///Menjadi pribadi yang bertanggung jawab

Menjadi pribadi yang bertanggung jawab

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini?

 

Tanggung jawab membangkitkan seluruh potensi diri

Seorang ibu rumah tangga yang pekerjaannya sehari-hari mengurus anak dan mengatur rumah, suatu saat suaminya jatuh sakit dan mengalami kelumpuhan. Ekonomi keluarga menjadi morat-marit terserap biaya pengobatan. Beban keluarga yang begitu berat harus ditanggung ibu ini seorang diri, namun ia tidak putus asa. Dengan modal relasi dan kenalan yang cukup banyak, ia memulai usaha multilevel marketing produk pakaian, aksesori, dan kosmetik wanita. Tanggung jawab atas keluarga membuatnya berusaha keras, dan dengan sikap yang supel akhirnya ia sukses membangun jaringan. Ia berhasil mengembangkan potensi yang dimilikinya, karena menerima tanggung jawab atas keluarga.

 

Tanggung jawab menghasilkan ketabahan dan ketekunan

Menghadapi kesulitan hidup yang makin berat, seorang bapak penjual es merasa bahwa hanya lewat pendidikanlah ia mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Ia bertekad menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi. Dengan ketabahan dan ketekunannya yang lahir dari rasa tanggung jawab, ia berhasil mewujudkan mimpinya. Ketujuh anaknya berhasil menjadi sarjana dan saat ini sukses dalam karier mereka masing-masing.

Lalu, apa artinya bertanggung jawab? Bagaimana kita menjadi orang yang bertanggung jawab?

 

1. Berhenti menyalahkan situasi

Ketika ada masalah, hal spontan yang kita lakukan adalah mencari kesalahan. Rasanya  mudah sekali menyalahkan orang lain, keadaan, atau bahkan diri sendiri. Tetapi mari kita renungkan, menghakimi dan mempersalahkan hanya membenamkan kita dalam kubangan rasa kecewa dan kepahitan. Jika kita memutuskan berhenti bersikap menyalahkan, itulah titik balik untuk bangkit menyambut keadaan yang lebih baik.

 

2. Berani membuang semua “alasan” yang tidak berguna

Istilah “banyak alasan” timbul karena alasan memang bisa ada-ada saja dan apa saja bisa menjadi alasan. Suatu alasan berarti penolakan, sikap tidak bersedia dan tidak rela, yang menjerat kita dalam kelumpuhan secara mental. Kita pun terpuruk menjadi statis, pasif, dan pesimis. Ingat, tidak satu pun keberhasilan bisa dicapai selama kita masih “banyak alasan”.

 

3. Belajar berbenah jika ada kesalahan yang sudah dibuat

Kita semua tentu pernah melakukan kesalahan. Tetapi, apakah kita bisa mengambil hikmahnya dan membenahi konsekuensinya? Bertanggung jawab berarti kesediaan menerima segala risiko dan melakukan restitusi atau penggantian atas akibat yang ditimbulkannya.

 

4. Biasakan melakukan kewajiban dengan kemampuan terbaik

Tanggung jawab sepertinya “memaksa” kita untuk menghasilkan yang terbaik, namun memang ini adalah latihan yang efektif untuk menggali seluruh potensi dan kemampuan kita. Melaksanakan tugas dengan tekad mencapai target terbaik membuat kita lebih antusias dan termotivasi untuk lebih mengembangkan diri meraih sukses.

 

Tanggung jawab berjalan sejajar dengan kekuatan dan kemampuan, serta membangun ketabahan dan ketekunan ketika kita menghadapi tantangan di masa-masa sulit. Bertanggung jawab berarti membuka pintu peluang menuju kesuksesan.

2019-10-17T13:00:26+07:00