//Paskah 2013 dan Anak Domba Allah

Paskah 2013 dan Anak Domba Allah

2Petrus 1:20-21, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

 

Akhir bulan Maret  ini, kita akan merayakan Paskah. Inti berita Paskah adalah Yesus menjadi Anak Domba Allah yang digantung di atas kayu salib untuk menjadi Juruselamat kita. Oleh karena itu, teramat sangat penting bagi kita untuk memahami topik yang ajaib ini, yang membuktikan bahwa Alkitab adalah ilhaman Allah dan bukan hanya karangan manusia. Perhatikan bagaimana tema Anak Domba berkembang dari kitab ke kitab untuk menyatakan pewahyuan ajaib.

 

1. Adam dan Hawa ditebus oleh darah Anak Domba – Kejadian 3

Setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka langsung sadar bahwa mereka telanjang. Mereka kehilangan kemuliaan Allah yang merupakan pakaian mereka, sehingga mereka berusaha membuat pakaian pengganti dari daun pohon ara. Ketika Allah datang dan berjalan di Taman Eden, Adam dan Hawa bersembunyi. Lalu datanglah pertanyaan pertama yang dicatat di Alkitab. Allah yang begitu rindu bersekutu dengan ciptaan-Nya, manusia. Tetapi, karena dosa hubungan itu telah putus sehingga Allah harus bertanya, “Di manakah engkau?”

Kejadian 3:7-9, “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

Allah sudah tahu bahwa pakaian penutup ketelanjangan buatan manusia tidak cukup untuk menutupi akibat dosa mereka, sehingga Allah harus bertindak dengan kasih karunia-Nya untuk menutupi ketelanjangan mereka.

Kejadian 3:21, “TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.”

Pada awalnya, Allah berfirman bahwa manusia akan mati ketika ia berdosa, yakni, hari ia memakan buah dari pohon yang terlarang : pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Namun manusia tidak mati pada hari itu. Mengapakah manusia tidak langsung mati pada hari itu seperti yang difirmankan oleh Tuhan? Apakah Allah tidak menepati janji-Nya? Sungguh Allah menepati janji-Nya, namun disertai dengan intervensi kasih karunia. Allah sendiri telah mengorbankan domba untuk mendapatkan kulitnya sebagai penutup atau pakaian bagi Adam dan Hawa. Seharusnya Adam dan Hawa yang mati, tetapi pada waktu domba dipersembahkan dan darahnya dicurahkan, telah terjadi penebusan sehingga daripada Adam dan Hawa yang mati, lebih baik seekor domba yang mati. Dengan demikian ketelanjangan Adam dan Hawa bisa ditutup dengan kulit binatang yang berlumuran darah dan hidup mereka diselamatkan. Ini adalah nubuatan tentang apa yang akan terjadi dalam kehidupan Yesus, Anak Domba kita.

2. Kain dan Habel – Kejadian 4

Sejak kecil, Kain dan Habel sering mendengar kesaksian orangtua mereka, Adam dan Hawa, tentang kisah janji-janji Allah dan apa yang telah terjadi pada waktu kejatuhan ke dalam dosa. Kisah itu menciptakan iman di dalam hati Habel, bahwa bilamana ia mempersembahkan seekor anak domba pada Allah, maka Allah pasti berkenan menerimanya. Sebaliknya, kisah itu tidak masuk ke dalam hati Kain, sehingga Kain hanya mengandalkan perbuatannya sendiri untuk menyelamatkan dirinya.

Kejadian 4:3-7, “Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Ibrani 11:4, “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu.”

Di sini kita melihat dua cara pendekatan kepada Allah. Yang pertama, pendekatan berdasarkan iman dan kasih karunia karena darah penebus sudah dicurahkan. Ini jalan yang diambil oleh Habel. Yang kedua adalah pendekatan berdasarkan usaha atau amal saleh seseorang dalam usaha untuk dibenarkan oleh perbuatannya sendiri. Inilah jalan yang diambil oleh Kain. Jalan Habel adalah berkenan kepada Allah dan jalan Kain ditolak oleh Allah. Korban Habel adalah seekor anak domba bagi Allah. Dari kisah ini kita melihat dua jenis agama. Yang satu berdasarkan iman. yang kedua berdasarkan perbuatan. Sekali lagi kita melihat bahwa yang membuat manusia berkenan kepada Allah adalah karena korban dan pencurahan darah seekor anak domba sebagai penebus.

3. Abraham dan Ishak – Kejadian 22

Alkitab dengan jelas menceritakan kisah Abraham membawa anaknya Ishak untuk dipersembahkan di atas bukit Moria. Tempat inilah yang kemudian menjadi lokasi pembangunan Bait Suci di zaman Raja Salomo sekaligus Bait Suci yang ada di tengah-tengah Yerusalem di zaman Yesus. Masa kini, inilah lokasi Kuba Emas dan mesjid Al-Aqsa.

Kejadian 22:1-2, “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Abraham taat dengan iman, karena ia tahu Allah telah berjanji bahwa berkat kelahiran Mesias (Kristus), Sang Juruselamat, akan datang dari keturunan Ishak. Jadi biarpun Ishak mati, maka Allah harus membangkitkan dia kembali. Itulah iman Abraham yang luar biasa.

Ibrani 11:17-19, “Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.”

Pada saat Abraham hendak menyembelih Ishak, Allah bersuara dengan menghentikannya dan menyediakan seekor domba untuk dipersembahkan sebagai ganti anaknya. Seekor anak domba ganti satu orang.

Kejadian 22:10-14, “Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.”

Di tempat yang sama, di perbukitan yang sama, Yesus disalibkan, sebagai Anak Domba Allah, menjadi pengganti kita, menjadi penebus kita, menjadi Juruselamat kita. Janji Allah kepada Abraham telah digenapi dengan sangat ajaib 2000 tahun kemudian setelah tindakan iman Abraham di atas Bukit Moria itu.

4. Musa dan Paskah pertama – Keluaran 12

Setelah zaman Abraham, bangsa Israel masuk ke dalam perbudakan di Mesir selama 430 tahun. Pada waktu itu, Tuhan membangkitkan nabi Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan pergi mendiami Tanah Perjanjian, Kanaan, di tanah Palestina.

Kejadian 17:8, “Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

Perjanjian Allah kepada Musa adalah agar Israel masuk ke tanah Palestina sebagai milik Israel:

Keluaran 6:7, “Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah Tuhan.”

Hal yang sama dikatakan di dalam Al-Qur’an, yaitu bahwa tanah Palestina telah diberikan Allah kepada bangsa Israel dalam Surah Al Maidah (5):20-21,

“(20)Ingatlah, ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu dan menjadikan kamu bangsa yang merdeka. Dan diberikan-Nya kepadamu apa-apa yang belum pernah diberikan kepada seorangpun di antara umat yang lain. (21)Hai kaumku, masuklah ke tanah suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu.”

Namun, Firaun, penguasa Mesir, tidak mau membebaskan bangsa Israel. Oleh karena itu, Allah harus menurunkan 10 tulah atas Mesir, sebelum Firaun akhirnya melepaskan bangsa Israel pergi. Tulah kesepuluh adalah yang paling pahit bagi Firaun. Allah telah berfirman bahwa pada tengah malam, tanggal 14 bulan Abib, malaikat maut akan berjalan di tengah-tengah negeri dan setiap anak sulung, mulai dari rumah Firaun, akan tewas.

Tuhan telah berfirman kepada bangsa Israel bahwa mereka juga akan mengalami nasib yang sama, kecuali mereka mengambil seekor anak domba bagi setiap keluarga, menyembelihkannya, lalu darah anak domba itu harus dibubuhkan pada kedua tiang dan ambang pintu rumahnya. Pada tengah malam, malaikat akan melihat darah itu sehingga akan melewati rumah tersebut. Keluarga-keluarga yang berlindung di bawah darah anak domba akan selamat dari tulah Allah pada hari itu. Demikianlah dilakukan seluruh bangsa Israel, sehingga mereka diselamatkan dari perbudakan. Lalu, mereka pun berangkat ke Kanaan, Palestina, Tanah Perjanjian itu.

Keluaran 12:11-14, “Itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.”

Sebagaimana peristiwa Abraham dan Ishak adalah nubuatan tentang Yesus yang akan menjadi sang penebus dan pengganti kita, demikianlah peristiwa Paskah di mana bangsa Israel diselamatkan oleh darah anak domba. Itulah sebabnya, 1500 tahun kemudian Yesus disalibkan pada waktu Hari Raya Paskah. Yesus adalah Anak Domba Paskah yang sebenarnya dan telah menggenapi nubuatan Firman Tuhan. Hanya Allah saja yang dapat merencanakan peristiwa-peristiwa ajaib seperti ini, dan mencatatnya sebagai nubuatan ribuan tahun sebelumnya. Ini membuktikan bahwa Alkitab adalah karya Allah dan bukan karya manusia. Di dalam kisah ini, ada seekor anak domba disediakan bagi setiap keluarga.

Matius 26:1-2, “Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”

1Korintus 5:7, “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

5. Korban Penebus Dosa dan Anak Domba Allah – Imamat 16

Setahun sekali, bangsa Israel merayakan Yom Kippur, Hari Pendamaian. Pada hari itu, mereka dinyatakan sempurna, bersih dari segala dosa mereka. Pada hari itu, seekor anak domba jantan harus dipersembahkan bagi bangsa Israel.

Imamat 16:15-16, “Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka.

Nubuatan ini menunjukkan bahwa kita memerlukan seekor anak domba demi keselamatan bangsa.

6. Nabi Yesaya dan Mesias adalah Anak Domba Allah – Yesaya 52-53

Nabi Yesaya telah bernubuat sekitar tahun 700 sM. Nubuatannya tentang Mesias yang akan datang untuk menjadi Juruselamat manusia, dengan menanggung segala dosa dan penghukumannya sangat terinci. Mesias itu akan menderita siksaan sampai mati, lalu akan bangkit kembali. Nabi Yesaya menyatakan bahwa anak domba yang sesungguhnya bukan seekor binatang, tapi anak domba yang sebenarnya itu adalah Mesias yang akan disembelih seperti seekor anak domba. Jadi, anak domba yang sebenarnya adalah seseorang yang menjadi korban penebusan bagi manusia, yaitu Yesus. Dialah seekor anak domba bagi “umat-Ku,” kata Tuhan.

Yesaya 52:13-15, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia, begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”

Yesaya 53:3-8, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya… dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.”

Keajaiban nubuatan Yesaya ini dapat Anda gali dan temukan sendiri. Ada 7 kalimat dari sudut pandang manusia tentang karya salib dalam Yes.53:4-6 dan ada 7 kalimat dari sudut pandangan Allah tentang karya salib dalam Yes.53:8-12. Lalu, di tengah-tengah di antara 7 kalimat dari sudut manusia dan 7 kalimat dari sudut Allah itu, kita bisa membacanya dalam Yes.53:7, “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.”

7. Yohanes Pembaptis menyatakan Mesias adalah Anak Domba Allah –Yohanes 1

Yohanes Pembaptis telah melayani sezaman dengan Mesias, bahkan dia adalah sepupu Yesus. Nabi Yohanes Pembaptis ini telah mengidentifikasi bahwa Mesias bukan sembarang anak domba, tetapi Yesuslah anak domba yang adalah penggenapan semua nubuatan Taurat, Mazmur dan Kitab Nabi-nabi. Yohanes juga menyebutkan bahwa Yesus Kristus, Mesias itu, adalah Anak Allah. Kita berpegang teguh pada Firman Tuhan dan hikmat ajaib yang diberikan kepadanya, bahwa Yesus, Mesias itu, sesungguhnya adalah Anak Domba Allah yang akan menyelamatkan dunia. Ternyata, manusia yang adalah anak domba bukanlah sembarang manusia, melainkan manusia khusus, yang terpilih, yang sempurna, yaitu Yesus. Dialah satu-satunya anak domba bagi seisi dunia.

Yohanes 1:29-34,“Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia… Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

8. Rasul Petrus dan Rencana Allah tentang Anak Domba Allah – 1 Petrus 1

Sebelum terjadinya kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka Allah sudah merencanakan jawab-Nya. Yesus telah dipilih dan direncanakan oleh Allah sebagai Anak Domba sejak sebelum dunia dijadikan. Jadi, kita melihat bahwa hanya ada satu jalan keselamatan bagi manusia. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan-perbuatan kita, bahkan kita tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri. Kita benar-benar memerlukan seorang penebus, seorang Juruselamat yang akan membayar lunas harga atas kejatuhan kita. Kita tak mampu membayarnya. Tetapi, syukurlah Yesus sanggup melakukan semuanya itu bagi kita.

1Petrus 1:18-21, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah.”

Ternyata di sepanjang sejarah, hanya ada seekor anak domba yang sesungguhnya, yaitu Yesus.

9. Anak Domba Allah di Takhta Allah – Wahyu 5

Yesus naik ke sorga dan duduk dalam takhta Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ia duduk di tahta, karena Dia adalah Allah. Pada akhir pelayanan-Nya di bumi Yesus berkata kepada Bapa,

Yohanes 17:5,“ Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.”

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah kekal dan berasal dari sorga, sehingga Dia harus kembali ke sana. Waktunya sudah tiba. Setelah kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, Yesus naik ke sorga dan duduk di takhta Allah.

Wahyu 3:21, “Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.”

Wahyu 5:6,“Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.”

Anak Domba Allah ini ajaib. Sudah tersembelih, tapi masih tetap berdiri. Ini terjadi karena Dia mati dan bangkit kembali. Anak Domba Allah ini memiliki 7 tanduk, – tanduk dalam Alkitab adalah tanda kuasa-, dan angka 7 adalah tanda sesuatu yang lengkap dan sempurna. Jadi, Yesus, Anak Domba Allah kita memiliki semua kuasa, karena Dia Mahakuasa. Anak Domba memiliki 7 mata. Mata adalah tanda penglihatan dan pengetahuan. Yesus melihat dan mengetahui segala sesuatu, karena Dia Mahatahu. Anak Domba memiliki 7 roh. Roh menyatakan hadirat. Jadi, Yesus ada di mana-mana, karena Dia Mahahadir. Hanya ada satu Anak Domba bagi langit dan bumi, serta semesta alam, cuma satu korban yang sanggup menyelamatkan manusia, satu Penebus. Itulah sebabnya Yesus berkata,

Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yesus adalah jalan yang lurus. Ia adalah jalan keselamatan dan kehidupan. Tidak ada jalan lain ke sorga, selain percaya dan mengikuti Tuhan Yesus.

10. Anak Domba Allah di Yerusalem Baru – Wahyu 21-22

Dalam Yerusalem Baru, Yesus disebut sebagai anak domba sebanyak tujuh kali.

i. Yesus adalah Mempelai Laki-laki, “pengantin perempuan, mempelai Anak Domba,” Why.21:9

ii. Yesus adalah Dasar kita, “tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba,” Why.21:14

iii. Yesus Pusat Penyembahan kita, “Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba,” Why.21:22

iv. Yesus adalah Terang kita, “kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya,” Why.21:23

v. Yesus adalah Keselamatan dan Kehidupan kita, “tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba,” Why.21:27

vi. Yesus adalah Sumber Rezeki dan Kesehatan kita, “sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa,” Why.22:1-2.

vii. Yesus adalah Raja kita, “Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,” Why.22:3

Jadi, hanya ada satu Anak Domba di Yerusalem Baru untuk selama-lamanya. Hanya seekor anak domba untuk kekekalan.

Perhatikan keajaiban kisah Anak Domba dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu. Ada:

  • 1 Anak Domba untuk penebusan Adam dan Hawa, Kej.3
  • 1 Anak Domba untuk memuaskan hati Allah Habel, Kej.4
  • 1 Anak Domba bagi 1 manusia Ishak, Kej.22
  • 1 Anak Domba bagi 1 keluarga Tiap Keluarga, Kel.12
  • 1 Anak Domba bagi 1 bangsa Tiap Bangsa, Im.16
  • 1 Anak Domba bagi umat Tuhan Umat Perjanjian, Yes.53
  • 1 Anak Domba bagi seisi dunia Barang Siapa Percaya, Yoh.1
  • 1 Anak Domba bagi segala zaman Sepanjang Sejarah, 1Pet.1
  • 1 Anak Domba bagi Sorga dan Bumi Alam Semesta, Why.5
  • 1 Anak Domba untuk Selama-lamanya! Yerusalem Baru, Why.21-22

Why.12:11, “Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.”

Hanya ada satu Anak Domba demi keselamatan. Hanya ada satu jalan ke sorga. Hanya satu saja yang sanggup mengampuni, menyembuhkan, memberi jaminan dan kepastian tentang hidup kekal. Dia itu adalah Yesus, Anak Domba Allah. Dialah yang kita rayakan pada Paskah ini. Kisah ini tidak mungkin dikarang oleh manusia, karena dari awal sampai akhirnya adalah 6000 tahun. Tidak pernah ada manusia yang sanggup untuk hidup selama itu.

Selamat Paskah 2013! (Jeff hammond, Penatua Abbalove Ministries)

2019-10-04T10:49:31+07:00