///New Spirit with a New Mindset

New Spirit with a New Mindset

Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah–yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.” (Roma 12:2, BIS-1985)

 

Memasuki tahun yang baru, manusia pada umumnya selalu membawa harapan dan semangat yang baru. Dengan berbekal sebuah resolusi yang baru saja dibuat atau diperbaharui di akhir tahun sebelumnya, kita semua berharap bahwa resolusi itu akan terwujud nyata di tahun yang baru kita masuki ini. Mungkin ini adalah sebuah resolusi yang benar-benar baru, atau tidak sedikit juga yang merupakan pengulangan atau pembaharuan dari resolusi tahun lalu yang belum terwujud. Apa pun isi resolusi itu, tahun baru menjadi waktu yang terbaik, yang tepat, yang kita yakini sebagai momentum untuk terwujudnya harapan menjadi kenyataan.

 

 Spirit is a strength – Semangat adalah sebuah kekuatan

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Ams. 18:14). Firman Tuhan menunjukkan kepada kita betapa pentingnya “semangat”. “Semangat” ialah sebuah kekuatan yang dahsyat; bahkan penderitaan pun bisa ditanggung oleh orang yang bersemangat. Kita pun harus memiliki “semangat” yang menjadi kekuatan ini, dan setelah memilikinya kita harus tetap menjaganya.

 

“Semangat” menjadi modal awal dalam mewujudkan resolusi yang sudah kita buat. “semangat” bagaikan pasokan daya listrik bagi lampu agar tetap menyala dan mengalahkan kegelapan, atau bagi barang-barang elektronik untuk tetap berfungsi sebagaimana rancangannya. “Semangat” bagaikan baterai bagi sebuah ponsel agar tetap bisa menerima panggilan telepon maupun melakukan fungsi-fungsi lainnya. Seperti sebuah ponsel mahal dan canggih yang kehilangan segala kemampuannya ketika daya di baterai habis, demikianlah kehidupan kita tanpa “semangat”.

 

 

Mindset is the drive – Pola pikirlah yang menggerakkan kita

Pola pikir kita (atau kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah gabungan dari seluruh keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat, dan pemikiran kita — tentang diri kita sendiri, orang lain, dan bagaimana kehidupan berjalan. Pola pikir ialah saringan kita gunakan untuk menafsirkan segala sesuatu yang kita lihat dan alami. Pola pikir kita membentuk kehidupan kita dan menarik kepada diri kita hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti dari pola pikir itu. Bagaimana pola pikir kita menentukan ke mana kehidupan kita bergerak. Pola pikir menggerakkan kehidupan kita.

 

Kita menyikapi, bereaksi terhadap, dan pada kenyataannya menciptakan “dunia” atau “alam kehidupan” kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kitalah yang memberi tahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, serta mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Contohnya, kita mungkin memiliki pola pikir (karena berbagai pengalaman sebelumnya) yang memberi tahu kita, “Kehidupan ini sangat keras; kita harus berjuang bahkan sekadar untuk hidup pas-pasan.” atau kita mungkin memiliki pola pikir yang “lebih positif” seperti, “Aku punya kemampuan yang hebat. Aku pasti berhasil, apa pun rintangan dan kesulitannya!” Hasil dari masing-masing pola pikir terlihat dari kehidupan masing-masing individu.

 

Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak. Setiap pola pikir menggerakkan cara hidup tertentu dan membuahkan hasil yang nyata, entah kita menyadari pola pikir itu maupun tidak. Pola pikir bahwa kehidupan ini sangat keras dan kita harus berjuang bahkan sekadar untuk hidup pas-pasan akan menggerakkan cara hidup biasa berjuang dan bekerja keras; tetapi juga yang serba kesulitan dan merasa tak mungkin lepas dari perjuangan serta kondisi pas-pasan. Di sisi lain, pola pikir bahwa diri sendiri punya kemampuan hebat dan pasti berhasil apa pun rintangan atau kesulitannya akan menggerakkan cara hidup yang pantang menyerah dan percaya diri; tetapi juga yang alergi terhadap kegagalan dan cenderung berani melakukan segala cara demi keberhasilan. Kita tidak perlu menyadari keberadaan sebuah pola pikir; kita hanya perlu melihat cara hidup kita dan hasil-hasilnya. Hasil yang kita alami dan peroleh dalam kehidupan kita pasti sesuai dengan pola pikir yang kita yakini.

Pola pikir menggerakkan perilaku dan kehidupan kita. Maka, kita harus memiliki pola pikir yang benar untuk menghasilkan perilaku yang benar dan kehidupan yang maksimal.

 

 

New mindset creates changes – Pola pikir yang baru menciptakan perubahan

Bagaimana kita dapat memiliki pola pikir yang baru, yang menciptakan perubahan perilaku dan cara hidup?

  1. Think out the box (berpikir secara kreatif di luar kebiasaan)

Umumnya, kita terbiasa berpikir lazim dan logis, dengan pola “belajar” atau pemahaman yang sistematis dan runut, sehingga tanpa sadar kita menciptakan sebuah kotak pemikiran yang rapi dan teratur lalu kita terus-menerus berdiam di dalam kotak itu. Perubahan pemikiran menjadi “out of the box” berarti berpikir di luar kebiasaan, di luar kelaziman dan rutinitas, dengan pikiran yang kreatif dan ide-ide baru.

 

  1. Be up to date at the moment (sesuai dengan waktu dan momentum)

Titik awal juga berarti momentum untuk melakukan sesuatu. Konsep waktu memiliki dua pengertian dalam bahasa Yunani: “kronos”, artinya dimensi rutin waktu, dan “kairos”, yaitu momentum waktu. Pembaharuan pikiran juga berarti kesesuaian dengan momentum ini, saat ini, dan tepat peluang.

 

  1. Stay in target (berada dalam target sasaran)

Tujuan yang jelas mendorong kita untuk segera bergerak mencapainya. Pemikiran yang diarahkan tetap pada sasaran akan mengembangkan imajinasi dan ide-ide baru untuk mengambil langkah awal yang sukses.

 

  1. Keep it under control (tidak lepas kendali)

Pikiran tidak dapat dibatasi; bisa mengembara ke mana saja sementara tubuh kita diam di tempat. Tanpa pengendalian pikiran yang sehat, kita akan terjebak dalam fantasi belaka. Pembaharuan budi juga berarti tetap dalam penguasaan diri, tidak membiarkan pikiran kita menjadi lepas kendali.

 

  1. Walk on the way of truth (berjalan dalam kebenaran)

Masing-masing orang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda, tetapi kebenaran adalah tetap. Hakikat pembaharuan budi adalah perubahan sikap berpikir ke arah yang lurus, benar, adil, suci, dan mulia sesuai dengan Firman Tuhan. Tetap berjalan dalam jalur kebenaran memastikan kita tiba pada tujuan akhir setelah segala prosesnya.

 

Dengan pola pikir yang telah diubahkan menjadi baru sesuai Firman Tuhan, kita akan semakin mengerti kehendak Tuhan, yaitu mana yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna. Inilah yang dimaksud dalam perkataan Firman Tuhan tentang pembaharuan budi dan mengetahui kehendak Allah.

 

Selamat tahun baru 2019. Mari kita mengawali tahun ini dengan semangat yang baru dan pola pikir yang baru, untuk menggerakkan cara hidup yang baru dan menghasilkan kehidupan yang gemilang.

2019-09-27T12:39:08+07:00