///Menjadi Idola bagi Anak

Menjadi Idola bagi Anak

Setelah menyadari pentingnya menjadi idola bagi anak, bagaimana kita dapat melakukannya? Berikut adalah beberapa tips untuk berperan menjadi idola bagi anak.

1. Bangun hubungan saling percaya.
Anak dapat merasakan kasih yang nyata yang dibangun lewat hubungan saling percaya. Ketika anak percaya pada apapun yang orangtuanya lakukan, maka ketika lingkungan sekelilingnya berkata hal yang berbeda, ia akan tetap percaya pada orang tuanya.

2. Jadilah teladan hidup, jangan hanya bicara (omdo – omong doang).
Satu teladan lebih baik daripada seribu nasihat. Pepatah ini mencerminkan bagaimana anak lebih mudah belajar dari keteladanan daripada diberi nasihat berkali-kali. itu sebabnya, orangtua perlu sangat memperhatikan tentang keteladanan. Contohnya, dalam hal membangun hubungan dengan Tuhan. Tidaklah sulit untuk mengajarkan anak untuk membaca Alkitab tiap hari, merenungkan firman dan bercakap-cakap secara akrab dengan Tuhan, ketika anak terbiasa melihat keteladanan orangtua yang memiliki gaya hidup intim dengan Tuhan setiap hari. Ini akan menjadi sulit jika orangtua hanya menasihati dan memotivasi anaknya dengan kata-kata. Cara yang terakhir ini biasanya akan membuat anak hanya menganggap apa yang diajarkan itu sebagai angin lalu saja dan tidak akan berdampak apa-apa.

3. Terima mereka ketika gagal.
Anak membutuhkan kasih yang dapat dirasakan. Mereka perlu melihat dan mengalami langsung bahwa orangtua senantiasa berada bersama mereka, saat mereka berhasil maupun saat mereka gagal. Inilah kasih yang nyata, yang diperlukan anak untuk membangun rasa percaya diri mereka untuk seumur hidup. Orangtua yang ada bersama anak-anaknya ketika mereka gagal, butuh dukungan dan diterima, akan menjadi sosok orangtua yang akan mereka cari/tuju juga ketika mereka membutuhkan pertolongan, saran dan nasihat.

4. Berikan waktu dengan kuantitas sekaligus kualitas terbaik.
Seringkali, orangtua masa kini meletakkan waktu untuk/bersama anak sebagai prioritas yang rendah. Orangtua lebih mengutamakan kebutuhan fisik anak, yaitu uang sekolah, gadget terbaru, makanan terbaik, pakaian tergaya, dsb. Kuantitas dan kualitas waktu yang cukup diperlukan dalam membesarkan anak. Di jaman yang serba instan ini, banyak orang berpikir bahwa kualitas saja yang diperlukan. Coba bayangkan jika kita disajikan semangkuk sup yang sangat sedikit namun berkualitas tinggi dan sangat lezat, dalam keadaan panas. Apakah kita akan dapat menikmati sup yang sangat lezat itu dengan kuantitas sangat sedikit? Dapatkah kita langsung menghabiskan sup tersebut dengan waktu singkat dengan kondisi panas?

Kualitas memang dibutuhkan, namun demikian pula halnya dengan kuantitas.
Anak-anak membutuhkan banyak waktu (kuantitas) untuk mengungkapkan ketakutan, keragu-raguan, keputusasaan, atau kesendirian mereka kepada orangtua. Setiap hari mereka mengalami banyak hal, kecil maupun besar, sehingga membutuhkan orangtua sebagai tempat berbagi, dan waktu-waktu anak berbagi ini menolong orangtua untuk mengerti anak-anaknya. Oleh karena itu tidak cukup hanya di akhir pekan untuk memiliki waktu berkualitas dengan anak di era yang serba instan.
Dengan tips-tips di atas, jadilah idola untuk anak kita, sebelum terlambat dan mereka memilih orang lain untuk menjadi idolanya. Kita memiliki pengaruh yang besar dengan waktu yang terbatas. Orangtualah yang memegang peranan terpenting dalam menanam nilai-nilai untuk seumur hidup anak, karena itu jangan serahkan peranan ini kepada orang lain siapapun.

2015-03-26T07:31:08+07:00