//Mengasihi & memelihara

Mengasihi & memelihara

Tugas penggembalaan kita sebagai imam adalah memberi berkat demi nama Tuhan dan menyelesaikan tiap perkara dan luka hati yang terdapat pada umat Tuhan. Kita dipanggil untuk memberikan berkat dan bukan untuk mengutuk, menghakimi dan bukan menghukum. Sebaliknya, sebagai imam kita dipanggil untuk mengampuni dan menyembuhkan orang lain (Lukas 6:37-38). Ini adalah tugas kita di dalam keluarga, komunitas sel, dan dimanapun kita berada dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kehadiran kita bukan mendatangkan luka dan kutuk, tetapi kesembuhan dan berkat. Inilah waktunya bagi kita belajar untuk memberkati dan menyembuhkan pasangan, anak, dan keluarga kita. Anggota-anggota komsel yang berbeban berat dan luka memerlukan fungsi kita sebagai imam untuk memberkati dan menyembuhkan mereka. Tidak mustahil Tuhan dapat memakai kita untuk memberkati dan melayani orang-orang yang hidupnya penuh pergumulan di dalam masyarakat dimana Tuhan menempatkan kita setiap hari. Ada kuasa kesembuhan yang luar biasa, yang akan mengalir keluar melalui hidup kita. Ada berkat ilahi yang hebat akan tersalur dari kita.

Meskipun kuasa dan berkat Tuhan telah tersedia dan siap mengalir melalui imam-imamNya, tetapi setiap imam perlu belajar bagaimana melepaskan kuasa dan berkat tersebut. Yohanes menuliskan perintah ini, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran,” (1 Yohanes 3:16-18).

Jadi, untuk memberkati saudara seiman dengan berkat lahiriah (harta), kita seharusnya terlebih dahulu mengerti dan mengalami kasih Kristus yang begitu besar. Kasih Kristus yang harus terlebih dahulu kita alami. Tahukah Anda bahwa kasih Kristus begitu besar sehingga Ia rela menyerahkan nyawaNya bagi hidup kita. Jika kita telah menghayati kasih Kristus yang sedemikian besar, maka kita akan mampu menyerahkan nyawa kita bagi saudara-saudara kita. Jika kita sudah rela menyerahkan nyawa kita, maka tidak akan ada masalah bagi kita untuk menyerahkan harta lahiriah kita.

Bulan ini kita akan belajar untuk mengasihi, bukan hanya dengan perkataan, tapi juga dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Perbuatan kasih tidak mungkin diekspresikan lewat kita bila kita tidak memiliki iman. Hanya oleh iman segala perbuatan diekspresikan oleh orang percaya. Bacalah Ibrani 11:1-40, Anda bisa melihat iman yang diekspresikan lewat perbuatan para raksasa iman. “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya,” (Ibrani 11:4-7).

Oleh sebab itu, kita perlu iman untuk mengasihi orang lain dengan kuasa dan berkat-Allah. Dari manakah datangnya iman? Kata Paulus, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus,”(Roma 10:17). Jadi, kita harus memiliki iman terlebih dahulu sebelum mengasihi dan melayani orang lain. Karena jika kita tidak memiliki iman, maka mustahil kita melakukannya. Untuk memiliki iman, kita perlu merenungkan firman Tuhan dengan metode 4M (pendalaman Alkitab metode salib), yang diajarkan bulan lalu. Mari, kita terus mempraktekkan 4M dengan bahan-bahan saat teduh bulan ini. Karena kita percaya bahwa melalui hal itu, kita semua bisa menjadi imam-imam yang maksimal.

(Ir. Eddy Leo, M. Th. Penatua Abbalove ministries.)

2019-10-05T05:09:00+07:00