//No More Spoon-feeding! (还在喂食?)

No More Spoon-feeding! (还在喂食?)

Have you ever seen babies being spoon-fed by their parents? It’s a cute sight, right? Messy, often, but sweet… It doesn’t look all neat and clean, but everyone who has babies (or has dealt with babies) would understand that such is the baby’s learning process, and it’s necessary. Now, imagine a boy or a girl, maybe even a teenager, being spoon-fed… Not so cute, eh? Such sight will certainly raise many questions in our minds, which all can lead to a conclusion of abnormality. Only babies or young toddlers are supposed to be spoon-fed.

你见过父母用勺子喂婴儿的吗? 这是一个奇特而有趣的景象,不是吗? 经常乱七八糟,但很甜美……看起来一点也不干净整洁,但是任何曾经生过孩子(或照顾过婴儿)的人都知道这是婴儿学习的方式,学习是必要的。 现在,想象一个男孩或女孩,甚至可能是一个十几岁的少年,用勺子喂食……这不可笑,是吗? 这样的景象肯定会在我们的脑海中提出许多问题,所有这些问题都可以得出一个普遍的结论:异常。 只有婴儿或蹒跚学步的孩子应该被喂食。

Pernahkah Anda melihat bayi disuapi menggunakan sendok oleh orang tuanya? Sungguh pemandangan yang lucu dan menyenangkan, bukan? Memang sering berantakan, tetapi manis… Kelihatannya sama sekali tidak rapi dan bersih, tetapi setiap orang yang pernah punya bayi (atau pernah mengurus bayi) pasti paham bahwa begitulah proses belajar bayi, dan proses belajar itu perlu. Nah, sekarang bayangkan seorang anak laki-laki atau perempuan, bahkan mungkin remaja, yang makan disuapi dengan sendok… Tidak lucu, ‘kan? Pemandangan seperti itu tentu akan menimbulkan banyak pertanyaan di benak kita, yang semuanya bisa berujung pada kesimpulan umum yang sama: ketidaknormalan. Hanya bayi atau balita yang seharusnya diberi makan dengan cara disuapi.

 

 

 

When applied to our spiritual journey as believers, whether or not “spoon-feeding” is appropriate relates heavily to how we have been growing spiritually since the day we received Jesus as our Lord and Savior. Are we still spiritual babies, knowing nothing other than God’s overflowing and unconditional love manifested in our salvation by His grace? It’s the most basic and foremost truth in Christianity, yes, but we’re not meant to stay at that point. We are not to wait for others who we see as more mature and more expert to deliver God’s message and teach us things. We are to move forward and grow spiritually ourselves, to know and experience more and more of God as there are an abundance of “nexts” He has in store for us. If it’s been a while since we had first met Jesus, the question we should be asking ourselves now is, “What’s next?”

在我们作为信徒的属灵旅程中,是否被“喂养”与我们从第一次接受耶稣为我们的主和救主以来的属灵成长密切相关。我们是否仍然是属灵的婴儿呢?他们只了解上帝通过他的恩典在我们的救恩中所表现出来的丰富和无条件的爱吗?诚然,这是基督教最基本和终极的真理,但我们不应该坐视特此一点。我们不能等待其他更成熟、更熟练的人来传达上帝的信息并教导我们一切。是我们自己必须前进,在灵性上成长,越来越多地认识和经历神,因为他确实为我们准备了许许多多 “接下来的事情”。如果我们已经认识耶稣很久了,我们现在应该问自己的问题是:“下一步是什么?”

Dalam perjalanan rohani kita sebagai orang percaya, pantas atau tidaknya “disuapi” sangat berkaitan dengan pertumbuhan rohani kita sejak pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Apakah kita masih bayi rohani, yang tidak mengerti apa pun selain kasih Allah yang melimpah dan tanpa syarat yang terwujud dalam keselamatan kita oleh anugerah-Nya? Benar, ini adalah kebenaran yang paling mendasar dan paling utama dalam kekristenan, tetapi kita tidak dimaksudkan untuk duduk diam saja pada titik itu. Kita tidak boleh menunggu orang lain yang lebih dewasa dan lebih ahli untuk menyampaikan pesan Tuhan dan mengajari kita segala hal. Kita sendirilah yang harus bergerak maju dan bertumbuh secara rohani, untuk mengenal dan mengalami lebih banyak dan lebih banyak lagi tentang Tuhan, karena memang ada banyak sekali “hal-hal berikutnya” yang telah Dia sediakan untuk kita. Jika kita sudah lama mengenal Yesus, pertanyaan yang seharusnya kita tanyakan pada diri kita sekarang adalah, “Apa lagi setelah ini?”

 

 

Christianity is a journey, not a one-time deal of the day. Failing to understand this in our lives will result in lack of growth and even permanent immaturity. When we were still “baby” Christians, we were given the foundations of our walk as believers. We were taught, trained, mentored, guided closely by more mature believers towards understanding the truth in our lives. However, we need to realize that we cannot expected to be dependent on all this at all times. The time will come (even is coming, or has come, to many of us) when we are required to be able to “feed” ourselves with the Word of God, just as a more mature person will feed himself/herself instead of being fed by others. Any child, when no longer a baby or a toddler, will start to develop their taste and practice self-feeding, as they continue to learn what is good and what is not for them. Yes, they still get help by others who are more mature, who may be cooking or buying foods for them; but they have now learned to make themselves eat by sitting at the table, hold their eating utensils right, finish their food, drink their water, etc. They are now capable of putting healthy nutrition into their body. It’s all the same, physically or spiritually.

基督教是一个旅程,而不是一次性事件。未能在我们的生活中理解这种见解将导致成长停滞,甚至是永久性的精神残疾。当我们是属灵的“婴儿或小孩子”时,我们作为信徒得到了信仰的基础喂养。我们被更成熟的信徒教导、训练、引导、紧密牵拉着,以了解上帝的真理。但是,我们需要意识到,我们不能总是依赖所有这些。有一天(对我们中的许多人来说,这个时间可能已经很近了,或者真的已到了),我们需要能够用上帝的话语“喂养”自己,就像一个大一点的孩子可以自己喂养自己,而不必别人喂食。每个孩子长大后不再是婴儿或蹒跚学步的孩子,都会开始有自己的口味并练习自己吃饭,同时继续学习识别哪些食物/饮料对他们的健康有益,哪些对他们的健康不利。事实上,他们仍然得到其他更成熟的人的帮助,他们可能会为他们做饭或买食物;但他们现在已经学会了自己吃饭,自己吃饭,坐在餐桌旁,正确地拿着餐具,完成进食,喝足够的水等等。他们现在能够将健康的营养物质食入体内。无论是内体上还是灵性上,都是一样的。

Kekristenan adalah sebuah perjalanan, bukan peristiwa satu kali saja. Gagal memahami pengertian ini dalam hidup kita akan mengakibatkan kemandekan pertumbuhan dan bahkan kecacatan permanen secara rohani. Ketika kita masih “bayi atau anak kecil” rohani, kita disuapi dasar-dasar iman sebagai orang percaya. Kita diajari, dilatih, dibimbing, dituntun erat oleh orang-orang percaya yang lebih dewasa untuk memahami kebenaran Tuhan. Namun, kita perlu menyadari bahwa kita tidak bisa selalu bergantung pada semua ini. Akan tiba saatnya (bahkan mungkin saat itu sudah dekat atau benar-benar sudah tiba, bagi banyak di antara kita) ketika kita dituntut untuk dapat “menyuapi” diri kita sendiri dengan Firman Tuhan, seperti halnya anak yang lebih besar akan makan sendiri tanpa harus disuapi oleh orang lain. Setiap anak, ketika usianya bertambah dan bukan lagi bayi atau balita, akan mulai punya selera sendiri dan berlatih makan sendiri, sambil terus belajar mengenali makanan/minuman apa yang baik dan yang tidak baik untuk kesehatan mereka. Memang, mereka masih mendapat bantuan dari orang lain yang lebih dewasa, yang mungkin memasakkan atau membelikan makanan untuk mereka; tetapi mereka sekarang telah belajar makan sendiri dan menyuap sendiri, duduk di meja, memegang peralatan makan dengan benar, menghabiskan makanan, minum air yang cukup, dan sebagainya. Mereka sekarang mampu memasukkan nutrisi yang sehat ke dalam tubuh mereka. Ini sama saja, entah diterapkan secara jasmani atau rohani.

 

 

One of the greatest “dangers” of being spoon-fed Christians for too long is that it robs our capacity to deal with our emotions and expectations. When we were babies or toddlers, it was understandable that we might demand on something and expecting it to be fulfilled, and somehow we were still “tolerated” for that kind of “selfishness”. But as we grow more mature in life, we should be aware that selfishness cannot be tolerated anymore. Training, educating, and disciplines should develop that awareness in us. Sadly, a lot of Christians refuse to grow more mature in their journey as believers, in which they still expect the churches to pamper them with “easy-listening” sermons or as mentioned by Paul: “milk”. These believers even go as far as over-expecting the church leaders to always prioritize them in the name of “taking good care of God’s sheep”. Such overly-immature Christians would sooner or later become “energy vampires” – people who drain energy from others.

当我们成为属灵婴孩仍被不断喂食时最大的危险就是剥夺我们控制情绪和期望的能力。

当我们还是婴儿或蹒跚学步的孩子时,我们很自然地要求这个和那个作为必需品,而我们周围的人会自然地容忍这种“自私”。 但随着我们属灵年龄的增长,我们开始意识到我们不应该一直自私下去。 我们受过训练、受过教育和纪律处分,因此这种意识在我们内部发展。 不幸的是,许多基督徒拒绝在他们作为信徒的旅程中更加成熟,不断地期望教会用 “容易听的道” 或保罗所说的 “牛奶” 的布道来满足他们。

Salah satu “bahaya” terbesar pada menjadi orang Kristen kekanak-kanakan yang disuapi terus-menerus adalah bahwa hal itu merampas kemampuan kita untuk menangani emosi dan ekspektasi kita. Ketika kita masih bayi atau balita, wajar jika kita menuntut ini-itu sebagai suatu keharusan, dan wajar jika “keegoisan” itu ditoleransi oleh orang-orang sekitar kita. Namun seiring dengan bertumbuhnya usia kerohanian kita, kita jadi sadar bahwa kita tidak boleh egois terus. Kita dilatih, dididik, dan didisiplin sehingga kesadaran itu berkembang di dalam diri kita. Sayangnya, banyak orang Kristen menolak untuk menjadi lebih dewasa dalam perjalanan mereka sebagai orang percaya, dengan terus-menerus mengharapkan gereja untuk memanjakan mereka dengan khotbah-khotbah yang “mudah didengar” atau seperti yang disebutkan oleh Paulus: “susu”.

 

 

A growing Christian is a believer who does not only rely on others to deliver God’s Word to him/her, but also understands the importance of letting the Holy Spirit guide him/her personally by reading and studying the Bible. Just as our bodies will become hungry if not fed, so will our spirit. It’s time to realize that feeding our souls with God’s truth is just as important, if not more, than feeding our physical bodies.

一个成长的基督徒是一个基督徒,他不仅依靠别人向他传达上帝的道,而是自己祈求圣灵引导去阅读和研究圣经的重要性。 就像我们的身体如果不吃饱就会变得饥饿一样,我们的灵也是如此。 是时候意识到用上帝的真理喂养我们的灵魂与喂养我们的身体一样重要,甚至更重要。

Orang Kristen yang bertumbuh adalah orang Kristen yang tidak hanya mengandalkan orang lain untuk menyampaikan Firman Tuhan kepadanya, tetapi juga memahami pentingnya meminta tuntunan Roh Kudus baginya secara pribadi dengan membaca dan mempelajari Alkitab. Sama seperti tubuh kita akan menjadi lapar jika tidak diberi makan, demikian juga roh kita. Sudah waktunya kita menyadari bahwa memberi makan roh kita dengan kebenaran Tuhan sama pentingnya, bahkan lebih penting, daripada memberi makan tubuh fisik kita.

 

 

Let us now take a look at our lives as Christ’s disciples. How long has it been since we received Jesus as our Lord and Savior? Are we still in the stage of “babies and toddlers”? Are we still waiting to be spoon-fed by our pastors or church leaders; neglecting our need of spiritual nutrition and guidance when not being spoon-fed? Are we still unable to control our emotions, overly-expecting our church leaders to be in-sync with what we want instead of what God wills? Are we still being “picky” of certain types of sermons or preachers? Are we even reluctant to read God’s Word and to let the Holy Spirit guide us with His truth? Are we reluctant to change our behaviors towards Godly behaviors?

现在,让我们看看我们作为基督门徒的生活。 自我们接受耶稣为我们的主和救主以来,已经过去了多少时间?是否我们还处于 “婴儿” 的发展阶段? 我们是否仍然喜欢等待我们的牧师或教会领袖喂养,而在没有得到喂养时忽略我们对营养和精神指导的需求? 我们是否仍然无法控制自己的情绪,当教会领袖给予或做的与我们想要的不符时,总是生气和失望? 我们是否仍然把自己的欲望置于神的旨意之上? 我们是否仍然对特定的布道主题或传教士“挑剔”? 我们是否甚至不愿阅读神的话语,很少求圣灵用祂的真理引导我们? 我们是否懒于从坏习惯和行为上转变为正确的生活方式?

Nah, mari kita lihat kehidupan kita sebagai murid Kristus. Sudah berapa lama waktu berlalu sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita? Apakah kita masih dalam tahap perkembangan “bayi dan balita”? Apakah kita masih suka menunggu disuapi oleh pendeta atau pemimpin gereja kita, dan mengabaikan kebutuhan kita akan nutrisi dan bimbingan rohani ketika tidak disuapi? Apakah kita masih belum bisa mengendalikan emosi kita, selalu marah dan kecewa ketika yang diberikan atau dilakukan pemimpin gereja tidak selaras dengan apa yang kita inginkan? Apakah kita masih mengutamakan keinginan kita sendiri di atas apa yang Tuhan kehendaki? Apakah kita masih “pilih-pilih” topik khotbah atau sosok pengkhotbah tertentu? Apakah kita bahkan enggan membaca Firman Tuhan dan jarang meminta Roh Kudus membimbing kita dengan kebenaran-Nya? Apakah kita malas berubah dari kebiasaan dan perilaku yang buruk menjadi cara hidup yang benar?

 

 

Grow up now. Decide today not to be spoon-fed Christians anymore.

让我们马上成长。 今天决定不再做一个只在别人喂食的时候才吃东西的基督徒。

Mari bertumbuh sekarang juga. Putuskan hari ini juga untuk tidak lagi menjadi orang Kristen yang hanya makan jika disuapi.

2022-08-30T08:34:21+07:00