//Paket Lengkap, Sehat dan Bikin Kenyang

Paket Lengkap, Sehat dan Bikin Kenyang

Pada suatu siang di area kantin saat jam makan siang, terdengar cukup jelas suara tiga orang perempuan yang sama-sama hendak makan.

Tis, Wid, kalian dulu deh. Gue bingung mau makan apa.

Ya udah, titip jagain tas, ya!” seru salah seorang dari perempuan itu.

Tak lama kemudian, dua perempuan itu kembali ke tempat duduknya sambil membawa makanannya masing-masing.

Buruan Jes, beli, gih.

Gue bingung mau beli apa.. Apa bakso aja ya kayak punya loe? Duh, tapi gak kenyang, ah.

Ketoprak aja deh, loe tadi ‘kan bilang mau ketoprak.

Ya sih, tapi gue ga demen lontong.

Ya gak usah pake lontong, lah. Buruan, Jes!” Sekilas saya lihat si perempuan ini berbicara dengan tatapan gemas.

Gue juga gak suka tahu, enakan tempe. Kenapa sih gak ada ketoprak yang pake tempe…

Akhirnya saya lihat si perempuan galau ini bangun dari tempat duduknya dan bergerak menuju ke gerobak ketoprak. Cukup lama ia tak terlihat lagi sebelum kembali membawa makan siangnya: ketoprak.

Ya ampun Jes, loe makan apa ini? Masa sih cuma makan bihun, kerupuk dan bumbu?

Rasa penasaran saya pun semakin tak tertahan. Saya tanpa sadar melihat dengan terang-terangan ke arah piring perempuan itu, dan tatapan penasaran saya disadari oleh ketiga perempuan itu.

“Parah ya Mbak ini teman saya, orangnya pemilih banget,” kata salah satu perempuan itu kepada saya. Ia memanfaatkan situasi untuk “mengomeli” temannya itu.

Loe kalo milih-milih gitu, mana sehat? Kenyang juga gak?”, perempuan yang satu lagi menimpalinya.

Hanya dalam waktu sekitar lima menit, saya lihat perempuan pemilih itu melahap habis sepiring ketoprak versi dia, dan lantas berseru lantang,

Duh, gak kenyang gue. Kalo tahu gitu, tadi gue beli mie ayam aja... Eh, tapi gue sebenernya gak terlalu suka ayam juga, sih…

Dua perempuan temannya langsung tertawa terbahak-bahak, termasuk saya.

 

Sambil berjalan kembali dari kantin ke kantor, Roh Kudus menggugah saya dengan pencerahan baru tentang kejadian barusan. Ibarat area kantin yang luas dengan segala pilihan makanan yang tersedia, Firman Tuhan juga seluruhnya tersedia di hadapan kita. Kita punya pilihan untuk mengambil sebagian opsi saja atau menikmati seluruh Firman-Nya. Bisa saja kita membuang beberapa bagian dari Firman Tuhan; yang kita suka akan kita ambil, sedangkan bagian yang tak mengenakkan atau yang keras kita biarkan saja atau kita merasa bahwa itu bukanlah untuk kita. Memang tak ada larangan atau batasan dalam kita memilih bagian yang mana saja untuk kita ambil, tetapi manfaat gizi yang utuh dan rasa kenyang yang sepenuhnya dari “sepiring” Firman Tuhan hanya dapat kita peroleh apabila kita siap dan lapar akan Firman-Nya tanpa memilih-milih.

 

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16”

 

Firman Tuhan tak sekedar mengisi kelaparan rohani seseorang (membuat kita “kenyang”), tetapi juga memberi pertumbuhan bagi iman kita (memberikan “gizi” rohani). Dengan Firman, kita semakin mengenal Allah dan mengetahui kehendak Allah bagi hidup kita. Mengapa demikian? Karena Ia sendiri adalah Firman itu: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, (Yoh. 1:1)

 

Lontong, tahu, bihun, ketimun, kerupuk, dan bumbu kacang adalah bagian-bagian dalam sepiring ketoprak yang asli dan utuh. Kandungan gizinya lengkap, rasanya lezat dan mengenyangkan; kalau kita makan dan nikmati secara utuh. Kekuatan, pengharapan, kata-kata sukacita, janji-janji yang ajaib, teguran, pengajaran, didikan, dan nubuatan adalah bagian-bagian dalam Firman Tuhan yang asli dan utuh. Bila kita mau mengenal Dia dan hidup di dalam-Nya serta menerima manfaat yang maksimal dari Firman, kita pun harus siap untuk terus mencari, makan, dan menikmati seluruh Firman-Nya, tanpa pilih-pilih.

 

Di tahun 2019 ini, selamat menikmati Firman Tuhan yang utuh dan full package!

2019-09-27T12:42:25+07:00