NO REFILL

Namun ternyata saat kami perhatikan, masih ada saja beberapa orang yang tidak memedulikan tulisan tersebut. Dengan santai mereka datang ke mesin dispenser dan mengisi ulang gelas minuman mereka. Dalam hati saya berharap mereka akan ditegur oleh petugas restoran, tetapi hal itu tidak terjadi. Melihat pemandangan ini, sesaat saya berpikir untuk mengikuti apa yang mereka lakukan, karena merasa petugas restoran toh juga kurang tegas. Padahal saat itu kondisi saya sedang tidak kekurangan minuman, tetapi saya ingin melakukan itu karena sekadar ingin ikut melanggar seperti yang lain.

Tiba-tiba, saya teringat Firman Tuhan tentang menjadi teladan. Anak Tuhan harus menjadi teladan dalam ucapan, kehendak, dan tingkah laku. Apalagi kita dengan jelas melihat aturan yang tertulis yaitu no refill, maka sudah seharusnya kita patuh dan taat pada aturan tersebut. Tanpa peduli bahwa masih ada atau banyak orang lain yang tidak taat, justru anak Tuhan yang sudah tahu kebenaran harus mempraktikkan hidup dalam kebenaran itu.

Kondisi seperti “no refill” di restoran ini sering kita alami. Kita sudah diberi tahu tentang aturan yang berlaku, tetapi tidak jarang karena melihat masih banyak orang yang melanggar, kita berpikir adalah suatu hal yang wajar kalau kita ikut melanggar.
Mulai dari pelanggaran aturan lalu lintas seperti menerobos lampu merah, mengebut menggunakan bahu jalan, berhenti tidak pada tempatnya, menyerobot antrean; sampai pada ketaatan kita membayar pajak pada negara. Padahal sebagai anak Tuhan yang mengerti kebenaran, kita harus menjadi orang yang taat dan patuh pada aturan yang berlaku. Sebagai anak Tuhan, kita harus tetap setia melakukan perkara-perkara kecil, karena Tuhan akan memberikan perkara yang besar berdasarkan kesetiaan kita pada perkara yang lebih kecil itu.

Mari, jangan terpengaruh dengan ketidaktaatan yang dilakukan orang dunia, dan justru hiduplah sebagai anak Tuhan yang menjadi teladan dalam hal ketaatan untuk setiap hal. Termasuk ketika berada dalam kondisi “no refill” yang dilanggar beramai-ramai seperti dikisahkan tadi, ingatlah untuk tetap menjadi teladan. Tuhan memberkati!

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Tim. 4:12b)

 

 

 

2019-10-12T10:52:11+07:00