///Menjadi Murid Kerajaan

Menjadi Murid Kerajaan

MENGENAL DAN MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN

Mengapa murid-murid bersedia meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus untuk menjadi pemagangNya? Mengapa murid-murid Yesus mau mengikut Dia dengan radikal untuk menjadi  penjala manusia? Jawabannya adalah karena mereka bukan sekadar mengenal Yesus sebagai Juruselamat atau Penolong. Mengenal Yesus hanya sebagai Juruselamat atau Penolong akan membuat kita belum tentu mau mengikut Dia dan taat kepadaNya, karena itu berarti kita belum mengerti Kerajaan Allah. Justru, murid-murid (dan kita juga harus demikian) melihat Yesus adalah Tuhan atau Raja yang datang untuk mendirikan KerajaanNya, maka kita pasti akan terpanggil sebagai murid KerajaanNya.

Inilah yang banyak terjadi di dunia kekristenan sekarang ini. Kebanyakan orang belum mendapatkan pencerahan bahwa Yesus adalah Tuhan, sehingga mereka terpanggil sebagai murid Kerajaan yang sejati. Melalui perenungan Injil Markus ini, Tuhan akan menyatakan bahwa Dia adalah ‘Penguasa Hidup’ kita, sehingga kita akan ditarik untuk mengikuti Yesus menjadi penjala manusia (baca juga Lukas 5:1-11).

MELAKUKAN PEKERJAAN KERAJAAN ALLAH

Di dalam Injil Markus, Yesus memberikan contoh bagaimana Yesus sebagai Tuhan dan Guru kita melakukan pekerjaan Kerajaan Allah. Yesus menghadirkan Kerajaan Allah dengan mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Yesus memperluas Kerajaan Allah dengan memberitakan Injil Kerajaan, sehingga orang yang percaya dapat berpindah dari Kerajaan gelap masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebagai pemagangnya, ke-12 murid mengikuti Yesus untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan Tuhan dan Gurunya. Mereka diutus oleh Yesus berdua-dua untuk mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan memberitakan Injil. Bukan hanya itu, di akhir kitab Injil Markus tercatat bahwa ternyata Yesus juga memanggil semua orang percaya di seluruh dunia untuk menjadi murid KerajaanNya.

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke Surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” (Markus 16:15-20 TB)

MENJADI PENJALA MANUSIA

Apakah pekerjaan Kerajaan Allah itu? Jelas, menjadi penjala manusia. Ketika Yesus memanggil ke-12 murid-muridNya, Dia memberikan kepada mereka sasaran menjadi muridNya: untuk menjadi penjala manusia. Apakah artinya menjadi penjala manusia? Lihat jawabannya pada Amanat Agung yang Dia berikan kepada murid-muridNya sebelum Dia naik ke surga.

“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”” (Matius 28:18-20 TB)

Menjadi penjala manusia adalah melakukan empat hal: pergi, jadikan murid, baptis, dan ajarkan. Kita harus bersedia pergi diutus ke tempat Tuhan menaruh kita sehari-hari. Itulah ladang pekerjaan kita di dalam Kerajaan Allah. Setelah itu, kita harus menjadikan orang menjadi murid KerajaanNya. Proses menjadikan itu tentu panjang, tetapi langkah pertamanya adalah memberitakan Injil Kerajaan. Lewat pemberitaan Injil yang disertai dengan perbuatan baik dan pelayanan kuasa (mengusir setan, mengerjakan kesembuhan, bernubuat, dll.), orang yang mendengar akan menanggapi panggilan Kerajaan Allah. Setelah menanggapi panggilan Kerajaan Allah, mereka perlu dibaptis (air dan Roh). Kemudian, prosesnya harus dilanjutkan dengan pengajaran. Ajarkan mereka melakukan semua perintah Kristus. Perintah Kristus adalah tentang KASIH: mengasihi Allah, sesama, dan orang yang terhilang. Artinya, pada akhirnya kita harus mengajarkan orang tersebut untuk menaati Amanat Agung lagi. Inilah artinya menjadi penjala manusia. Mari kita mengingat kembali perumpamaan pukat yang menggambarkan penyelamatan jiwa-jiwa dalam Kerajaan Allah.

“Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,” (Matius 13:47-49 TB)

Di dalam Kerajaan Allah, kita semua dipanggil dalam misi penyelamatan manusia yang diumpamakan seperti nelayan yang menjala ikan. Ikan-ikan itu menggambarkan manusia yang dibawa masuk kedalam Kerajaan Allah. Bagaimana proses menjala ikan itu berlangsung? Apa yang digambarkan oleh Yesus adalah menjala, bukan memancing. Menjala adalah pekerjaan bersama, bukan sendirian (korporat, bukan individu). Setidaknya, diperlukan dua orang untuk menjala ikan. Itulah sebabnya, kita harus melakukan pekerjaan penyelamatan manusia ini melalui Kompak (2-3 orang). Selanjutnya, penjala pergi ke tempat ikan berada, sedangkan pemancing pasif saja menunggu ikan memakan umpan di kailnya. Penjala juga menggunakan jaring sebagai alat untuk menangkap banyak ikan sekaligus, bukan seperti pemancing yang menggunakan pancing untuk menangkap ikan satu per satu saja. Inilah Injil Kerajaan yang menyelamatkan orang yang percaya. Setelah tertangkap, ikan-ikan tersebut perlu diseleksi, dipisahkan dari sampah dan “ikan yang tidak baik”. Artinya, bagi orang-orang yang percaya, proses follow up perlu dilakukan. Inilah proses pertobatan dan baptisan (air dan Roh) yang “menyeleksi” ikan-ikan hasil tangkapan itu. Berikutnya, setiap ikan harus dibuat beradapatasi dengan lingkungan barunya, yaitu udara. Ikan-ikan harus diusahakan untuk berada di udara bukan hidup di air lagi. Demikian juga orang yang baru masuk ke dalam Kerajaan Allah harus diajar cara hidup dalam Kerajaan Allah dan cara meninggalkan gaya hidup kerajaan kegelapan. Dengan memahami perumpamaan tentang perbedaan proses menjala/menjaring ikan dengan proses memancing ikan, kita semakin jelas pula memahami artinya menjadi penjala manusia. Mari terus menjaga antusiasme menjadi murid Kerajaan Allah yang dilatih untuk menjala manusia!

2019-10-11T12:19:42+07:00