///Menjadi Gereja Apostolik Masa Depan

Menjadi Gereja Apostolik Masa Depan

Tanpa terasa, kita sudah memasuki bulan Desember pada tahun 2023 ini. Jika kita mengevaluasi keadaan Gereja dan mengamati keadaan zaman di mana kita hidup, kita dapat melihat betapa kita semakin mendekati hari kedatangan Yesus kembali. Maka, pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah kita sedang membangun Gereja ke arah yang sesuai dengan kehendak Tuhan dalam Alkitab, yaitu dengan bahan yang tahan uji (emas, perak, batu permata) atau justru kita membangun dengan bahan yang tidak tahan uji (kayu, rumput kering, jerami)?

Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” – 1 Korintus 3:11-15, TB

“Waktu itu suara-Nya mengguncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: Satu kali lagi Aku akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat diguncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak terguncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak terguncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.” – Ibrani 12:26-29, TB

 

Pada masa menjelang akhir segala sesuatu ini, kita akan terus menghadapi guncangan-guncangan akhir zaman. Semuanya itu sesungguhnya adalah api ujian. Tuhan adalah api yang menghanguskan yang akan terus menguji pekerjaan kita dalam membangun Gereja-Nya. Puncak pengujian tersebut adalah pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali kelak. Oleh sebab itu, mari kita semua mengevaluasi apakah kita telah menjadi Gereja masa depan yang tidak terguncangkan.

 

Gereja Apostolik Masa Depan

Segala ujian yang terjadi pada akhir zaman ini berarti Tuhan sedang mengguncang Gereja-Nya, dengan tujuan supaya Gereja dimurnikan dan menjadi Gereja Apostolik seperti yang direncanakan oleh Kristus dari semula. Nah, bagaimana ciri-ciri Gereja Apostolik masa depan itu?

 

  1. Gereja Kepenuhan Kristus (“Build”)

 “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” – Efesus 1:23, TB

 “Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” – Efesus 4:10-13, TB

Dalam konteks Gereja, seorang rasul adalah ahli bangunan (1 Kor. 3:10), dan pelayanan kerasulan berkaitan dengan pembangunan Rumah Tuhan (Gereja, Tubuh Kristus). Maka, Gereja Apotolik adalah Gereja yang membangun Rumah Tuhan (Tubuh Kristus) dengan lima pelayanan yang dengan diperlengkapi oleh lima jawatan sehingga tumbuh dewasa dan mencapai kepenuhan Kristus. Gereja kepenuhan Kristus berarti Gereja sebagai Tubuh Kristus yang karena dipenuhi Kristus sedemikian rupa setiap anggotanya secara bersama-sama dapat mengekspresikan Kristus sepenuhnya. Jika kita menjadi Gereja kepenuhan Kristus, kita dapat dipakai Kristus untuk menyelesaikan Amanat Agung.

 

  1. Gereja yang Menjadi Saksi Sampai ke Ujung Bumi (“Send”)

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” – Kisah Para Rasul 1:8, TB

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” – Matius 24:14, TB

Rasul adalah utusan Tuhan untuk merintis Gereja Apostolik di setiap suku bangsa. Kristus tidak akan kembali sebelum injil erajaan diberitakan di setiap suku/etnis di seluruh dunia, maka Gereja Apostolik akan merintis Gereja kesaksian di mana-mana. Jadi jika kita menjadi Gereja Apostolik, maka kita semua pasti akan mengutus para perintis-perintis untuk merintis Gereja kesaksian di setiap suku bangsa di seluruh dunia sehingga kita bersama-sama dapat menyelesaikan Amanat Agung sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali.

 

  1. Gereja Multigenerasi yang Relevan Menjangkau Dalam Budaya Digital Babel (“Reach”)

“Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” – Kisah Para Rasul 2:17-18, TB

“Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.’ Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: ‘Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.’” – Kisah Para Rasul 2:38-40, TB

“Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: ‘Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.’ Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: ‘Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.’” – Wahyu 18:2-4, TB

“…dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.” Galatia 1:2-4 TB

 

Gereja Apostolik di zaman akhir harus bersifat multigenerasi dan relevan, yang bergerak bersama dan menjangkau di tengah-tengah dunia yang telah dikuasai oleh budaya Babel. Dalam Alkitab, budaya Babel berarti sistem dunia (kerajaan gelap) yang didirikan untuk menentang Allah. Lalu, bagaimanakah caranya sistem ini memengaruhi bangsa-bangsa saat ini? Salah satunya yang utama adalah melalui teknologi digital. Melalui internet dan lalu lintas data, kerajaan gelap berusaha semua bangsa dengan informasi-informasi yang merusak manusia sehingga semakin jahat. Namun, Gereja Apostolik adalah gereja yang multigenerasi dan relevan, yang dipenuhi Roh Kudus sehingga mampu mengalahkan pekerjaan kuasa kegelapan di dunia. Gereja Apostolik harus merebut dunia teknologi bagi Allah, dengan menjangkau generasi muda bahkan anak-anak yang dikuasai oleh kerajaan gelap. Dengan demikian, Kerajaan Allah semakin diperluas di bumi ini pada akhir zaman.

Sambil merayakan Natal dan pergantian tahun kali ini, marilah kita merenungkan Kristus di tengah-tengah kita sebagai Gereja-Nya. Karena kehadiran Kristus bersama kitalah kita menjadi Tubuh-Nya dan mempunyai pengharapan untuk menjadi Gereja Apostolik di zaman akhir ini. Selamat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

2023-11-25T09:48:24+07:00