/, Teaching/Murid yang hidup dan berkuasa

Murid yang hidup dan berkuasa

Setelah selama satu bulan kita mempelajari dan merenungkan kitab Kisah Rasul, pada bulan ini kita melanjutkan materi renungan dengan surat Roma. Surat Roma ditulis oleh Paulus sebelum mengunjungi jemaat di kota Roma.  Pada waktu itu, jumlah anggota jemaat atau murid-murid di kota Roma bertambah banyak, dan mereka terdiri dari kumpulan yang berlatar belakang beragam, orang Yahudi dan bukan Yahudi. Karena tantangan dari perbedaan latar belakang kedua budaya, ditambah dengan tantangan hidup di kota Roma sebagai kota terbesar di dunia saat itu, Paulus merasa perlu membekali jemaat atau murid-murid secara khusus. Tantangan ini berupa konflik budaya secara internal maupun konflik budaya dengan budaya kota Roma sendiri, yang dipengaruhi oleh pandangan paganisme Romawi dan bertentangan dengan prinsip Kerajaan Allah. Akibatnya, terjadi “pengikisan” dan “pelunturan” iman murid-murid di kota itu.

Karena kebutuhan dan persoalan itulah, Paulus menulis surat yang berisi teologi keselamatan dalam Kerajaan Allah. Tujuannya adalah agar iman murid-murid diteguhkan dan bertumbuh. Dengan demikian, mereka tidak tercemar oleh budaya kota Roma yang tidak benar serta dapat menghadirkan kerajaan Allah di kota itu. Hal ini dapat kita lihat melalui tema pokok surat Roma di Roma 1:16-17: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman,’” (Roma 1:16-17).

Murid yang Benar Pasti Menjadi Murid yang Maksimal
Dari kitab Roma, kita bisa mempelajari cara menghadapi tantangan-tantangan zaman sekarang yang pada prinsipnya berusaha mengikis dan melunturkan iman kita sebagai murid Kristus. Dosa, okultisme, penyembahan berhala, LGBT, sekularisme, hedonisme, rasisme, ajaran-ajaran keliru/sesat tentang keselamatan, dan lain-lain, semuanya ini bisa ditangkal jika kita sungguh-sungguh mempelajari dan mempraktikkan dengan tekun isi surat Roma ini.

Dahulu, kita menghadapi tantangan pada saat awal dipanggil menjadi murid Kristus, tetapi ada pula tantangan yang lebih besar lagi yang harus kita hadapi setelah menjadi murid Kristus. Kita perlu tetap bertekun dalam iman dan bertumbuh secara maksimal sebagai murid Kristus. Pada saat itulah Tuhan mempercayai kita sebagai murid Kristus untuk memenangkan jiwa. Namun, jika kita tidak memperlengkapi jiwa-jiwa baru ini dengan ajaran keselamatan yang benar sebagaimana terdapat dalam surat Roma ini, mereka tidak akan bertumbuh secara maksimal. Mereka akan terus menjadi orang yang jatuh-bangun atau bahkan tidak lagi mau mengikuti Yesus.

Dalam pertumbuhan menjadi murid yang benar, kita pasti akan hidup dan berkuasa. “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus,” (Roma 5:17). Jelaslah, jika kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, kita akan hidup dan berkuasa. Kata “hidup” di sini adalah “zoe” yang berarti “hidup yang berasal dari Kristus”. Itulah hidup kekal yang berkelimpahan (Yoh. 10:10). Oleh kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran itu pulalah, kita dijadikan berkuasa. Dalam bahasa Yunani, ini berarti kita memerintah sebagai raja.

Mari, praktikkan kebenaran ini, maka kita akan memerintah bersama Kristus, berkuasa atas semua musuh-musuh dan tantangan hidup yang menyerang. Hanya orang yang mempraktikkan kebenaran inilah yang menjadi murid sejati dan bertumbuh maksimal. Selamat bertumbuh bersama!

 

2020-04-22T14:40:54+00:00