///Nilai Kerajaan Allah di tempat kerja

Nilai Kerajaan Allah di tempat kerja

 

1. Taat pada perintah Allah 
Seluruh isi firman Tuhan banyak bicara tentang ketaatan. Taat pada perintah Allah dalam bekerja akan mendatangkan dampak keamanan dan ketenteraman dalam pekerjaan itu. Imamat 25:18 menuliskan prinsipnya, “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku   serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.” Firman Tuhan juga banyak menuliskan bahwa ketika kita taat pada perintah-perintahNya, maka keberuntungan akan menyertai kita.

2. Rajin bekerja
Penulis Amsal menyuruh si pemalas belajar dari semut tentang bagaimana bekerja dengan rajin dan menyimpan makanan, sehingga kemiskinan tidak datang menyerang (Ams. 6: 6-11). Dalam Pengkhotbah 9:10 juga dituliskan bahwa “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Firman Tuhan sangat jelas dalam hal kerajinan bekerja ini, seperti dapat kita lihat bahwa bahkan Paulus menulis lebih keras lagi di 2 Tesalonika 3:6-13, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak perlu makan.

 

3. Menjaga baik-baik kepercayaan yang telah diberikan 
Nilai Kerajaan Allah ini tertulis pada Lukas 19:11-27 dalam perumpaan tentang orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola 10 talenta, 5 talenta dan 2 talenta.  Dikisahkan bahwa orang yang setia mengelola kepercayaan yang telah diberikan oleh tuannya akan diberikan kepercayaan yang lebih besar lagi. Bekerja adalah kegiatan “menjual” kepercayaan. Entah Anda bekerja pada orang lain atau memiliki bisnis sendiri, salah satu kunci kesuksesannya adalah membuat orang lain percaya kepada Anda. Semakin Anda dipercaya oleh orang lain, semakin Anda akan berhasil

 

4. Bekerja dengan semangat untuk memberi kualitas kinerja yang terbaik (spirit of excellence)
Paulus mengajar kita semua untuk memberikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan (1 Kor. 15:58), dan bekerja  dengan sepenuh hati, “seperti orang-orang yang melayani Tuhan, dan bukan manusia” (Ef. 6:7). Ketika kita bekerja dengan semangat untuk melakukan yang terbaik, akan ada upah yang akan kita terima. Dunia ini menghargai sesuatu yang excellent, yang melampaui rata-rata. Ketika sikap dan kinerja kita melampaui rata-rata, kita akan diperhatikan dan dicari-cari orang.

 

5. Bersikap murah hati 
Sikap murah hati perlu dipraktikkan pada bawahan, atasan, rekan kerja, maupun klien/customer Anda. Sama seperti Yesus, yang sudah memberikan teladan murah hati dan selalu memberi semua yang Ia miliki (2 Kor. 8: 9), Anda bisa bersikap murah hati dalam berbagai aspek di tempat kerja, mulai dari membantu mencarikan solusi bagi masalah pekerjaan bawahan, sampai membantu atasan Anda dengan berbagai ide-ide perbaikan, bahkan murah hati membantu orang-orang yang “menyebalkan” Anda di lingkungan kerja.

 

6. Mengasihi sesama 
Belajarlah mengasihi tanpa membedakan jabatan, tanggung jawab, dan kemampuan, dengan cara memperlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Jika kita tidak ingin disakiti, tentu saja orang lain juga tidak ingin kita sakiti. Jika kita senang diperlakukan dengan baik dan hormat, maka orang lain pun pasti senang diperlakukan demikian.Yesus berkata, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi…” (Mat.7:12 ). Kasih sendiri mencakup beberapa nilai, antara lain panjang sabar, tidak iri, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, hormat, mengampuni, tidak mendendam, dll. Mengasihi berarti berpikir dan bertindak sesuai dengan kebenaran ini, bukan merancangkan atau melakukan hal-hal yang buruk/negatif kepada orang lain. Inilah yang perlu kita lakukan saat bekerja sehari-hari, sebagai perwujudan nilai Kerajaan Allah tentang mengasihi sesama.

 

7. Berdoa
Menyatakan Kerajaan Allah di tempat kerja juga berarti kita berdoa untuk perusahaan, bawahan, atasan, rekan kerja, dan siapapun yang berhubungan dengan pekerjaan kita. Yesus pun sudah memberikan teladan dengan berdoa bagi murid-muridNya (Yoh. 17:9-10 – “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.”) Keberhasilan Abraham dan Ayub sebagai pengusaha yang sangat sukses di zamannya pun tidak lepas dari kehidupan doa. Begitu juga dengan Daniel, pejabat yang berkedudukan tinggi di empat masa pemerintahan yang berbeda, yang teratur berdoa tiga kali sehari kepada Tuhan. Lalu Daud, raja yang disebut namanya dalam Alkitab sebagai orang yang bukan hanya dekat dengan Tuhan namun juga berkenan di hatiNya, setiap saat memdoakan seluruh tanggung jawab kepemimpinan dan orang-orang yang dipimpinnya melalui mazmur-mazmurnya. Semua contoh dari tokoh-tokoh Alkitab ini menunjukkan pentingnya berdoa bagi kenyataan Kerajaan Allah di dalam pekerjaan kita.

 

Tujuh nilai di atas hanyalah sebagian kecil dari seluruh nilai Kerajaan Allah yang tertulis di Alkitab. Sebagai penutup, saya akan sedikit mengutip kisah dari suatu artikel tentang contoh konkret praktik nilai-nilai Kerajaan Allah dari buku “Anointed for Business” karya Ed Silvoso, agar kita melihat bahwa kita sebenarnya bekerja di Kerajaan Allah, bukan sekedar di perusahaan yang ada di dunia.

Seorang pengusaha Filipina memiliki bisnis berupa sebuah jaringan hotel. Sebuah hotel memiliki 1.600 kamar yang terdiri dari tiga bangunan. Hotel itu menjadi tempat prostitusi, dan 2.000 pegawai yang bekerja di hotel itu seringkali menjadi penghubung bagi para pria “hidung belang” dengan para pekerja seks komersial (PSK). Saat itu, diperkirakan ada lebih dari 3.000 PSK yang beroperasi. Suatu hari, salah seorang teman Ed Silvoso membagikan kiat untuk memenangkan mereka yang tersesat kepada si pengusaha pemilik hotel, maka ia pun melakukannya. Ia lalu mempekerjakan 40 orang pendeta di hotelnya dan meminta mereka untuk melakukan 3 hal:

1. Mengobrol dengan para “serigala”. Berkati mereka yang mengutuk.
2. Makan dan minum bersama dan menjadi teman bagi orang-orang berdosa. 
3. Doakan mereka dan kebutuhan mereka.

Para pendeta itu taat pada perintah itu. Mereka tidak pernah memberitakan Injil secara frontal, namun ketiga perintah tersebut dilakukan selama dua tahun. Hasil akhirnya adalah 2.000 pegawai bertobat, dan hotel itu naik peringkat menjadi level eksekutif, sehingga aktivitas prostitusi tersingkir karena tarif hotel yang menjadi lebih mahal. Kini aktivitas menara doa selama 24 jam setiap hari dilakukan di gedung itu, dan mereka yang butuh dukungan doa, cukup menekan angka 7 di telepon hotel. Dalam waktu dua tahun setelah itu, 10.000 tamu menerima Yesus sebagai Tuhan di hotel tersebut. Anda dapat mellihat bahwa Tuhan bisa membawa perubahan atas sebuah tempat kerja. (Sumber: Buletin “Fajar Pengharapan” – 23 September 2012)

2019-10-17T15:51:57+07:00