Pantai Pasir

Kami melewati hutan kecil yang dibuka menjadi jalan setapak, menuju ke sisi belakang pulau. Banyak pohon bakau dan semak belukar di sekeliling jalan yang kami tempuh, dan kami tidak tahu ujung jalan tersebut akan berakhir di mana. Namun karena kami sedang berjalan dengan pemilik pulau, kami yakin bahwa pasti ada sesuatu yang indah di ujung jalan itu. Akhirnya, kami tiba di belakang pulau, dan memang ada satu pemandangan lain yang lebih indah dibandingkan di sisi pulau bagian depan. Hamparan air laut yang tenang dengan pantai pasir yang putih, memanjakan mata kami dan seketika seolah melenyapkan kepenatan yang awalnya kami rasakan.

Sambil tetap mengobrol, beliau terus mengajak kami masuk ke air laut. Awalnya kami berpikir hanya akan berjalan beberapa langkah memasuki air laut, tetapi ternyata beliau terus melanjutkan langkahnya hingga agak ke tengah laut. Makin lama kami merasa langkah kami makin dalam ke air laut. Terus terang kami sedikit khawatir karena tidak tahu bagian mana dari air laut itu yang dalam. Namun, karena kami tahu bahwa beliau adalah sang pemilik pulau, kami tetap mengikuti langkahnya makin ke tengah laut. Pastilah beliau tahu ke mana kami harus melangkah dan berapa kedalaman air laut di lokasi itu! Akhirnya pada suatu titik, kami berhenti di tengah laut dan tetap melanjutkan obrolan. Sungguh suatu pengalaman yang menarik, karena seolah-olah kami bisa berjalan di atas air laut.

Keesokan paginya, ketika air surut, kami menemukan bahwa hamparan air laut itu berubah menjadi hamparan pasir yang luas. Ternyata pada hari sebelumnya itu kami berjalan di atas pulau pasir. Sang pemilik pulau tentu sudah tahu betul, bahwa kami semua kemarin berjalan di atas pulau pasir, bukan di dalam laut lepas.

Dari pengalaman ini, saya mendapatkan tiga inspirasi khusus yang terkait dengan kehidupan kita sebagai anak Tuhan:

1. KETAATAN PADA PANGGILAN TUHAN

Berapa sering kita rela taat mematuhi panggilan Tuhan untuk pergi ke sisi lain dari kehidupan kita? Tubuh dan pemikiran kita lebih sering memilih untuk tetap diam dan menikmati sisi kehidupan yang ada saat ini, karena manusia memang cenderung menyukai sesuatu yang sudah “biasa” dan “nyaman”. Tetapi jika kita menyedari bahwa Tuhan adalah pemilik hidup ini, seharusnya kita akan taat mengikuti perintah dan panggilanNya untuk pergi ke ‘sisi lain’, yaitu menjalankan Amanat AgungNya. Inilah yang dilakukan oleh para rasul, yang menjadi teladan bagi kita dalam ketaatan mereka terhadap panggilan Tuhan.

 

2. MATA YANG TERTUJU PADA ‘SANG PEMILIK’

Ketika kita mulai melangkah di dalam ketaatan untuk memenuhi panggilanNya, mata kita harus selalu tertuju pada Tuhan Yesus, karena Dialah pemilik hidup kita. Demikian pula, ketika kita terus berjalan mengikuti Sang Pemilik, kita tidak perlu takut akan “semak belukar” yang kita jumpai dalam hidup kita, karena Tuhan Yesus Sang Pemilik hidup kita itu pasti tahu jalannya, dan karena tidak akan ada hal yang membahayakan bagi kita. Bahkan, sadarkah kita bahwa perjalanan ini akan membawa diri kita pada sesuatu yang indah di ujungnya?

 

3. LANGKAH YANG DIPIMPIN OLEH ROH TUHAN

Meskipun kita harus masuk ke dalam “air laut” di kehidupan yang dalamnya tidak kita ketahui, dengan pimpinan Roh Tuhan, sebenarnya kita tidak perlu takut. Kita hanya perlu mengikuti saja ke mana Tuhan memimpin, karena Dia tahu persis arahnya, dan Dia tahu persis bahwa yang kita jalani ini adalah sesuatu yang aman bagi hidup kita. Ingat, sesungguhnya kita sedang berjalan di atas “pulau pasir”. “Air laut” memang tidak kita lihat dasarnya, tapi itu tidak membahayakan, karena pimpinan Tuhan selalu menyertai kita. Yang juga penting adalah bahwa kita membutuhkan teman-teman dalam komunitas serta pemurid yang berjalan bersama kita, sama seperti saya berjalan bersama teman-teman di atas pulau pasir. Kita perlu orang-orang ini, karena kita perlu Roh Tuhan yang sudah ada di dalam hidup setiap orang percaya itu mengajar masing-masing dari kita.

 

“Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh. 14:26)

 

2015-10-21T08:18:56+07:00