/, Character/Menaklukkan Percabulan (bag. 1)

Menaklukkan Percabulan (bag. 1)

Percabulan adalah hal yang sangat serius. Percabulan bukan hanya akan menghancurkan pernikahan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kecanduan pornografi memiliki efek yang lebih menjerat daripada kecanduan obat-obatan. Percabulan lebih dari merusak kualitas kehidupan seorang individu, dan bahkan dapat menghancurkan kehidupan sebuah bangsa (Yud. 1:7).

Alkitab memperingatkan bahwa berbeda dengan memerangi dosa-dosa yang lain, memerangi percabulan harus dilakukan dari dalam diri sendiri (1 Kor. 6:18). Karena itu, dalam seri artikel Menaklukkan Percabulan selama beberapa edisi ini, kita akan membahas bagaimana Anda dapat menang atau dapat menolong orang lain menang melawan jebakan-jebakan percabulan yang disusupkan iblis melalui keunikan karakter kita masing-masing.

Kelompok karakter 1: Penikmat seni yang berselera tinggi
Tuhan menanamkan kemampuan di dalam otak setiap manusia untuk meresapi sebuah keindahan/seni (sense of art); dan tidak dapat dipungkiri, tubuh manusia memiliki unsur seni yang sangat indah. Itulah sebabnya, secara umum setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki titik kritis yang dapat membuatnya jatuh dalam godaan percabulan. Namun, orang-orang yang memiliki bakat seni dan berselera tinggi akan memiliki titik kritis yang lebih rentan; kemampuan mereka yang di atas rata-rata untuk memahami dan menikmati seni dimanfaatkan iblis untuk menjerat mereka ke dalam dosa percabulan.
Pengalaman saya dalam konseling membuat saya berkesimpulan bahwa tipuan iblis yang paling sering dilancarkan untuk orang-orang yang cenderung teliti, rapi, berselera tinggi, menyukai keseimbangan dan keteraturan, analitis, dan memiliki bakat seni di atas rata-rata. memiliki titik kritis yang lebih rentan untuk jatuh dalam godaan percabulan.

Sumber kejatuhan: Rasionalisasi
Cara yang paling sering digunakan oleh iblis adalah menggunakan “undangan” untuk sekadar “menikmati keindahan” tubuh yang telah Tuhan ciptakan. Segala argumentasi atau buah pikiran yang bertujuan untuk memungkinkan kita menikmati atau mencicipi percabulan, biasanya dibangun di atas konsep undangan ini.
Kebutuhan untuk menikmati unsur seni dari keindahan tubuh ini nyata. Tuhanlah yang menciptakannya, karena Ia memang ingin hasil karya-Nya dapat dinikmati oleh ciptaan-Nya. Memang di Alkitab tertulis, “Sebab itu, hendaklah engkau berbahagia dengan istrimu (atau suamimu) sendiri; carilah kenikmatan pada gadis (atau pria) yang telah kaunikahi gadis jelita dan lincah seperti kijang. Biarlah kemolekan tubuhnya selalu membuat engkau tergila-gila dan asmaranya memabukkan engkau. Apa gunanya bernafsu kepada wanita (pria) lain, anakku?” (Ams.5:18-20, IBIS). Tuhan yang telah menciptakan kemampuan di dalam diri kita untuk menikmat keindahan fisik dari lawan jenis kita, telah menyediakan cara agar kebutuhan itu juga dapat dipuaskan, yaitu melalui pernikahan. Tidak melalui cara lain.
Jadi, bagaimana cara terbaik melawan jebakan rasionalisasi ini?

Kunci kemenangan 1: Menerima kenyataan dan memahami hukum
Tuhanlah yang telah menciptakan kemampuan dan kebutuhan untuk dapat menikmati seni itu di dalam diri kita. Akuilah hal itu, tetapi jangan biarkan iblis menipu kita, bahwa kita dapat memuaskan kebutuhan itu melalui cara apa pun. Bagaimanapun juga, ada hukum yang telah Tuhan tetapkan.
Sama seperti ketika kita merasa lapar lalu secara alami di dalam diri kita akan ada dorongan untuk makan tetapi kita tidak dapat mencuri makanan orang lain hanya karena kita memiliki dorongan untuk makan; demikian pula halnya dengan kenikmatan seksual dan menikmati keindahan tubuh lawan jenis kita. Tuhan telah menetapkan bahwa jalur yang diperbolehkan hanyalah pernikahan. Ketika kita berusaha memuaskan kebutuhan alami ini dengan cara lain, akan selalu ada konsekuensi negatif yang menyertai.

Kunci kemenangan 2: Jadikan Firman Tuhan sebagai dasar argumentasi
Izinkan saya menegaskan satu hal mendasar ini. Ketika kita berusaha mencari-cari dasar argumentasi yang dapat melegitimasi usaha kita memuaskan kebutuhan ini di luar pernikahan, kita pasti berhasil menemukannya. Mengapa? Karena Alkitab telah mengatakan bahwa sumber dari jebakan percabulan adalah di dalam diri kita sendiri (1 Kor. 6:18). Maka, tidak peduli selogis apa pun argumentasi Anda itu, jangan memercayainya! Tuhanlah yang menciptakan tubuh kita beserta seluruh sistem kerjanya. Ialah yang paling memahami apa yang baik dan buruk bagi hidup kita.

Hanya ketika kita menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar dari pikiran-pikiran kita, barulah kita dapat menang melawan jebakan percabulan ini. Percayalah ketika Alkitab mengatakan, “Bibir (percabulan, pornografi, dst.) menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari minyak. Tetapi kemudian ia pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut.” (Ams.5:3-5).

Peneguhan Tuhan
“Anakku, dengarkanlah aku! Perhatikanlah kebijaksanaanku dan pengertian yang kuajarkan kepadamu, supaya engkau tahu bagaimana engkau harus membawa diri dan berbicara sebagai orang yang berpengetahuan.” (Ams.5:1-2, IBIS)

2019-10-11T11:10:24+07:00