///Meninggikan nama Yesus dari pulau ke pulau

Meninggikan nama Yesus dari pulau ke pulau

“Ini adalah perjalanan misi saya yang pertama bersama Jeff Hammond, salah satu penatua kita, sekaligus penggenapan janji Tuhan yang diberikan lewat nubuatan pada 12 Mei 2007, bahwa Tuhan akan membawa saya ke pulau Ternate. Tuhan berjanji bahwa saya akan menginjak setiap pulau di Indonesia untuk berdoa. Saya belajar untuk menabur di ladang misi lewat perjalanan ini sehingga hati misi saya semakin kuat untuk melayani Tuhan dan jiwa-jiwa,” (Wawa Susilawati).

“Perjalanan misi ini merupakan yang pertama kali saya pergi bersama Jeff Hammond ke Manado dan Halmahera. Saya belajar dari kehidupan beliau yang sangat mencintai visi Tuhan bagi Indonesia. Perhatiannya untuk Indonesia menggugah hati saya yang lahir sebagai orang Indonesia asli agar saya bisa mengasihi Indonesia. Saya berdoa untuk jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus. Pekerjaan ini besar, kita harus keluar dari kenyamanan dan memberitakan Injil kepada orang lain yang membutuhkan Yesus,”(Cahyarini Kristanti).

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk pergi bersama Jeff dan melihat hasil pelayanan yang telah dilakukannya bagi suku-suku bangsa. Saya bisa melihat hasil dari visi dan buah pelayanan yang dilakukan.selama ini. Saya rindu untuk menggenapi rencana Tuhan di dalam hidup saya seperti beliau. Saya melihat peluang itu karena banyak jiwa yang membutuhkan kasih Yesus untuk memulihkan hidup mereka, “(Budi Yuwono).

Demikian tiga kesaksian yang diberikan di dalam perjalanan misi ke Halmahera, Ternate dan Manado pada 26 April – 3 Mei 2011 bersama Jeff Hammond (penatua Abbalove Ministries), Tony Lion dan Billy Tanasale. Desa yang dikunjungi adalah desa konflik yang terjadi beberapa waktu lalu, sekaligus merayakan 145 tahun Injil masuk tanah Halmahera. Selain membangun kembali gedung gereja yang sudah roboh, juga dilakukan kerja sama antara Yayasan Berkati Indonesia (YBI) dan Badan Usaha Milik Gereja Gereja Masehi Injili Halmahera (BUMG GMIH) untuk membangun kembali kuburan pengginjil Belanda Hendrik Van Deyjken dan istrinya Maria Soenpiet yang sempat rusak ketika terjadi kerusuhan dulu. Lalu, perjalanan misi dilanjutkan ke kota Tobelo untuk seminar tentang nama Allah dan Yahwe yang dihadiri ratusan gembala sidang dari Gereja Masehi Injili Halmahera. Kemudian perjalanan misi dilanjutkan ke Manado untuk mengunjungi para penggungsi dan diadakan ibadah bersama bagi seluruh pengungsi. (dept. misi).

2011-05-14T06:55:26+00:00