///Membangun rumah Tuhan dengan iman

Membangun rumah Tuhan dengan iman

Kondisi gereja yang kita lihat pada masa ini seringkali dapat membuat kita kecewa dan putus asa. Walaupun banyak melakukan penjangkauan ke bangsa-bangsa di seluruh dunia, tetapi sayangnya keadaan banyak gereja belum menjadi seperti rumah Tuhan yang direncanakanNya. Keadaan rumah Tuhan masih seperti yang dilihat oleh Nabi Hagai, masih merupakan reruntuhan. Kita tidak melihat gereja sebagai tubuh Kristus yang berfungsi, tetapi seolah hanyalah tulang-belulang. Kita tidak melihat gereja sebagai keluarga yang saling mengasihi, tetapi hanya sebagai institusi agamawi yang mati.

Karena semua kondisi ini, kita yang telah mendapatkan visi membangun rumah Tuhan cenderung putus asa dan ingin berhenti membangun.

Keputusasaan Paulus dan jawaban Tuhan

Pada gereja mula-mula, Paulus pun pernah mengalami rasa frustasi yang sama. Ketika Paulus membangun jemaat Korintus, ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Namun beberapa tahun setelah jemaat Korintus dirintis, Paulus mendengar laporan yang sangat menghancurkan hatinya. Jemaat Korintus ternyata belum menjadi dewasa dan belum menjadi rumah Tuhan yang mencapai kepenuhannya. Gereja di Korintus masih seperti reruntuhan yang begitu kacau. Mereka ternyata masih sangat kekanak-kanakan dan duniawi. Perpecahan terjadi di antara mereka. Mereka berkelompok-kelompok dan tidak ada kesatuan. Jemaat Korintus penuh dengan dosa-dosa yang mengerikan, yang bahkan tidak ditemukan di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah. Keluarga dan pernikahan mereka berantakan. Mereka menyalahgunakan perjamuan kudus. Mereka juga tidak mengerti bagaimana mengoperasikan karunia-karunia di dalam tubuh Kristus. Bahkan, mereka juga tidak mengerti tentang kebangkitan.

Lalu, apakah jawaban yang Paulus dapatkan dari Tuhan? Paulus akhirnya menemukan bahwa membangun rumah Tuhan itu memang tidak mudah. Itu adalah pekerjaan yang sangat sulit, bahkan mustahil jika tanpa kuasa Roh Kudus. Namun, ada satu kunci yang akan menguatkan siapapun yang sedang membangun rumah Tuhan, yaitu iman. Akhirnya, di dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus, ia menuliskan hal ini.

“Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ‘Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.’”  (2 Kor. 4:13)

Dalam surat 2 Korintus, Paulus banyak berbicara tentang pelayanan perjanjian baru atau pelayanan roh yang berdasarkan iman. Walaupun jemaat Korintus begitu hancur dan berantakan; moral jemaat begitu rusak, namun sejak awal surat 1 Korintus, Paulus tetap memandang mereka dengan mata iman, yaitu jemaat Korintus sebagai orang-orang kudus (1 Kor. 1:1-2).

Melihat dan bekerja dengan mata iman

Bagaimana dengan masa sekarang, apakah kita juga mengalami hal yang sama di dalam jemaat? Sepertinya memang keadaan kita sebagai gereja tidak terlalu berbeda dengan keadaan gereja di Korintus. Gereja sekarang masih belum bertumbuh seperti visi yang ideal, yang Tuhan bukakan kepada kita di dalam visi membangun rumah Tuhan. Jemaat di mana kita berada saat ini masih berantakan, seperti reruntuhan. Ketika kita melihat komsel-komsel dan mencoba memuridkan orang lain, kita seringkali menjadi frustasi dan mau menyerah. Tetapi ternyata, iman akan menguatkan kita untuk terus membangun. Inilah kuncinya. Kita harus melihat dengan iman dan bekerja dengan iman.

Floyd McClung, salah seorang pemimpin dari badan pelayanan “Youth With A Mission” (YWAM), menulis dalam bukunya “You See Bones, I See An Army” (“Kamu Melihat Tulang-belulang, Tetapi Aku Melihat Sepasukan Tentara”): “Gereja Tuhan adalah sebuah pasukan tentara. Seringkali kita melihatnya sebagai tulang-tulang, tetapi ketika Roh Kudus berhembus di atas tulang-tulang tersebut, kita dapat melihatnya sebagai tentara.”

Belajar hidup dan bertindak oleh iman

Dengan kebenaran ini, pada bulan ini kita akan berfokus untuk belajar hal-hal yang sangat mendasar tentang iman. Kita harus kembali ke dasar iman dan mulai mempraktikkan hidup yang penuh dengan iman, dan bertindak di dalam apa yang kita lakukan oleh iman. Ingat, orang benar hidup oleh iman! Melalui perenungan pribadi dalam saat teduh setiap hari, kita akan disegarkan lagi tentang prinsip-prinsip iman yang paling mendasar. Karena tanpa iman, kita mustahil untuk berkenan kepada Allah. Bahkan tanpa iman, apapun yang kita lakukan adalah sia-sia, bahkan adalah dosa.

Marilah kita mulai mempraktekkan segala hal dengan iman. Marilah kita juga melihat segala hal dengan mata iman, bukan melihat yang kasat mata saja. Kita akan mulai melihat orang-orang yang kita muridkan dengan iman, bukan dengan ukuran manusia. Kita akan menilai komsel-komsel bukan dengan mata jasmani, tetapi dengan mata iman. Kita akan memandang segala sesuatu bukan sebagaimana apa yang tampak secara jasmani, tetapi dengan mata iman. Inilah yang akan menguatkan kita dan mengajar kita, untuk hidup dan bertindak oleh iman setiap hari.

Marilah kita terus melakukan bagian kita masing-masing untuk membangun rumah Tuhan, sesuai penglihatan oleh mata iman itu, bahwa rumah Tuhan ini adalah pasukan tentara yang berfungsi dan dahsyat.

2019-10-29T10:07:38+07:00