///Membangun Setelah Dibangun

Membangun Setelah Dibangun

Dari Build edisi bulan lalu, kita sudah membaca tentang visi yang diberikan Tuhan kepada kita untuk digenapi, dalam Yesaya 2:2-3,

“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ‘Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.’”

Di sini dikatakan bahwa “Rumah Tuhan akan berdiri tegak,” berarti rumah Tuhan nanti menjadi pusat perhatian bagi bangsa-bangsa. Akan terjadi, di pasar-pasar, di kantor-kantor, di sudut-sudut jalan, orang-orang memperbincangkan segala sesuatu yang ada di dalam rumah Tuhan. Mereka berduyun-duyun datang ke rumah Tuhan untuk mengetahui dan diajar tentang jalan-jalan Tuhan. Mereka haus dan lapar akan pengajaran dari firman Tuhan. Sebab, dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.

Hal apakah yang membuat mereka di hari-hari terakhir berduyun-duyun mendatangi rumah Tuhan? Dikatakan, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, manusia akan mencintai dirinya sendiri, kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Kasih merupakan kebutuhan pokok manusia. Mereka, akhirnya sadar bahwa rumah Tuhan dapat memberikan apa yang mereka butuhkan. Itulah sebabnya mengapa mereka berduyun-duyun datang ke rumah Tuhan, yaitu supaya Tuhan mengajar mereka jalan-jalan-Nya. Mereka bisa hidup di jalan-jalan Tuhan tersebut.

Kita sebagai murid-murid Kristus harus memahami, bahwa rumah Tuhan yang dimaksud itu adalah Saudara dan saya. Dikatakan bahwa dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem. Artinya Tuhan akan menunjukkan jalan-jalan-Nya, mengajar dan berfirman kepada mereka lewat kita. Oleh karena itu, kita harus mulai mengisi hidup kita dengan firman Tuhan, kita harus membaca Alkitab setiap hari, sampai apa yang kita baca menjadi FIRMAN IMAN yang akan melahirkan iman dalam kita. Firman Tuhanlah yang dicari oleh bangsa-bangsa, karena dari firman Tuhan akan menghasilkan pengajaran yang dibutuhkan oleh bangsa-bangsa yang telah kehilangan tujuan hidup mereka.

Saya mengajak Saudara-saudara untuk mulai membaca Alkitab sebagai firman Tuhan, karena firman Tuhan adalah :

1. Air jernih yang akan mentahirkan kita dari kenajisan kita dan dari berhala-berhala kita. (Yehezkiel 36:25)

2. Makanan bagi rohani kita, yang membuat kita bertumbuh menjadi dewasa. (Matius 4:4)

3. Senjata yang melindungi kita dari serangan Iblis, yaitu pedang Roh. (Efesus 6:17)

4. Benih iman yang kita butuhkan untuk mengalahkan dunia. (1 Yohanes 5:4-5)

Untuk menggenapi Yesaya 2 ini, RUMAH TUHAN, Saudara dan saya harus selalu PENUH FIRMAN & PENUH IMAN. Mari, kita mencintai firman Tuhan, bergaul dengan firman Tuhan, sampai hidup kita dipengaruhi oleh firman Tuhan. Ingat, sekali lagi, dari dalam RUMAH TUHAN akan keluar FIRMAN TUHAN.

Saya percaya bahwa jika kita meresponi panggilan Tuhan, yaitu mulai mempersiapkan diri menjadi batu-batu hidup, bagian dari rumah Tuhan, dan memberi diri dipakai oleh Tuhan untuk membangun rumah Tempat Kediaman-Nya, maka kita akan menggenapi Yesaya 2 ini.

Ingat, yang membangun rumah Tuhan adalah Tuhan sendiri, bukan kita. Tuhan akan membangun rumah-Nya dengan 21 “indera” (karunia)-Nya. Bapa telah menyerahkan 7 “indera-Nya”, yang dikenal dengan karunia motivasi kepada semua manusia, masing-masing sesuai kehendak-Nya. Roh Kudus dengan 9 “indera-Nya” bekerja melalui orang percaya yang telah mengalami baptisan Roh Kudus. Yesus memberikan 5 “indera-Nya” untuk memperlengkapi orang-orang kudus dalam pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh-Nya.

Jadi, bagian kita adalah membiarkan “indera” Allah Tritunggal yang telah ada di dalam kita untuk bekerja membangun Tempat Kediaman-Nya di tengah-tengah kita. Dalam pekerjaan pembangunan rumah Tuhan, maka Tuhan memulainya dari dalam kita. Tuhan membangun diri kita menjadi bait-Nya yang kudus, penuh firman dan penuh iman. Di atas dasar para rasul dan para nabi, setiap orang percaya dibangun, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kita juga turut dibangun menjadi Tempat Kediaman Allah, di dalam Roh.

Saya bersukacita karena kita menerima kehormatan dari Tuhan, dan kepada kita dipercayakan sebuah proyek yang sangat besar, yaitu menggenapi Yesaya 2.

Saya mengajak seluruh jemaat untuk bersepakat dan bergerak bersama-sama dalam menjalankan pekerjaan besar yang dipercayakan kepada kita. Saya melihat ini sebagai ”tiang awan” yang sedang bergerak, dan kita juga harus bergerak mengikutinya.

Visi kita menuju tahun 2020 adalah KOMUNITAS YANG MENJADI RUMAH TUHAN SEBAGAI PUSAT SOLUSI BAGI SUKU & BANGSA, SERTA LENTERA SUAR BAGI TUBUH KRISTUS.

Akhirnya Saudara-saudara, mari bersama kita membangun diri kita, keluarga kita dan komunitas kita menjadi rumah Tempat Kediaman Tuhan, sampai suku-suku bangsa berduyun-duyun datang mencari Tuhan di dalam rumah-Nya.

Selamat dibangun untuk membangun rumah Tuhan.

Tuhan Memberkati.

2019-10-17T16:55:20+07:00