Panjat Pinang

Bulan Agustus menjadi bulan peringatan kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. Perayaan kemerdekaan yang biasa dikenal perayaan tujuhbelasan ini diperingati di berbagai pelosok daerah. Beberapa permainan akan dipertandingkan untuk memperingati hari kemerdekaan ini. Salah satu permainan yang terkenal dan hanya dipertandingkan ditujuhbelasan adalah panjat pinang . Ketika kita memperhatikan permainan ini, maka kita akan menemukan keseruan setiap pemainnya . Waktu pertama kali saya menonton panjat pinang, saya bingung, bagaimana caranya seseorang bisa memanjat pohon pinang yang sudah dilumuri pelicin itu untuk meraih hadiah yang ada diatasnya.

Ternyata panjat pinang bukanlah pertandingan individu. Ini merupakan sebuah bentuk pertandingan yang menuntut kerjasama para pemainnya. Mereka biasanya akan membuang pelicin yang ada, kemudian secara perlahan mulai bahu membahu untuk menolong seseorang naik sampai ke puncak pohon. Orang inilah yang akan ditugaskan untuk mengambil semua hadiah yang ada di puncak yang selanjutnya akan dibagi bersama kepada seluruh pemain.

Pekerjaan yang dilakukan anak Tuhan juga sebenarnya memiliki prinsip ini. Ketika menjalankan amanat agung, sebagai anak Tuhan , kita perlu bekerja sama. Ini bukanlah ‘pertandingan’ individu, tapi merupakan tugas bersama. Sebagai pemimpin sel, kita tidak boleh merasa memiliki anggota sel sendiri. Mereka adalah jiwa-jiwa yang adalah milik Tuhan.

Karena itu kita perlu orang lain untuk menolong anggota jemaat dan setiap anggota sel untuk bisa bertumbuh. Jangan lagi memikirkan bahwa harus kita yang akan ‘ memetik ’ buah pertumbuhan rohani mereka. Kita bisa saja menjadi orang yang menabur, ada orang lain yang membangun, dan bahkan ada orang lain lagi yang menuai, tapi Tuhan lah yang memberikan pertumbuhan rohani mereka.

Yang penting kita berfokus pada ‘ hadiah ’ utama yang akan tersedia, yaitu jiwa-jiwa yang dimenangkan untuk kemuliaan Bapa kita di surga. Ayo kita jalankan amanat agung bersama , untuk tujuan bersama , tanpa perlu membatasi diri dengan melihat kepentingan kita sendiri masing-masing. Terpujilah nama Tuhan untuk setiap hal yang kita kerjakan. Amin

Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” (1 Korintus 3:7-8)

 

2019-10-17T11:03:05+00:00