///Murid Sejati, Tak Terguncangkan

Murid Sejati, Tak Terguncangkan

Pada akhir tahun yang lalu, Tuhan mengingatkan saya tentang semakin dekatnya kita pada kedatangan Yesus yang kedua kali. Kemudian, Tuhan juga memberikan kepada saya sebuah ilustrasi tentang proses yang sedang terjadi masa kini. Tuhan mengingatkan bahwa salah satu hal terutama yang sedang terjadi pada akhir zaman ini adalah proses atau pemurnian terhadap Gereja, yang sering digambarkan dalam Alkitab sebagai proses “penampian”.

 

Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” – Lukas 3:17, TB

 

 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.– Lukas 22:31-32, TB

 

Lukas 3:17 menjelaskan bahwa tujuan penampian gandum yang pertama adalah untuk memisahkan gandum (murid sejati/orang percaya) dari debu atau sekam jerami (murid palsu/orang percaya palsu). Selanjutnya, di dalam injil yang sama dijelaskan pula bahwa tujuan kedua dari penampian adalah untuk memurnikan (menguji) iman murid sejati atau orang percaya sejati. Proses yang digambarkan itu sama dengan proses penampian padi di Indonesia. Pertama-tama padi ditampi untuk memisahkan padi asli (yang berisi beras) dari padi palsu (padi kosong, yaitu kulitnya saja, yang disebut sekam). Setelah itu, proses kedua adalah padi asli tadi ditumbuk lalu ditampi lagi untuk memisahkan isi beras dari kulit/sekamnya. Demikianlah Firman Tuhan menggambarkan proses pemurnian Gereja pada akhir zaman.

 

 

Guncangan Membawa Pemurnian atas Gereja

 Ada dua bagian Firman Tuhan tentang proses yang terjadi pada akhir zaman yang akan kita bahas dan saya bagikan dari pewahyuan yang Tuhan berikan. Kedua bagian tersebut menjelaskan persis kedua proses di atas, yaitu pemisahan dari murid palsu serta pemurnian/pengujian iman murid sejati. Bagian yang pertama dapat kita lihat penjelasannya dalam Ibrani pasal 12, yaitu tentang bagaimana guncangan membawa pemurnian atas Gereja.

 

Waktu itu suara-Nya mengguncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: ‘Satu kali lagi Aku akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.’ Ungkapan ‘satu kali lagi’ menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat diguncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak terguncangkan.” – Ibrani 12:26-27, TB

 

“Oleh karena itu, dengan menerima kerajaan yang tidak terguncangkan, kita memiliki anugerah yang olehnya kita dapat beribadah dengan berkenan kepada Allah, disertai kerendahan hati dan hormat. Sebab Allah kita adalah juga api yang menghanguskan.” – Ibrani 12:28-29, MILT (2008)

 

Kita dapat menyaksikan apa yang terjadi hari-hari ini berkaitan dengan guncangan-guncangan yang telah dinubuatkan dalam Ibrani pasal 12. Dikatakan bahwa waktu hukum Taurat diberikan Allah kepada Musa, bangsa Israel mengalami guncangan di bumi (Gunung Sinai bergetar, guruh dan kilat muncul, awan kemuliaan terlihat, bunyi sangkakala terdengar; Kel. 19:1-25). Namun, suatu saat guncangan akan terjadi bukan hanya di bumi, melainkan di langit juga. Itulah guncangan-guncangan yang terjadi ketika murka Allah (tujuh sangkakala/cawan murka Allah) dijatuhkan atas orang-orang yang tidak mau percaya dan memberontak terhadap Allah (Mat. 24:29-31).

 

Sejak guncangan di Sinai itu sampai kedatangan Yesus yang kedua, akan ada guncangan-guncangan di bumi ini. Kita semua akan mengalaminya. Namun, ada satu hal yang telah dijamin bagi orang-orang percaya sejati, yaitu bahwa orang percaya sejati tidak akan binasa karena guncangan. Orang percaya sejati akan terluput dari murka Allah.

 

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,” – 1 Tesalonika 5:9, TB

 

Semakin dekat kita dengan kedatangan Yesus, semakin keras pula guncangan yang terjadi di bumi. Kita dapat melihat dalam Matius 24:3-31 guncangan-guncangan yang akan terjadi dalam kehidupan manusia di bumi ini:

  1. guncangan iman lewat penyesatan (Mat. 24:4-5);
  2. guncangan politik/bangsa-bangsa berupa peperangan (Mat. 24:6-7a);
  3. guncangan ekonomi dalam bentuk kelaparan dan kesulitan ekonomi (Mat. 24:7b);
  4. guncangan alam berupa kematian karena bencana alam dan wabah penyakit menular (Mat. 24:7c);
  5. guncangan lewat aniaya/penderitaan besar selama zaman antikristus 3,5 tahun (Mat. 24:9-28);
  6. guncangan kosmis dalam bentuk anomali matahari menjadi gelap, bulan menjadi darah, dan bintang berjatuhan (Mat. 24:29a);
  7. guncangan langit ketika ketujuh sangkakala/cawan murka Allah ditiup/dicurahkan, yang kemudian diikuti dengan kedatangan Yesus kembali (Mat. 24:29b-31).

 

Ketika berbagai guncangan itu terjadi, banyak orang Kristen palsu/murid palsu akan murtad dan mengikuti ajaran-ajaran sesat/antikristus. Orang Kristen sejati mungkin saja tertipu oleh ajaran-ajaran sesat tersebut, tetapi karena Yesus terus-menerus mendoakan meraka, mereka pada akhirnya akan bangkit dan sadar dari ajaran-ajaran sesat tersebut (Luk. 22:31-32).

Kemudian, kita dapat melihat prinsip yang sama berlaku terhadap orang percaya sejati/murid sejati. Di dalam Alkitab versi terjemahan MILT (Modified Indonesian Literal Translation) dikatakan, “Oleh karena itu, dengan menerima kerajaan yang tidak terguncangkan, kita memiliki anugerah yang olehnya kita dapat beribadah dengan berkenan kepada Allah, disertai kerendahan hati dan hormat.” Ini berarti kita telah menerima Kerajaan Allah (telah lahir baru; Yoh. 3:3-5), maka selama kita tetap hidup dalam Kerajaan Allah, kita pasti menerima anugerah yang akan memampukan kita hidup beribadah dengan cara yang benar dan dalam takut dan gentar sehingga hidup kita tidak akan pernah terguncangkan.

  

Lewat Guncangan Murid Sejati Bersinar Seperti Bintang

 Bagian kedua dalam proses pemurnian pada akhir zaman ini adalah dari ayat-ayat Alkitab dalam Daniel pasal 12.

 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Daniel 12:1-3, TB

 

Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: ‘Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!’ Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: ‘Tuanku, apakah akhir segala hal ini?’ Tetapi ia menjawab: ‘Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orangorang bijaksana akan memahaminya.’” – Daniel 12:7-10, TB

 

Sekali lagi, kita dapat melihat bahwa Daniel pasal 12 menyatakan hal yang sejalan dengan proses penampian terhadap Gereja. Di situ kita dapat melihat bahwa orang fasik akan semakin fasik dan tidak dapat memahami rencana Tuhan pada akhir zaman. Salah satu penjelasan yang dapat ditemukan tentang definisi orang fasik menurut Alkitab berkata, “Orang fasik menurut Alkitab adalah mereka yang berdosa, tetapi tidak mau mengakui dosanya. Secara tidak langsung, itu artinya orang tersebut tidak beriman. Selalu mengetahui keberadaan Tuhan, tetapi enggan mematuhi Firman-Nya.” (https://m.kumparan.com/berita-hari-ini/orang-fasik-menurut-alkitab-beserta-ciri-cirinya-yang-terlihat-1xrpIcyszI9). Demikianlah, orang fasik mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi hidupnya tidak menunjukkan buah-buah Roh Tuhan. Dengan kata lain, mereka adalah Kristen palsu atau murid palsu. Pada akhir zaman, lewat guncangan-guncangan yang terjadi Tuhan akan memisahkan Kristen/murid-murid palsu dari Kristen/murid sejati. Itulah pemurnian yang pertama. Kemudian, Tuhan juga akan memurnikan orang Kristen/murid sejati. Akan terjadi proses “disucikan, dimurnikan, dan diuji”. Namun, bagi orang Kristen/murid sejati, justru proses pemurnian tersebut tidak akan membinasakan mereka, sebaliknya akan membuat mereka semakin murni dan bertumbuh semakin serupa Kristus. Mereka akan bersinar makin terang bagaikan bintang di langit.

 

Lalu, siapakah yang pada akhir zaman akan bertahan terhadap guncangan dan pemurnian yang akan terjadi? Mereka adalah orang-orang yang disebut bijaksana. Siapakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang yang bukan hanya hidup benar, tetapi juga menuntun orang lain kepada kebenaran (Dan. 12:3). Mereka itulah murid-murid sejati, dan hanya murid sejatilah yang akan tetap tidak terguncangkan pada akhir zaman.

 

Bagaimana dengan kita masing-masing? Mari, pada akhir zaman ini kita berfokus menjadi murid sejati yang bertumbuh dan berbuah semakin serupa Kristus, agar kita mengalami kehidupan yang tak terguncangkan dan makin bersinar sesuai Firman-Nya.

2024-06-27T11:52:15+07:00