///Menikah oh menikah

Menikah oh menikah

Pernikahan merupakan perjanjian di antara Tuhan, pria dan wanita. Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir apabila saat ini masih sendiri dan belum memiliki pasangan. Tuhan tahu pria atau wanita mana yang tepat menjadi pasangan kita. Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan kita dan mempersatukan kita dengan pasangan itu. Jangan terburu-buru dalam menentukan pasangan hidup, dan jangan menikah karena umur yang sudah cukup matang atau karena mendapat desakan dari orang tua atau keluarga. Sabarlah dalam menantikan pasangan hidup yang Tuhan berikan bagi kita.

 

2. Menikah tidak membuat kita menjadi utuh atau lengkap

Seringkali kita mendengar bahwa dengan menikah kita akan merasa utuh atau lengkap, padahal yang dapat membuat kita utuh atau lengkap adalah Tuhan sendiri. Mengapa hanya Tuhan? Ada ruang kosong di dalam relung hati kita yang terdalam, dan pasangan kita tidak bisa mengisi ruang tersebut dan yang hanya bisa mengisi ruang tersebut hanyalah Tuhan. Pasangan bisa saja mengecewakan kita, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Jadi, jangan menikah hanya karena ingin merasa utuh  atau lengkap, namun bergaullah seakrab mungkin dengan Tuhan, supaya kita menjadi pribadi yang utuh dan lengkap, sejak masih melajang.

 

3. Pernikahan tidak ada kata perceraian

Pernikahan adalah hal yang bersifat hanya satu kali dalam seumur hidup, karena di dalam pernikahan tidak ada perceraian. Tuhan sangat membenci perceraian, dan dengan jelas berkata bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Hal ini tertulis di dalam Matius 19:6:

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Para sahabat lajang, jangan sampai telanjur salah memilih pasangan hingga sudah memutuskan untuk menikah dengan pasangan yang tidak tepat. Kita harus menerima kelebihan dan kekurangan pasangan di dalam pernikahan, karena kita tidak bisa bercerai dengan alasan apa pun, sampai maut yang memisahkan.

 

Karena ketiga kebenaran utama ini, kaum lajang perlu menyerahkan masa depan kepada Tuhan dan mempergunakan waktu bukan untuk berfokus mencari jodoh tetapi justru untuk melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan dan hal-hal positif yang membangun orang lain. Setiap masa memiliki keindahannya sendiri, dan masa lajang merupakan masa emas yang bisa dimanfaatkan secara all out bagi Tuhan. Masa lajang tidak akan pernah kembali lagi setelah kita menikah. Dengan fokus yang benar ini, apabila memang sudah tepat waktuNya dan sesuai dengan rencanaNya, Tuhan akan mempertemukan dan mempersatukan kita dengan pasangan hidup yang terbaik.

2016-05-27T04:48:07+07:00