//OBEDIENCE: THE BIBLICAL LAW

OBEDIENCE: THE BIBLICAL LAW

 

Akan tetapi 2 orang sandera ragu-ragu dan tertembak. Seorang pemuda yang menjadi sandera sebenarnya ikut merebahkan diri. Akan tetapi ketika para tentara Israel masuk mendobrak pintu, ia berdiri dan terkena peluru yang sebetulnya ditujukan untuk para penyandera.

Ketaatan pada Tuhan dapat menentukan masa depan Anda
106 orang sandera itu mendapatkan kesempatan yang sama untuk diselamatkan. Ketiga orang sandera itu meninggal karena ketidaktaatan mereka. Namun ketaatan 103 sandera yang lain, membuat mereka dapat menikmati kesempatan untuk diselamatkan. Pada akhirnya ketaatan merekalah yang menentukan masa depan mereka.

Alkitab banyak sekali memberikan contoh bahwa ketaatan akan membawa dampak besar bagi kehidupan kita. Ketaatan dapat membawa kesuksesan: “Yotam menjadi semakin berkuasa karena ia setia dan taat kepada TUHAN Allahnya.” (2 Tawarikh 27:6 BIMK). Ketaatan bahkan membawa Anda kesempatan kedua: “Meskipun begitu Aku tidak akan mengambil seluruh kerajaan itu dari dia. Ia akan Kubiarkan berkuasa selama hidupnya. Hal itu Kulakukan demi hamba-Ku Daud, yang telah Kupilih dan yang mentaati hukum-hukum-Ku dan perintah-perintah-Ku.” (1 Raja-raja 11:34 BIMK)

 

Sukses selalu dimulai dengan ketaatan
Banyak orang lupa bahwa Tuhan merancang kesuksesan untuk diawali dan disadari oleh ketaatan. Alkitab bahkan menceritakan bahwa Tuhan Yesus mensukseskan misi penyelamatanNya: “Ia merendahkan diri, dan hidup dengan taat kepada Allah sampai mati — yaitu mati disalib. Sebab itulah Allah mengangkat Dia setinggi-tingginya, serta memberikan kepada-Nya kekuasaan yang lebih besar daripada segala kekuasaan yang lain.” (Filipi 2:8, 9 BIMK)

Ketaatan berarti setia melakukan tanggung jawab walaupun dalam keadaan yang susah. Ketaatan akan mengembangkan kekuatan fokus Anda untuk mencapai tujuan. Ketaatan menempa kekuatan komitmen dan mental Anda untuk mengatasi segala rintangan.

 

Ketaatan berarti percaya sepenuhnya pada Tuhan
Banyak kesulitan hidup yang kita alami sebetulnya berakar dari ketidaktaatan kita akan Firman Tuhan. Banyak pasangan suami istri tidak bahagia karena pada masa kecilnya mereka melanggar perintah Tuhan: “Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6:2, 3 TB). Banyak orang tua tidak mempunyai relasi yang harmonis dengan anak-anaknya setelah mereka beranjak dewasa dan menikah karena mereka tidak mentaati Firman Tuhan: “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Efesus 6:4 TB)

 

Penghalang ketaatan
Penghalang terbesar seseorang untuk taat sebenarnya adalah rasa takut. Tipe karakter tertentu cenderung merasa takut gagal, sehingga lebih mengandalkan pengertiannya sendiri daripada mentaati Tuhan. Karakter yang lain cenderung  takut kehilangan kesempatan, sehingga bertindak gegabah. Karakter yang lain lagi cenderung takut kehilangan penerimaan dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, sehingga memilih untuk tidak mentaati Tuhan. Tipe karakter yang lain lagi cenderung takut menyakiti hati orang-orang terdekatnya, sehingga lebih memilih untuk berkompromi dengan ketidaktaatan.

 

Langkah-langkah mengembangkan dan melatih ketaatan

Pertama, letakkan otoritas yang benar. Jika Anda menempatkan dunia sebagai otoritas tertinggi maka Anda akan lebih mentaatinya daripada yang lain. Jika Anda meletakkan Tuhan sebagai otoritas tertinggi, maka Anda akan berusaha untuk lebih mentaatinya daripada yang lain.

Kedua, fokus pada tujuan. Jadikan ketaatan sebagai tujuan dari disiplin Anda. Jika Anda memfokuskan diri pada beratnya tantangan hidup, maka Anda tidak akan dapat bertahan. Akan tetapi jika Anda memfokuskan diri pada mentaati Tuhan, maka tidak ada yang mustahil bagi Anda.

Ketiga, minta bantuan orang lain. Tuhan menciptakan kita sebagai satu anggota tubuh Kristus untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Ketika menghadapi situasi-situasi yang sulit, mintalah bantuan orang lain untuk membantu mendukung Anda dalam doa.

Keempat, hargai diri Anda. Penghargaan akan memotivasi diri kita. Setiap kali Anda berhasil mentaati sebuah perintah Tuhan, beri penghargaan pada diri Anda sendiri.

 

2019-10-03T23:19:58+00:00