///Menjadi pribadi yang kreatif

Menjadi pribadi yang kreatif

Segala perbuatan berdampak yang dilakukan di dunia ini dimulai dari kreativitas

Sering kali, kita menganggap bahwa kreativitas hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Kita merasa kagum kepada para penemu, ilmuwan, seniman, dan desainer seperti Albert Einstein, James Watt, Leonardo da Vinci, Pablo Picasso, Wolfgang Amadeus Mozart, atau Gianni Versace.Kita mungkin bahkan mengidolakan mereka, namun kita kurang menyadari bahwa sesungguhnya kreativitas adalah potensi yang dimiliki semua orang. Sebenarnya, kreativitas bagaikan “sleeping beauty” atau putri tidur, yang harus dibangunkan dan dikembangkan agar terlihat keindahannya secara maksimal.

Yesus sendiri sangat kreatif. Ia kreatif dalam setiap tindakanNya, misalnya menyembuhkan orang sakit dengan berbagai cara yang berbeda. Yesus pun kreatif dalam komunikasi dan pendekatan relasi, karena menggunakan logika yang cerdas, tetapi juga memiliki empati illahi yang kuat sekali. Secara utuh, Yesus menunjukkan kreativitas yang luar biasa.

Kreativitas merupakan kemampuan pribadi seseorang dalam hal kognitif, afektif dan motorik, yang terekspresi secara unik dan orisinil. Kreativitas diaktifkan oleh pikiran dan imajinasi kita. Allah menjadikan kita sebagai ciptaan yang kreatif, sesuai gambarNya sendiri yang mahakreatif. Maka, kita pun mampu untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan luar biasa.

Pikiran kreatif tidak pernah menyerah terhadap masalah

Kreativitas adalah ciri yang membedakan seseorang dalam mencapai, menemukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Kreativitas membangun daya inisiatif dan inovasi kita, sehingga memampukan kita untuk menyelesaikan masalah sekalipun mungkin dianggap sangat sulit atau berada di luar kemampuan kita.

Hal-hal positif akan mengarahkan kita pada ide-ide dan solusi yang membangun. Sebaliknya, pikiran negatif mendorong sikap dan tindakan yang berdampak negatif pula.

Dunia kita semakin padat penduduknya, dan semakin penuh dengan masalah atau hal-hal negatif yang tak kunjung habis. Tetapi, pikiran kreatif takkan pernah menyerah terhadap masalah, sebaliknya justru akan semakin terpicu dan terdorong oleh masalah. Kreativitas akan menjadi kendaraan yang akan membawa kita ke tujuan dengan cara yang paling efektif, inovatif dan excellent.

Kreativitas adalah ekspresi hikmat yang timbul dari hati yang memiliki visi

Ada orang yang sangat kreatif secara alamiah, dan ada orang yang perlu dikembangkan kreativitasnya. Sikap kreatif lahir dari usaha pemenuhan berbagai tujuan atau visi, yang diawali dengan rasa ingin tahu yang besar serta keterbukaan terhadap hal-hal baru. Kreativitas juga didasari oleh sikap bersemangat dan keberanian mengambil risiko secara seimbang. Sekali lagi, setiap orang bisa dan memang kreatif, asalkan mau berusaha mengembangkan kreativitasnya.

1. Curiosity (rasa/sikap ingin tahu)

Rasa ingin tahu merupakan kodrat manusia. Itu adalah bagian penting dari proses pertumbuhan, perubahan dan pembelajaran setiap manusia. Kitab Amsal pun mengatakan bahwa kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. Sikap curiosity (ingin tahu) mendorong kita untuk maju dan berkembang, namun sebaliknya rasa suspicious atau curiga membuat kita terhambat dan akhirnya mengalami stagnasi. Kreativitas akan berkembang jika kita mampu mengembangkan curiosity dengan benar.

2. Openness (keterbukaan)

Rut adalah seorang wanita Moab, yang bersikap terbuka menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya. Meskipun seharusnya ia merasa pahit karena terpaksa menjadi janda di usia muda, namun ia memiliki respons yang positif. Ia menerima kebenaran dan memutuskan untuk mengikuti Naomi, mertuanya, meskipun untuk itu ia harus meninggalkan negeri, bangsa dan dewanya. Keterbukaan Rut mendorongnya untuk bertindak kreatif. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia lalu memungut jelai di ladang orang yang bermurah hati padanya. Rut juga menaati saran Naomi mengenai Boas. Akhirnya Rut menikah dengan Boas dan tercatat sebagai salah seorang leluhur Mesias. Keterbukaan membangun kreativitas yang terus-menerus dan up to date dengan kebutuhan.

3. Risk-taking-ness (kesiapan mengambil risiko)

Nama Columbus tercatat dalam sejarah sebagai penemu benua Amerika, tetapi Columbus sendiri tidak akan berhasil jika ia menolak risiko. Kesiapannya mengambil risikolah yang membuatnya berani bertindak dan mewujudkan kreativitas. Risiko bukanlah sesuatu yang harus dihindari, namun harus diperhitungkan. Justru dengan menghindari risiko, kita mendapat risiko lebih besar. Kita tidak melakukan apa-apa, tidak kehilangan apa-apa, namun tidak menjadi siapa-siapa dan tidak memberikan dampak apa-apa juga.

4. Enthusiasm (rasa antusias)

Orang yang bersemangat dapat lebih kuat menanggung penderitaannya. Sikap antusias membuat kita optimis dan tidak habis akal, dan sebaliknya, orang yang pesimis dan murung pasti sulit untuk berpikir positif sehingga mudah kehabisan kekuatan. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan mengintai tanah Kanaan, sepuluh pengintai memberi laporan negatif, tetapi Yosua dan Kaleb berpikir sebaliknya. Mereka antusias melihat prospek dan tidak berfokus pada masalah. Sikap antusias mendorong kita untuk memikirkan solusi, dan usaha untuk menemukan solusi adalah pemicu kreativitas yang manjur.

WORD OF WISDOM:
Kreativitas memastikan bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini

2019-10-17T13:11:25+07:00