///“Menanti-nantikan doi“

“Menanti-nantikan doi“

1. Adanya semangat mencari pasangan hidup.

Pernah berjumpa dengan seorang yang memiliki semangat mencari pasangan hidup ? Hiiihh.. Biasanya pria atau wanita yang benar akan mundur teratur kalau berjumpa dengan pria atau wanita yang seperti ini. Mengapa ?

Karena selalu yang menjadi fokus hidupnya hanya satu, yaitu mencari jodoh. Semua sapaan dan perbuatan baiknya selalu “ada udang di balik batu”.  Pribadi model gini akan bikin gerah karena dia tidak risih untuk meng-halal-kan segala cara asalkan bisa melakukan “PeDeKaTe” pada pria atau wanita yang masuk dalam daftar incarannya.  Ooo…ogah deh punya teman seperti ini, bukan ?

Tapi yang dapat menjadikan anda pria atau wanita single yang mempesona kalau kamu punya SEMANGAT HIDUP.  Tidak loyo seperti tanaman kurang air, karena terus menerus meratapi nasib yang sudah jatuh tempo tapi belum dapat jodoh.

Kenapa kita bisa kehilangan SEMANGAT HIDUP ?

Karena kita salah memandang hidup kita. Cara pandang istilah kerennya adalah perspektif.

Kalau perspektif kita terhadap hidup adalah hopeless, kartu mati, old crack, lumutan, dlsb ; tentulah kita tidak bakalan punya SEMANGAT HIDUP.

Asal tahu saja, bahwa hidup kamu tidak “semurah” itu,…harga hidupmu adalah senilai YESUS, karena dengan saat di kayu salib Yesus menukarkan hidupNYA sendiri dengan hidup kamu. Jadi gak mungkin,..hidupmu sekarang jadi hopeless, kartu mati, old crack, lumutan, dlsb.

Caranya untuk bisa tahu seperti apa perspektif Allah buat hidup kamu, tidak lain dengan BERTANYA KEPADA TUHAN dalam doa dan dialogmu dengan Tuhan ( bagaimana cara berdialog dengan Tuhan,…wah yang ini harus berlatih dan diberi tuntunan secara rutin, dan hanya bisa melalui proses pemuridan, makanya cepat gabung ke komsel dan minta dimuridkan one on one..! ).

Selain bertanya kepada TUHAN, buatlah 3 buah daftar: (1) Daftar hal-hal yang sudah kamu lakukan, (2) Daftar hal-hal yang mudah kamu lakukan, (3) Daftar hal-hal yang menarik buat kamu tapi selama ini rasanya mustahil untuk dilakukan.

Setelah itu bawalah ketiga daftar ini ke Tuhan dalam doa, minta Roh Kudus memperlihatkan manakah dari daftar yang kamu buat ini merupakan suatu hal yang seharusnya kamu lakukan saat ini.

Kalau kamu sudah dapatkan hal tersebut, percayalah bahwa itu adalah Kehendak Tuhan bagi hidupmu dan IA pasti akan memberikan kemampuan bagimu untuk dapat melakukannya. Maka setelah itu SEMANGAT HIDUP akan mulai berkobar dalam hidupmu dan kamu akan mulai menjadi pria atau wanita yang mempesona.

 

2. Adanya kehangatan ( bukan hangat-hangat “tahi” ayam )

Maksud dari pepatah hangat-hangat “tahi” ayam biasanya diartikan orang hanya semangat (hangat) sebentar saja habis itu biasa-biasa saja.  Tapi menurut saya, bisa berarti setelah hangatnya hilang, yang muncul adalah “tahi”-nya alias hal-hal yang menjengkelkan dan mengesalkan. Bukankah begitu kalau kita berjumpa dengan orang yang suka basa basi ? Hanya menarik di pembukaannya saja.

Kehangatan bisa dibangun dalam diri kita paling tidak kalau kita berlatih 3 hal ini:

* Berlatih bersikap ramah ( bukan “RAjin menjaMAH” )
Mengucapkan salam “Selamat Pagi” atau “Selamat Siang” dengan ditambah menyebutkan nama orang yang dijumpai adalah hal sepele yang kalau terus dilatih akan membentuk kamu menjadi pribadi yang ramah dan hangat.

* Berlatih memiliki empati
Copot “kacamata kuda” yang membuat kamu hanya melihat apa yang mau kamu kerjakan.  Lihat dan miliki rasa ingin tahu perasaan dan kebutuhan dari orang-orang yang kamu jumpai dengan tujuan untuk menghibur atau memberikan pujian. Hati-hati terjebak dengan kebiasaan “ngerumpi” (nge-gosip), karena kalau kebiasaan buruk ini tidak pernah punya tujuan untuk menghibur yang menderita atau memberikan pujian yang sedang berhasil.

* Berlatih saling berbagi
Sebelum berlatih di bagian yang terakhir ini, biasakanlah diri untuk BERDIALOG DENGAN TUHAN untuk bertanya apa yang harus kamu lakukan dengan keadaan orang yang kamu jumpai (supaya kamu jangan tertipu atau justru mengontrol orang tersebut).

Orang yang hangat tentu dengan sendirinya membuat orang lain betah bersahabat dengannya.

 

3. Tidak adanya tolok ukur atau pembanding.

Turunkan dan buanglah semua kriteria-kriteria wanita atau pria yang ideal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Kalau kamu masih pakai tolok ukur kamu untuk wanita atau pria yang ideal, itu namanya bukan MENANTI-NANTIKAN JODOH DARI TUHAN, tapi MENCARI-CARI JODOH DARI TUHAN.  Kita tidak bakalan bisa mencari jodoh dari Tuhan karena sebenarnya kita tidak tahu apa yang sebenarnya diri kita butuhkan.

 

4. Adanya pengenalan akan Tuhan yang mempesona.

Kalau kamu rindu mendapatkan jodoh yang bisa membentuk keluarga yang dikehendaki Tuhan dalam hidupmu, maka tentunya kamu membutuhkan jodoh yang juga memiliki kerinduan yang sama. Bagaimana caranya jodoh kamu bisa menemukan dirimu sebagai pribadi yang sepadan dengan dirinya ?

Jadilah pribadi yang memiliki pertumbuhan rohani yang sehat.  Tubuh yang sehat kalau makan makanan yang sehat dan beraktifitas yang sehat secara teratur.

Tubuh rohani yang sehat membutuhkan makan makanan rohani yang sehat ( SaTe, 4M ) dan beraktifitas rohani yang sehat ( tertanam dalam komsel dan ambil tanggung jawab melayani di jemaat) secara teratur ( gak bolong…bolong..).

 

5. Adanya kewajaran dalam berpenampilan.

Tidak ada orang yang mengharapkan wanita berusia 35 tahun kelihatan seperti remaja 18 tahun, begitu juga sedikit wanita akan tertarik kepada pria berusia 52 tahun yang berusaha untuk kelihatan atau bertingkah seperti baru berusia 25 tahun.

Yang paling baik adalah berusaha untuk kelihatan yang terbaik pada usia berapapun. Penampilan yang menarik adalah kalau kita selalu berusaha mencari buah Roh dalam hidup kita.

“Tapi kalau aku sudah capek-capek berusaha jadi KEKASIH YANG TERBAIK ternyata sampai akhir hidup juga gak dapat jodoh, bagaimana ? Rugi donk !”

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23

Kalau kita lakukan semuanya adalah untuk TUHAN dan bukan untuk dapat Jodoh (tujuan hidup Cari Jodoh), kita tidak akan pernah merasa rugi.  Karena kita lakukan itu untuk menjadi kekasih kita, YESUS KRISTUS TUHAN.

Maukah kamu nanti di akhir hidupmu saat berjumpa denganNYA, mendengar IA berkata:

“…Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:21

2013-06-29T03:35:57+07:00