///Menghadirkan Kerajaan Allah

Menghadirkan Kerajaan Allah

Sebelumnya, kita sudah berfokus kepada apa artinya gereja (ekklesia). Ternyata, ekklesia bukanlah sekedar acara, program, organisasi, atau bangunan fisik. Ekklesia adalah komunitas orang-orang yang dipanggil keluar dari kerajaan kegelapan untuk menjadi tempat kediaan Allah. Ekklesia menjadi satu-satunya alat untuk menghadirkan kerajaan Allah di bumi.

Pada zaman dahulu, tugas ekklesia yang paling utama adalah menentukan ekspansi kerajaannya. Jika raja ingin mengembangkan kerajaan, ia mengadakan sidang dengan ekklesianya untuk menentukan rencana ekspansi dan menentukan jenderal-jenderal yang akan diutus. Jenderal-jenderal yang diutus ini disebut sebagai apostolos atau rasul-rasul. Ini adalah cara memperluas kerajaan pada masa itu, yaitu jenderal-jenderal (“rasul-rasul”) diutus untuk melakukan peperangan dan melumpuhkan tentara musuh. Mereka mengadakan invasi di wilayah-wilayah yang akan ditaklukkan sekaligus mengajak penduduk dari kerajaan yang ditaklukkan agar menjadi warga negara kerajaan penakluk.

Invasi Kerajaan Allah di Bumi: Pengutusan Yesus

Invasi ekklesia di zaman lampau ini masih terjadi oleh Kerajaan Allah di dunia saat ini. Sejak semula, Allah menciptakan manusia agar memerintah bersama di bumi dan memperluas Kerajaan Allah sampai seluruh bumi ditaklukkan (Kej. 1:26-28), namun manusia jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kuasa Kerajaan Allah. Karena itu, Allah mengutus Yesus, Rasul utusanNya yang pertama, untuk menebus kita dari dosa dan mengembalikan Kerajaan Allah kepada manusia.

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu,”(Mat. 12:28). Yesus sebagai jenderal (rasul) pertama, diutus untuk mengusir musuh Kerajaan Allah, yaitu setan. Jika kekuatan setan dihancurkan, ini berarti Kerajaan Allah sudah datang di bumi. Itulah sebabnya, pekerjaan Yesus yang utama di bumi adalah menghancurkan perbuatan-perbuatan Iblis (1 Yoh. 3:8).

Pengutusan 12 Rasul

Ternyata, rencana untuk menghancurkan kerajaan kegelapan tidak bertumpu hanya kepada Yesus seorang diri saja. Selanjutnya, Yesus juga mengutus ke-12 murid sebagai rasul-rasul berikutnya untuk memperluas Kerajaan Allah di bumi. Markus pun menulis, “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya dan merekapun datang kepadaNya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan,” (Mrk. 3:13-15).

Selain itu, Markus menulis di ayat lainnya tentang tindakan pengutusan Yesus, “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,” (Mrk. 6:7). Perhatikan bahwa, mereka diutus berdua-dua dan diberi tugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang Yesus lakukan, yaitu mengusir setan, memberitakan Injil, atau menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati (Mat. 10:8). Jadi melalui pekerjaan-pekerjaan itu, orang-orang yang hidupnya dikuasai oleh kerajaan kegelapan dibebaskan dan menjadi warga Kerajaan Allah.

Pengutusan 70 Murid

Selanjutnya, Yesus mengutus ke-70 murid yang lain berdua-dua untuk melakukan tugas yang sama seperti yang dilakukan oleh ke-12 rasulNya. Lukas menulis, “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya…. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu,” (Luk. 10:1, 8-9).

Ketika ke-70 murid itu kembali, mereka melaporkan bahwa mereka dipakai oleh Tuhan untuk menaklukkan setan-setan (Luk. 10:17-19). Di sini, Allah menunjukkan kepada kita bahwa walaupun ke-70 murid bukan berjawatan rasul, mereka tetap diberi tugas dan tetap melakukan pekerjaan kerasulan. Ayat ini menjelaskan dengan jelas bahwa setiap murid Kristus adalah utusan-utusan yang siap sedia melakukan pekerjaan kerasulan. Mereka memperlebar Kerajaan Allah dengan melakukan peperangan rohani dan pemberitaan Injil untuk membawa jiwa-jiwa keluar dari kerajaan kegelapan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Pengutusan Semua Anggota Ekklesia

Setelah Yesus bangkit dan sebelum naik ke surga, Ia berkata kepada murid-muridNya, “Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,’” (Mat. 28:18-19). Sekarang, setelah Ia bangkit, semua kuasa di sorga dan di bumi diberikan kepadaNya. Saya percaya bahwa kuasa ini berkaitan dengan kuasa kerajaan yang terhilang karena manusia jatuh ke dalam dosa. Oleh karena dosa, manusia menyerahkan kuasa kerajaan tersebut kepada iblis (Mat. 4:8-9; 1 Yoh. 5:19). Tuhan Yesus merebutnya kembali dan siap memberikannya kepada orang-orang (murid-murid) yang pergi untuk menjalankan misi perluasan Kerajaan Allah.

Perluasan Kerajaan Allah terjadi melalui proses orang percaya menjadi murid yang kemudian diutus (pemuridan). Inti pemuridan adalah melatih banyak orang percaya untuk melakukan apa yang Yesus lakukan, yaitu pekerjaan apostolik. Pemuridan adalah proses untuk melatih setiap orang percaya agar membebaskan jiwa-jiwa dari ikatan kuasa kegelapan menjadi warga Kerajaan Allah, yang siap memuridkan orang lain demi melakukan proses yang sama. Jadi sekarang, semua anggota ekklesia diutus guna melakukan pemuridan untuk memperlebar Kerajaan Allah.

Pola Pengutusan Berdua-dua

Jadi, bagaimanakah Kristus mengutus murid-muridNya untuk menghadirkan Kerajaan Allah? Yesus mengutus mereka berdua-dua. Ini adalah pola pemuridan yang diajarkan oleh Yesus kepada rasul-rasulNya. Ia tidak mengutus mereka sendiri-sendiri. Dari komunitas sel yang terdiri dari 12 orang itulah, Yesus mengutus muridNya berdua-dua untuk memenangkan jiwa, dengan menggunakan kunci-kunci kerajaan. Kunci-kunci kerajaan ini hanya akan efektif jika dipergunakan oleh komunitas kecil (2-3 orang) yang bersepakat (Mat. 18:18-20). Oleh karena itu, pada bulan ini kita akan membangun ekklesia untuk menghadirkan Kerajaan Allah bersama-sama dalam komunitas kecil seperti ini. Siapkah Anda? Siapkah saya? Mari menjadi utusan Kerajaan Allah dan melakukan invasinya di dunia kita!

2019-10-17T14:19:03+07:00