Dalam kehidupan pada akhir zaman menjelang kedatangan Yesus kembali ke bumi ini, banyak tantangan susul-menyusul terjadi, baik dari luar maupun dari dalam Gereja. Alkitab telah mengatakan bahwa akan ada guncangan-guncangan di dunia: guncangan rohani, guncangan politik, guncangan ekonomi, guncangan alam, guncangan sosial, bahkan akan ada guncangan langit ketika murka Allah dicurahkan (Mat. 24:3-29); yang datang dari luar Gereja. Di sisi lain, kita juga mengalami tantangan yang sangat berat dari dalam Gereja. Mari perhatikan perkataan Firman Tuhan tentang situasi ini.
“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: ‘Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.’ Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.” – Yudas 1:17-19, TB
Pada akhir zaman akan tampil di dalam komunitas orang percaya (Gereja) pengejek-pengejek, yaitu orang-orang Kristen palsu yang hidup di dalam hawa nafsu kefasikannya. Jelas, mereka bukanlah orang Kristen yang sudah lahir baru, melainkan orang Kristen palsu yang menjadi pemecah belah dalam gereja. Mengapa di dalam Gereja akhir zaman terdapat orang-orang yang demikian? Dari ayat-ayat di awal surat Yudas ini kita dapat melihat penyebabnya: ajaran dari guru-guru palsu yang sesat.
“Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.” – Yudas 1:4, TB
Ajaran palsu atau sesat yang menyusup ke dalam Gereja pada akhir zaman adalah ajaran-ajaran yang menyalahgunakan kasih karunia untuk melampiaskan hawa nafsu, dan dengan demikian juga menyangkal Yesus sebagai satu-satunya Penguasa dan Tuhan. Ajaran-ajaran demikian tidak menyangkal Yesus sebagai manusia yang baik, guru yang baik, nabi yang baik, penolong yang baik, tetapi Yesus bukan disembah sebagai satu-satunya Penguasa dan Tuhan. Atau, ada pula ajaran-ajaran yang meyakini Yesus sebagai salah satu “tuhan” dari banyak “tuhan-tuhan” yang lain. Pada intinya, dalam ajaran-ajaran palsu itu. Yesus bukan satu-satunya Penguasa Tunggal atas manusia di dunia ini. Sebagian contohnya adalah ajaran-ajaran liberal yang disebut Kristen progresif, dan lain-lain, yang sering pula bercampur dengan ajaran-ajaran yang bersifat hypergrace atau cheap grace, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk berbuat dosa. Ada ajaran-ajaran yang anti disiplin rohani, anti pertobatan, anti mengaku dosa, antinomianisme (anti hukum Taurat), dll. Dengan ajaran-ajaran itu, muncullah pula di dalam Gereja begitu banyak “Kristen-kristen palsu”, yang disebut pengejek-pengejek, pemecah belah, yang hidup tanpa Roh Kudus.
Siapakah yang dapat bertahan dan menang?
“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.” – Yudas 1:20-23. TB
Menghadapi serbuan ajaran sesat dan pengajar palsu, siapakah orang-orang yang dapat bertahan dan bahkan menang? Tentu, murid Kristus yang sejati. Namun, apa yang perlu dilakukan oleh setiap murid sejati untuk bertahan dan menang? Yudas di bawah tuntunan Roh Kudus menyampaikan kepada kita hal-hal apakah yang harus kita lakukan sebagai murid sejati agar kita tidak terseret oleh pengajaran sesat dan demi menolong Gereja dimurnikan dari pengaruh sesat.
- Membangun manusia roh di atas dasar pengajaran rasul-rasul yang kokoh (ay. 20)
“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” – Yudas 1:20, TB
Kita sebagai murid Kristus harus senantiasa membangun manusia roh dengan merenungkan serta melakukan Firman Tuhan (pengajaran rasul-rasul) dan senantiasa berdoa dalam roh. Pengajaran rasul-rasul adalah Firman Tuhan yang sehat dan benar. Dengan pengajaran rasul-rasul, manusia roh kita dibangun menjadi semakin kuat karena kita senantiasa dipimpin oleh Roh, sehingga tidak akan dikuasai oleh keinginan-keinginan daging yang menggoda melalui berbagai ajaran sesat.
- Memelihara kasih di dalam komunitas gereja yang terikat janji (ay. 21)
“Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” – Yudas 1:21, TB
Adalah mustahil kita dapat memelihara kasih jika kita tidak setia mempraktikkan gaya hidup komunitas yang terikat janji. Janganlah membiasakan diri meninggalkan pertemuan komunitas gereja. Sebaliknya, kita harus semakin giat melakukan usaha saling mendorong dalam kasih (Ibr. 10:24-25).
- Menjangkau jiwa-jiwa yang lemah, ragu-ragu, yang belum diselamatkan (ay. 23)
“Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api.Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.” – Yudas 1:22-23, TB
Selain membangun dan menjaga diri sendiri bersama komunitas, kita juga perlu bekerja keras untuk menyelamatkan orang-orang yang lemah, yang ragu-ragu, yang belum diselamatkan. Mereka itulah orang-orang yang dapat dijangkau dan dimuridkan sehingga dibangun menjadi murid-murid Kristus yang tangguh pula, yang siap menantikan kedatangan-Nya kembali.
Tiga hal di atas merupakan gaya hidup murid Kristus sejati. Kita dapat melihat petunjuk Firman Tuhan (ay. 20-23), bahwa bila kita semua mempraktikannya bersama-sama, kita mendapatkan jaminan hidup yang berkemenangan, termasuk dalam menghadapi ajaran sesat dan pengajar palsu yang gencar menyerang Gereja pada akhir zaman. Mari lakukan gaya hidupnya, dan alami kemenangannya!
“Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juru Selamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.” – Yudas 1:24-25, TB