/, Pre Marriage/Memulihkan hati yang terluka karena putus cinta

Memulihkan hati yang terluka karena putus cinta

Tentu saja tidak mudah menggantikan fokus pikiran tentang segala hal yang terkait mantan pacar dengan hal lain. Ini tidak semudah mengganti angka 8 menjadi angka 1 di pikiran kita. Sulitnya melupakan mantan pacar adalah karena otak kita sudah memiliki jejak-jejak ingatan (neurological pathway) tentang mantan pacar yang kuat dan telah mengakar, yang terbentuk selama kita berhubungan dengannya. Hal ini juga semakin dikuatkan karena aspek emosi atau perasaan kita. Maka, tidak heran bila hal-hal kecil yang berkaitan dengan mantan pacar akan dengan cepat men-trigger kita untuk mengingat dan terkenang-kenang dengan mantan pacar. Misalnya, saat kita melihat foto kita bersama mantan pacar atau mendengarkan lagu yang disukai mantan pacar. Namun perlu kita ingat selalu, prinsip tentang mengganti fokus dari pikiran lama (mantan pacar) ke pikiran baru yang kita bangun ini sungguh berlaku dan penting untuk dilakukan.

Bagaimana caranya?
Langkah awal yang perlu dilakukan untuk melupakan mantan pacar adalah:

  1. Menyingkirkan benda-benda yang terkait dengan mantan pacar, misalnya foto, cincin atau hadiah lain dari mantan pacar
  2. Menghapus kenangan digital terkait mantan pacar, seperti menghapus arsip sms, chat atau e-mail dari mantan pacar dan pertemanan dengan mantan pacar di media sosial seperti facebook, dan lain-lain
  3. Sedapat mungkin tidak mendatangi tempat-tempat atau situasi-situasi istimewa yang biasanya kita jalani dengan mantan pacar. Saat hati belum pulih, mendatangi tempat tersebut atau mengalami kembali situasi tersebut dapat membuka luka lama.
  4. Tidak melakukan kontak atau mendatangi mantan pacar. Alasan ingin menjadikan mantan pacar sebagai teman atau sahabat hanyalah jebakan yang membuat kita semakin sulit melupakan mantan pacar.

Hal-hal di atas bisa saja kita adakan lagi setelah dapat dipastikan hati kita telah pulih dan perasaan kita terhadap mantan telah netral. Sebelum itu, keberadaan hal-hal di atas hanya akan membuat kita tidak mampu “move on” dari sakit hati akibat putus cinta itu. Setelah hal-hal yang dapat memunculkan pikiran tentang mantan pacar diminimalkan, Langkah kedua adalah mengalihkan fokus pikiran kita dari tentang mantan pacar ke hal-hal lain yang membangun diri kita. Untuk lebih mudah dimengerti, mari simak ilustrasi berikut:

Jika kita punya gelas berisi air penuh dan di dalamnya banyak sampah kertas, bagaimana kita menghilangkan sampah-sampah tersebut? Kita harus menuangkan air lebih banyak ke dalam gelas tersebut sampai air di dalam gelas meluap. Jika terus menerus dilakukan, maka sampah-sampah kertas itu pun akan keluar terdorong oleh air yang kita masukkan ke dalam gelas. Menuangkan air terus menerus tersebut menggambarkan otak kita yang diisi dengan pikiran dan fokus baru yang memberi kekuatan kepada kita untuk move on.

Pola pikir (mindset) baru yang perlu kita miliki dan kembangkan ini antara lain adalah:
1. Selalu ada pengharapan di dalam Tuhan.
Pada waktu putus cinta kita membutuhkan waktu sendiri untuk berduka dan kita dapat mengijinkan diri untuk menangis. Namun demikian, kita harus tetap menjaga diri agar tidak larut dalam kesedihan seakan-akan sudah tidak ada pengharapan akan masa depan. Sebagai orang percaya, memiliki pengharapan yang kuat di dalam Tuhan akan mempercepat pemulihan hati dan menguatkan jiwa untuk move on. “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir” (Ibrani 6:10).

2. Menjaga pikiran berarti menjaga kehidupan.
Jika pikiran kita benar maka kehidupan kita juga pasti benar. Dengan alasan apapun kita tidak boleh sekali-kali mengijinkan pikiran-pikiran negatif masuk dan menguasai pikiran atau hati kita. Dalam Amsal 4:23 firman Tuhan secara jelas memerintahkan kita untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan jika ingin kehidupan kita benar. Jaga pikiran kita dengan tidak terlalu menyalahkan diri sendiri, namun tetap terima kekurangan kita, sekaligus berdamailah dengan dan kasihilah diri sendiri. Menjaga pikiran kita dari sakit hati, mendendam kepada mantan pacar atau takut dinilai buruk karena tidak dapat mempertahankan suatu hubungan hanya akan mengotori pola pikir kita.

3. Selalu ada kebaikan Tuhan dari setiap peristiwa hidup kita.
Sebagai orang yang percaya Tuhan dan mengasihiNya dengan sungguh-sungguh, janji Tuhan dalam Roma 8:28 bahwa DIA akan mereka-rekakan segala sesuatu yang terjadi atas hidup kita untuk kebaikan di mataNya berlaku atas diri kita. Sejelek apapun kejadian putus pacar, ingat Tuhan bisa mengubahnya menjadi pembelajaran bagi kita dan menjadi kebaikan di masa depan. Sebagai contoh, kita putus dengan pacar karena ia selingkuh, kita patut bersyukur karena hal tersebut terjadi ketika kita masih pacaran dan bukan setelah kita menikah. Kita juga dapat belajar tentang membangun hubungan yang lebih baik dengan pasangan. Bila kita selama ini egois dengan mantan pacar, kita dapat belajar agar di kemudian hari bila memiliki pacar kembali kita bisa menjaga sikap tidak egois dan lebih dewasa. Intinya hal ini adalah kesempatan emas agar kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih benar.

Setelah memiliki mindset baru seperti di atas, langkah berikutnya adalah memperkuat pembaharuan ini dengan tindakan nyata, contohnya:
1. Aktif dalam kegiatan baru yang membangun dan berguna
Kegiatan olah raga merupakan satu hal yang bisa dilakukan karena dapat meningkatkan aktivitas serotonin dan norepinehrine dalam tubuh yang membantu menyeimbangkan emosi kita. Selain itu, kita juga dapat melakukan kegiatan lain yang berguna dan membangun kualitas diri kita, misalnya: bergabung di klub hobi, ikut kursus keterampilan tertentu, dsb. Ada baiknya kita masuk dalam kumpulan baru orang-orang yang memiliki nilai-nilai kebenaran Kristus juga, namun ini bukan berarti kita tidak boleh berkegiatan bersama orang-orang yang belum percaya Kristus. Intinya, dengan mengikuti kegiatan baru kita dapat memperluas wawasan, menambah pertemanan dan memiliki fokus/konsentrasi baru bagi diri sendiri.

2. Miliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan temukan serta jalani destiny kita di dalamNya
Sebelum membangun hubungan pacaran kembali dengan orang lain, milikilah hubungan yang dekat dengan Tuhan lebih dahulu. Isilah pikiran dengan firman Tuhan yang akan memerdekakan kita. Temukan destiny kita terkait relasi dengan pasangan nanti. Bila kita dekat dengan Tuhan, Tuhan akan membimbing kita ke jalan yang benar. Nah, kali ini kita sangat membutuhkan pengaruh dari orang-orang yang memiliki kualitas kedewasaan rohani dan karakter untuk memberikan masukan bagi hidup kita, selain tuntunan Tuhan secara langsung melalui firmanNya yang kita renungkan tadi. Lalu apa yang perlu kita lakukan dengan tuntunan Tuhan itu? Lakukan! Inilah bentuk realisasi dari diri kita, di mana kita menjalani destiny yang Tuhan berikan itu.

Penulis : Heppida & Anton

 

2019-10-17T17:32:49+07:00