//ON THAT DAY… (在那一天)

ON THAT DAY… (在那一天)

As Christians, one of the frequent discussions that occur among us is Jesus’s second coming. People would discuss, and sometimes debate, about how or when He will return one day. Some even take the opportunity to gain profits for themselves by tricking others with “supernatural” stories about Jesus’s second coming. Some others even question when Jesus will return and doubt that it is near, considering that it has been around 2,000 years since He left His disciples on earth with the promise that He would return soon. Dealing with such differentiated opinions and arguments, we can understandably get confused. What should we do as Christians? Who and which advice should we believe?

作为基督徒,我们经常讨论的话题之一是耶稣的再来。 许多人讨论,有时甚至争论祂有一天会如何或何时再来。 有些人甚至趁机用耶稣再来的 “神迹” 故事来欺骗别人,为自己谋取利益。 也有人质疑耶稣何时再来,怀疑祂的再来是否真的临近,因为自从祂离开地上的门徒并应许祂很快就会再来,已经过去了大约两千多年。 面对不同的意见和争论,我们自然会感到困惑。 作为基督徒我们应该做什么? 我们应该相信谁以及是什么建议?

Salah satu perbincangan yang sering terjadi di kalangan kita sebagai orang Kristen adalah kedatangan Yesus kedua kali. Banyak orang berdiskusi, dan kadang berdebat, tentang bagaimana atau kapan Dia akan datang kembali suatu hari nanti. Bahkan ada yang mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri dengan menipu orang lain menggunakan cerita-cerita “ajaib” tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Ada pula yang mempertanyakan kapan Yesus akan datang kembali dan ragu apakah kedatangan-Nya itu memang sudah dekat, mengingat sudah sekitar 2.000 tahun berlalu sejak Dia meninggalkan murid-murid-Nya di bumi dengan janji bahwa Dia akan segera kembali. Berhadapan dengan pendapat dan argumen yang berbeda-beda, tentu wajar jika kita menjadi bingung. Apa yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen? Siapa dan nasihat apa yang harus kita percayai?

 

 

That confusion is exactly why we should realign our focus! There are too many not-so-essential debates among us that can and will distract us from the more essential concerns! The discussions about when or how Jesus will return will matter less if we understood that all those “technicalities” do not matter more than how the church should prepare for it as His bride. Imagine we’re waiting for someone to come, but we get tangled with when and how exactly that someone would arrive while forgetting our own preparations and are shocked when he/she comes!

正是这种困惑让我们必须回归真正的焦点! 我们之间有太多不很重要的争论,这些争论可能而且确实会分散我们对更重要事情的注意力! 如果我们明白所有这些 “技术性的事情”并不比教会应该如何为作为祂的新娘的到来做准备更重要,那么关于耶稣何时以及如何再来的讨论就不会成为问题。 想象一下,如果我们正在等待某人的到来,但我们正忙着想知道那个人会在何时以及如何到来,然后忘记了我们自己的准备,当他终于来时,我们就会感到惊讶!

Kebingungan itulah yang menjadi alasan kita harus kembali ke fokus kita yang sesungguhnya! Ada terlalu banyak perdebatan yang tidak terlalu penting di antara kita, yang dapat dan pasti mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang lebih penting! Diskusi tentang kapan dan bagaimana Yesus akan kembali tidak akan menjadi masalah jika kita memahami bahwa semua “hal-hal teknis” tersebut tidak lebih penting daripada bagaimana Gereja harus mempersiapkan diri terhadap kedatangan-Nya, sebagai mempelai wanita-Nya. Bayangkan kita sedang menunggu seseorang datang, tetapi kita sibuk memusingkan kapan dan bagaimana tepatnya orang itu akan datang, lalu lupa persiapan kita sendiri dan kaget saat dia akhirnya datang!

 

 

The primary concern in our faith as a Christian should be our readiness. And yes, the Bible does put understanding the significance of our readiness in the top priority. Jesus assured us of His return, and it is our responsibility to steadfastly hold onto that promise, irrespective of debates or doubts. It’s similar to honoring a confirmed appointment—we must be prepared.

作为基督徒,我们信仰中最关心的问题应该是我们的准备程度。 而且,圣经确实将理解我们做好准备的重要性作为首要任务。 耶稣向我们保证祂会再来,我们有责任坚守这一应许,无论争论或怀疑如何。 这就像履行已作出重视的决定一样——我们必须做好准备。

Perhatian utama dalam iman kita sebagai seorang Kristen seharusnya adalah kesiapan kita. Dan, Alkitab memang menempatkan pemahaman akan pentingnya kesiapan kita sebagai prioritas utama. Yesus meyakinkan kita akan kedatangan-Nya kembali, dan merupakan tanggung jawab kita untuk berpegang teguh pada janji tersebut, terlepas dari perdebatan atau keraguan yang ada. Hal ini sama saja dengan menghormati janji temu yang telah ditetapkan—kita harus bersiap.

 

 

So, how do we prepare ourselves to be worthy as His bride?

那么,我们如何准备自己才能配得上成为他的新娘呢?

Lantas, bagaimana kita mempersiapkan diri agar layak menjadi mempelai wanita-Nya?

 

 

First and foremost, aim for Christlikeness. As written in 1 John 3:2-3, Jesus expects us to be like Him when He returns. After all, we as the Church are meant to walk side-by-side with Himself as His own perfect bride. In order to become Christlike, the most basic, doable step is to constantly build our lives on God’s Word. Listen to His voice in the Word and keep the communication with Him; over time, we will find the constant communication takes us in the journey of becoming more like Him.

首先并最重要的,我们必须设定一个目标,成为像基督一样的人。 正如《约翰一书》3:2-3 中所写,耶稣希望我们在祂再来时能像祂一样。无论如何我们作为教会应该与祂并肩同行,成为祂完美的新娘。 要变得像基督一样,最基本和可行的步骤就是不断地根据神的话语来建立我们的生活。 聆听祂在圣言中的声音,并与祂保持沟通; 随着时间的推移,我们会发现不断的沟通会带我们走上成长的旅程,变得更像他。

Yang pertama dan terpenting, kita harus menetapkan tujuan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Seperti tertulis di 1 Yohanes 3:2-3, Yesus mengharapkan kita menjadi seperti Dia ketika Dia datang kembali. Bagaimanapun juga, kita sebagai Gereja dimaksudkan untuk berjalan berdampingan dengan diri-Nya sebagai mempelai wanita-Nya yang sempurna. Untuk menjadi seperti Kristus, langkah yang paling mendasar dan dapat dilakukan adalah dengan terus-menerus membangun kehidupan kita berdasarkan Firman Tuhan. Dengarkan suara-Nya dalam Firman dan jagalah komunikasi dengan-Nya; seiring waktu, kita akan menemukan komunikasi terus-menerus itu membawa kita dalam perjalanan bertumbuh menjadi makin serupa Dia.

 

 

Secondly, we need to work on the talents that have been entrusted to us. In the parable of the talents, Jesus taught us how He has entrusted us with talents and how we are to multiply the talents. All of us have been given talents to work out, and our part is to continually grow the talents, i.e.: the resources; for His glory. Remember that it always starts from the talents that were entrusted to us, not those that were not.

其次,我们需要培养托付给我们的才能。 在才干的比喻中,耶稣教导说,祂已将才干托付给我们每个人,以及我们必须如何倍增这些才干。 我们都被赋予所需要发展的才能,为了神的荣耀,我们有责任继续发展每一种才能,即资源。 请记住,倍增人才总是从委托给我们的人才开始,而不是从我们所没有的人才开始的。

Kedua, kita perlu mengembangkan talenta yang telah dipercayakan kepada kita. Dalam perumpamaan tentang talenta, Yesus mengajarkan bahwa Dia telah mempercayakan talenta kepada kita masing-masing dan bagaimana kita harus melipatgandakan talenta tersebut. Kita semua telah diberi talenta untuk dikembangkan, dan adalah bagian kita untuk terus mengembangkan setiap talenta tersebut, yaitu sumber daya, untuk kemuliaan-Nya. Ingatlah bahwa melipatgandakan talenta selalu dimulai dari talenta yang dipercayakan kepada kita, bukan yang tidak ada pada kita.

 

Lastly, as written in Revelations 19:8, we are required to wear “fine linen attire” as the bride to welcome Him as our Heavenly Groom. As fine linen symbolizes holiness, we are required to be found holy and blameless during the day when He returns. We need to be watchful on what we do in order to keep it in line with God’s will, and by that keeping our lives pure and clean.

最后,正如启示录 19 章 8 节所写,我们作为新娘必须穿着 “细麻衣” 来欢迎祂成为我们天上的新郎。 正如细麻衣象征圣洁一样,要求我们最终也需要在祂再来的那天显得圣洁、无可指摘。 我们需要对自己的所作所为保持警惕,以符合神的旨意,从而保持我们的生活纯净洁和清洁。

Terakhir, sebagaimana tertulis di Wahyu 19:8, kita diwajibkan mengenakan “pakaian lenan halus” sebagai mempelai wanita untuk menyambut Dia sebagai Mempelai Pria Surgawi kita. Sebagaimana kain lenan halus melambangkan kekudusan, kita dituntut untuk pada akhirnya didapati suci dan tak bercela pada hari kedatangan-Nya kembali. Kita perlu waspada terhadap apa yang kita lakukan agar tetap sejalan dengan kehendak Tuhan, dan dengan demikian menjaga kehidupan kita tetap murni dan bersih.

 

Now… circling back to the earlier debate, comprehending the theological aspects of Jesus’s return to earth is important, but the most essential question remains, “On that day… will we be found prepared?” Making sure we can say yes to the question is all the more important, and therefore, growing in Christlikeness through constant communication with Him, working out the talents He has trusted us with, and keeping our lives pure and holy are what really matter. Until that one day.

现在……回到之前的辩论,理解耶稣重返地球的神学方面很重要,但最重要的问题仍然是:“在那一天……我们准备好了吗?” 确保我们能够对这个问题的回答 “是” 更为重要。 因此,通过不断地与祂沟通,在基督的样式上成长,发展祂托付给我们的才能,并保守我们的生活纯洁和圣洁是至关重要的。 直到祂再来的那一天。

Sekarang… kembali ke perdebatan sebelumnya, memahami aspek teologis dari kedatangan kembali Yesus ke bumi adalah hal yang penting, tetapi pertanyaan yang paling penting tetap ada, “Pada hari itu… apakah kita siap?” Memastikan bahwa kita dapat menjawab ya terhadap pertanyaan itu adalah hal yang lebih penting. Oleh karena itu, bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus melalui komunikasi terus-menerus dengan-Nya, mengembangkan talenta yang telah Dia percayakan kepada kita, dan menjaga kehidupan kita tetap murni dan kudus adalah hal yang paling penting. Sampai pada hari kedatangan-Nya kembali itu.

 

 

God bless you as you prepare for that day.

愿神保佑你们为那一天准备自己。

Tuhan memberkati Anda sekalian dalam proses Anda mempersiapkan diri untuk hari itu.

2023-12-21T14:05:47+07:00