada beserta identitas singkat sumbernya di berbagai media sosial yang Anda gunakan. Ini adalah promosi gratis yang terbaik tentang diri Anda.

 

Firman Tuhan di Amsal 22:1 menegaskan, “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas,” dan prinsip ini sudah seayaknya mendasari upaya kita melakukan personal branding. Membangun nama baik dan reputasi secara positif kepada publik adalah alkitabiah dan benar menurut Firman Tuhan. Yang penting, kita melakukannya dengan bertanggung jawab, dalam kredibilitas serta integritas berdasarkan kebenaran.

2022-05-27T13:16:07+07:00