//Navigating The Waves of Modern Information as Christians (在当今信息洪流中成为一名基督徒)

Navigating The Waves of Modern Information as Christians (在当今信息洪流中成为一名基督徒)

We are now living in an era where information is available without limit. Ironically, in this era, many people lack true knowledge, let alone discernment. Many people seem to have a lot of information but process it blindly and without proper filtering. On top of that, the rise of social media has given a shiny platform for all to speak as they wish in the name of “freedom of speech,” yet often without any sense of responsibility for what they say.

我们现在生活在现代,信息无限泛滥。遗憾的是,在当今时代,很多人缺乏真知灼见,尤其是在辨别是非的能力上。许多人似乎知道很多信息,但却没有很好地去消化或过滤它。此外,社交媒体现在为每个人以 “言论自由” 的名义提供了一个平台和聚光灯,让他们随心所欲地发表言论,而往往对自己所说的话没有任何责任感。

Kita sekarang hidup di zaman modern, dengan banjir informasi yang tanpa batas. Sayangnya, di zaman sekarang ini, banyak orang kekurangan pengetahuan sejati, apalagi kemampuan membedakan benar dan salah. Banyak orang seolah-olah tahu banyak informasi tetapi tidak mencernanya dan tidak menyaringnya dengan baik. Selain itu, media sosial sekarang telah memberikan panggung dan sorotan bagi semua orang untuk berbicara sesuka hati atas nama “kebebasan berpendapat”, sering kali tanpa rasa tanggung jawab atas apa yang mereka katakan.

 

 

The same, tragically, goes for churches. These days, many churches and ministers do not refer to sound doctrines. Many people calling themselves “ministers” use social media platforms to share various interpretations of the scriptures, the more creative the better, leading to confusion about the accountability and reliability of these so-called truths. We are now in a time when we witness no misdirection is more dangerous than a “half-truth”—a “truth” that looks right but lacks Biblical integrity.

可悲的是,同样的事情也发生在教会身上。现今,许多教会和牧师并没有在健全的教义基础上服务。许多自称为 “神的仆人” 的人利用社交媒体分享对圣经的解释和分享,随着时间的推移,这些解释和分享变得越来越 “有创意”,以至于让人困惑他们所分享的 “真理”是否真实。并可信。我们现在看到,没有比 “半真半假” 更危险的欺骗了——看似 “真实” 但不符合圣经的教义。

Mirisnya, hal serupa juga terjadi pada Gereja. Saat ini, banyak gereja dan pendeta yang tidak melayani dengan dasar doktrin yang sehat. Banyak orang yang menyebut diri mereka “hamba Tuhan” menggunakan media sosial untuk berbagi penjelasan dan penafsiran Alkitab, yang makin lama makin “kreatif”, sampai-sampai menimbulkan kebingungan tentang “kebenaran” yang mereka sebarkan itu sungguh benar dan layak dipercaya. Kita sekarang menyaksikan bahwa tidak ada penyesatan yang lebih berbahaya daripada “setengah kebenaran”—sesuatu yang kelihatannya “benar” tetapi tidak Alkitabiah.

 

 

A half-truth contains elements of truth but is incomplete and thus misleading. These partial truths are particularly dangerous within the Christian community because they can be mistaken for full truths, leading believers astray. It is common to see preachers or ministers selectively quoting Bible verses, taking passages out of context, or emphasizing certain aspects of God’s characters while ignoring others, building a comfortable doctrine out of it, contributing to the spread of half-truths.

半真半假的事实包含事实的成分,但不完整或不完整,因此具有误导性。这些半真半假的事实在基督徒群体中非常危险,因为它们可能被误解为完整的真理,从而使信徒误入歧途。许多传道人或牧师随意选择圣经经文来引用,断章取义,或者只强调神的某些属性而忽略神的其他属性,从这些经文中传播方便的教导,并参与了传播半真半假的真理。

Setengah kebenaran mengandung unsur kebenaran tetapi tidak lengkap atau tidak utuh, sehingga menyesatkan. Kebenaran yang separuh-separuh ini sangat berbahaya dalam komunitas Kristen karena bisa disalahartikan sebagai kebenaran utuh, sehingga menyesatkan umat beriman. Banyak pengkhotbah atau pendeta asal memilih ayat-ayat Alkitab untuk dikutip, mengambil ayat-ayat di luar konteks, atau menekankan beberapa sifat Tuhan saja sambil mengabaikan sifat Tuhan yang lain, menyebarkan ajaran yang nyaman dari ayat-ayat tersebut, dan ikut menyebarkan setengah kebenaran.

 

 

However, misdirection of truth is not something new; it has occurred throughout history, even in the days of Jesus. Many Jewish rabbis and the Pharisees misdirected the truth, leading people away from understanding God as both loving and just. Instead, they focused on God’s justice and punishment, ignoring His love. Today, we encounter similar teachings that sway God’s people to one extreme while ignoring the other.

然而,歪曲事实并不是什么新鲜事。这在整个历史上都曾发生过,甚至在耶稣时代也是如此。许多犹太拉比和法利赛人误导了真理,使人不明白神是一位慈爱、公义的神。相反,他们只关注神的公义和惩罚,而忽略了神的爱。现今,我们遇到类似的教导,将上帝的子民引向一个极端,而忽视另一个极端。

Namun, penyesatan kebenaran bukanlah sesuatu yang baru; hal itu telah terjadi sepanjang sejarah, bahkan pada zaman Yesus. Banyak rabi Yahudi dan orang Farisi yang salah mengarahkan kebenaran, sehingga membuat orang tidak memahami Tuhan sebagai Tuhan yang pengasih dan adil. Sebaliknya, mereka berfokus pada keadilan dan hukuman Tuhan saja, dan mengabaikan kasih-Nya. Saat ini, kita menjumpai ajaran-ajaran serupa yang mengarahkan umat Tuhan ke satu titik ekstrem saja dan mengabaikan ekstrem lainnya.

 

 

Now, what do we do as Christians in such a time as this? Well, we believers must never ignore the importance of going deeper in understanding the Word of God. We should learn from the people of Berea (Acts 17:11), who were described as “more open-minded” because they carefully examined the scriptures to verify Paul’s teachings. Like eating food, they didn’t just “swallow” Paul’s teaching but “chewed” on it first, mentally churn and digest what they consume, building their critical thinking to truly understand what the Scripture said.

那么,作为基督徒,在这种时候我们应该做什么呢?我们信徒绝不能忽视更深入地理解神的话语的重要性。我们应该向庇哩亚人学习(使徒行传 17:11),他们被描述为 “思想比较开放”,因为他们仔细研究圣经来验证保罗的教导。就像吃饭一样,他们不只是 “吞下” 保罗的教导,而是要先 “咀嚼”,用健康的头脑搅拌和消化食物,训练他们的批判性思维,真正理解经文所说的内容。

Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen di saat seperti ini? Kita orang percaya tidak boleh mengabaikan pentingnya memahami Firman Tuhan lebih dalam. Kita harus belajar dari penduduk Berea (Kisah Para Rasul 17:11), yang digambarkan sebagai orang yang “lebih berpikiran terbuka” karena mereka dengan cermat memeriksa kitab suci untuk memverifikasi ajaran Paulus. Ibarat makan, mereka tidak sekadar “menelan” ajaran Paulus, tetapi “mengunyah” terlebih dahulu, mengaduk dan mencerna makanan itu dengan pikiran yang sehat, melatih pikiran kritis mereka untuk benar-benar memahami apa yang dikatakan kitab suci.

 

 

Equally important, Christian believers should always ensure they are part of the right community. The right community helps us grow more mature in our spirituality. Such a community doesn’t just read the Bible as an activity, but also deepens its understanding through healthy discussions. The right community also dares to remind each other of their wrongdoings while avoiding a judgmental attitude.

同样重要的是,基督徒必须始终确保他们是正确社区的一部分。正确的社区可以帮助我们在灵性上变得更加成熟。像这样的社区不只是将阅读圣经作为一种活动,而且还通过健康的讨论加深对圣经的理解。真确的社区还敢于互相提醒对方的错误,同时避免做出论断。

Sama pentingnya dengan itu, umat Kristen harus selalu memastikan diri menjadi bagian dari komunitas yang tepat. Komunitas yang tepat membantu kita tumbuh lebih dewasa secara rohani. Komunitas seperti ini tidak sekadar membaca Alkitab sebagai sebuah kegiatan, tetapi juga memperdalam pemahamannya melalui diskusi yang sehat. Komunitas yang benar juga berani saling mengingatkan kesalahan sambil tetap menghindari sikap menghakimi.

 

 

A healthy Christian community provides a framework for discussing, questioning, and interpreting scripture together, ensuring a balanced and comprehensive understanding. It offers accountability, protecting everyone from developing skewed interpretations based on half-truths. A community can challenge and correct these interpretations, which then facilitates a more accurate understanding of scripture.

一个健康的基督教社区提供了一个共同讨论、提问和解释经文的论坛,以便每个人都能获得平衡和完整的理解。在这样的社区中,存在相互负责任,还可以保护每个人免受基于半真半假的歪曲解释。这个社区还挑战并纠正每个人的解释,以便对经文有更准确的理解。

Komunitas Kristen yang sehat menyediakan wadah untuk berdiskusi, bertanya-jawab, dan menafsirkan kitab suci bersama-sama, sehingga semua orang di dalamnya memperoleh pemahaman yang seimbang dan utuh. Di dalam komunitas seperti itu ada saling bertanggung jawab, yang melindungi setiap orang dari penafsiran yang menyimpang berdasarkan setengah kebenaran. Komunitas ini juga menantang dan mengoreksi penafsiran setiap orang, sehingga muncul pemahaman kitab suci yang lebih akurat.

 

 

In an era of limitless information like where we live, the spread of half-truths presents a significant challenge to the integrity of Christian doctrines. Upholding the full truth of the gospel requires a commitment to continuous learning and discernment, and to ensure that the faith remains grounded in its integrity. We cannot leave ourselves out from having a supportive and theologically sound community, which then will provide us with accountability needed to navigate the various modern information while staying true to the core foundations of Christianity.

在当今信息无限泛滥的时代,半真半假的信息传播对基督教教义构成了重大挑战。坚持福音的真理意味着我们必须保持承诺,不断地研究神的话语,以确保我们的信仰始终建立在正确的基础上。我们也不能忽视一个支持性的和、神学上健全的社区,作为我们彼此负责的同时保持对基督教核心基础的忠诚的地方,因为这是面对当今摩登时代信息洪流所必需的。

Pada zaman banjir informasi yang tidak terbatas seperti yang kita alami saat ini, penyebaran informasi yang setengah benar menjadi tantangan besar terhadap doktrin-doktrin Kristen. Menjunjung tinggi kebenaran Injil berarti kita harus menjaga komitmen untuk selalu belajar Firman Tuhan terus-menerus, demi memastikan bahwa iman kita tetap berpijak pada dasar yang benar. Kita juga tidak bisa mengabaikan komunitas yang mendukung dan sehat secara teologis, sebagai wadah kita saling bertanggung jawab sambil tetap setia pada dasar inti kekristenan, karena hal itu diperlukan untuk menghadapi banjir informasi pada zaman modern ini.

 

 

 

Until the end comes, there in the full truth we should remain. Until Jesus returns.

在最后一点到来之前,我们必须继续活在完全的真理中。直到耶稣再来。

Sampai titik akhir kelak tiba, kita harus tetap hidup di dalam kebenaran yang utuh. Sampai Yesus datang kembali.

2024-06-27T12:48:26+07:00