///Memimpin dalam situasi pasar yang berubah-ubah

Memimpin dalam situasi pasar yang berubah-ubah

Sebenarnya, semua istilah ini mengacu pada satu hal, yaitu kehidupan yang perubahannya semakin tidak jelas, bergerak sangat cepat, ketidakpastian yang sangat tinggi, dan faktor penentu yang semakin kompleks. Memang, perubahan yang tidak terstruktur dan cepat sekarang sudah menjadi santapan harian kita yang berada di dunia usaha/kerja. Perubahan menjadi sesuatu yang harus dimaklumi sebagai kondisi yang normal dan perusahaan harus selalu siap dalam menghadapi perubahan yang bagaimana pun dan kapan pun terjadinya.
Demikian pula, Alkitab sudah menuliskan bahwa pada akhir zaman akan datang masa sukar yang belum terpikirkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, Efesus 5:15-17 mengingatkan kita untuk hidup semakin arif dan semakin mengandalkan hikmat Tuhan. Arif berarti kita harus punya hikmat dan wawasan/pengetahuan tentang bagaimana cara beradaptasi di era disruptive ini.

Tantangan yang paling utama bagi para pemimpin di dunia usaha/kerja adalah mixed generation employees, yaitu beberapa generasi (Babyboomer, Gen X, Y, dan Z) bergabung dalam satu lokasi/tim kerja sehingga semuanya harus dikelola dengan cara yang berbeda dalam hal-hal tertentu sekaligus sama dalam hal-hal lainnya. Tentu, situasi mixed generation employees ini akan banyak menimbulkan perbedaan sudut pandang dan perbedaan gaya kerja. Jika tantangan perbedaan ini tidak kelola dengan baik, kinerja para pemimpin perusahaan pun melambat dan akhirnya produktivitas usaha pun menurun. Apalagi, siklus hidup produk dan teknologi kini semakin singkat, sehingga kita perlu menerapkan budaya kerja yang tidak pernah berhenti meningkatkan keahlian dan kreatif menciptakan proses kerja yang produktif dan inovatif, demi senantiasa menjawab kebutuhan konsumen.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai kiat untuk memimpin dalam kondisi disruptive market dan menghadapi perubahan yang tidak terstruktur:

1. Terapkan komunikasi dua arah
• Kembangkan budaya komunikasi terbuka dengan karyawan untuk mendorong munculnya saran-saran perbaikan yang sesering mungkin dari setiap karyawan dan setiap tim kerja.
• Singkirkan ketergantungan hanya pada bakat dan keberanian tim pemasaran. Direksi harus menggerakkan seluruh sumber daya dan potensi kualitas yang dimiliki seluruh tim kerja.

2. Waspadai titik kritis yang selalu berubah
• Titik kritis adalah bidang-bidang atau aspek dalam perusahaan yang sangat rapuh, dan bila tidak diperhatikan, cenderung berisiko membawa akibat kerugian bagi perusahaan. Segeralah antisipasi titik-titik kritis dalam usaha Anda, supaya tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
• Beberapa contoh titik kritis yang biasa muncul adalah ekspektasi pelanggan yang berubah-rubah dan semakin menuntut, serta kebutuhan akan kecepatan dalam pengambilan keputusan dan penanganan masalah. Waspadai hal-hal ini dan rancang solusinya sebelum kondisi kritis benar-benar terjadi.

3. Segera bergeser ke digitalisasi
• Informasi adalah salah satu komoditas yang paling berharga di era disruptive sekarang ini. Semua bidang usaha tentu (dan harus) memiliki data pelanggan yang lengkap dan siap pakai. Demikian pula, sangat penting untuk perusahaan mengetahui bagaimana menggunakannya dan menafsirkannya secara efektif demi tetap relevan dengan pasar. Teknologi memungkinkan perusahaan melakukan hal ini dan membawa perusahaan memperkuat posisi di tengah-tengah pasar.
• Semakin cepat perusahaan melakukan perubahan dari sistem manual ke sistem digital, semakin informatif pula para karyawan dan pemimpin dalam perusahaan Anda. Selanjutnya, perusahaan juga akan semakin siap menghadapi berbagai ketidakpastian dan perubahan yang sewaktu-waktu muncul. Berubahlah segera menuju digitalisasi, maka Anda membentuk budaya kerja yang mengedepankan pengambilan keputusan serta penanganan masalah secara cepat.

4. Ubah budaya kerja perusahaan
• Budaya kerja atau kebiasaan kerja yang sudah dilakukan sejak lama belum tentu cocok dengan situasi sekarang. Pernahkah Anda berpikir, sudah berapa tahun kebiasaan kerja yang ada di perusahaan Anda sudah tidak pernah direvisi lagi? Jika memang sudah terlalu lama hingga usang, jangan heran bahwa perusahaan Anda kini lambat dalam mengantisipasi perubahan.
• Lakukan review kembali, budaya kerja apa yang perlu diubah? Apakah cara-cara kerja para pemimpin di perusahaan Anda masih relevan menjawab tantangan dan kebutuhan pasar saat ini? Bagaimana cara Anda sendiri memimpin angkatan kerja muda, generasi Y dan Z? Bagaimana cara-cara Anda melakukan pengambilan keputusan dan penanganan masalah? Bagaimana membuat semua ini lebih cepat dan lebih efektif?

Anda siap? Selamat mempraktikkan!

2019-10-12T10:38:47+07:00