///Menjadi pribadi yang menepati janji

Menjadi pribadi yang menepati janji

Tepat Janji Dimulai dari Kemauan

Ada orang-orang yang begitu mudah berjanji dan begitu mudah pula mengingkarinya. Saya pernah bertanya kepada salah satunya tentang mengapa dia berperilaku demikian. Dengan santai dia menjawab bahwa dia memang tidak pernah serius dengan apa pun yang dia katakan. Dengan kata lain, dia asal saja bicara. Kemauan untuk serius, kemauan akan tepat janji, adalah pilihan dan keputusan yang sengaja. Kemauan atau niat yang tegas sangat diperlukan agar kita sanggup memilih atau memutuskan untuk tepat janji. Seseorang yang meremehkan aspek kemauan ini biasanya akan mudah terombang-ambing oleh situasi. Mungkin dia mulanya tidak bermaksud untuk ingkar janji, tetapi kemauan yang lemah menjadi penyebab dirinya “terpaksa” tidak tepat janji.

 

Macam-Macam Penyebab Tidak Tepat Janji

Jangan terlalu mudah berjanji, karena kita harus sungguh-sungguh berupaya menepatinya nanti. Jika ternyata kita sulit menepati janji, penguasaan diri dilakukan dengan penguasaan kondisi emosional kita. Kondisi diri yang emosional adalah penyebab ingkar janji. Situasi yang berubah dan tidak terkontrol sering kali menyebabkan kita gagal mengendalikan kondisi emosional, sehingga tidak mampu tepat janji. Berikutnya, ketidakseriusan dan sikap menyepelekan pun adalah penyebab kita mudah ingkar janji. Atau yang lebih parah, sebuah kesengajaan atau niat untuk ingkar janji. Kesengajaan atau niat negatif yang telah direncanakan ini adalah penyebab yang terberat. Ketahui penyebabnya pada diri kita, karena tidak tepat janji bisa diantisipasi dengan menemukan penyebabnya.

 

Setiap Orang Mampu Tepat Janji

Ibu Teresa adalah pahlawan bagi bangsa India, salah satunya terutama karena beliau adalah orang yang tepat janji. Ibu Teresa yang kini telah dinobatkan oleh Gereja Katolik sebagai Santa ini adalah pemegang komitmen yang konsekuen dengan apa yang diucapkannya. Salah satu ucapannya adalah, “Kita bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak mungkin mengasihi tanpa memberi.” Inilah janjinya yang beliau tepati selalu, dengan mendedikasikan hidupnya bagi orang-orang yang paling malang dan papa di India. Kita pun mampu untuk tepat janji dengan membuat komitmen yang kuat untuk menepati janji kita.

“Dan Engkau telah menepati janjiMu, karena Engkau benar.” (Nehemia 9:8)”

2019-10-17T12:37:05+07:00