//Pendahuluan Kitab Nabi-Nabi

Pendahuluan Kitab Nabi-Nabi

Dua Penggenapan Nubuatan

Sering kali nubuatan dalam Alkitab mengandung makna penggenapan yang dekat dan penggenapan yang jauh. Ada nubuatan yang sudah digenapi dalam sejarah tetapi masih menunggu penggenapan lagi yang lebih lengkap pada akhir zaman. Ada nubuatan yang digenapi oleh kedatangan Yesus yang pertama, sewaktu Dia datang membawa keselamatan, yaitu waktu Dia datang sebagai Anak Domba Allah yang penuh kelembutan dan membawa kemurahan. Ada nubuatan yang akan digenapi dalam kedatanganNya yang kedua, sewaktu Dia datang dengan hukuman dan murkaNya sebagai Singa dari Yehuda.

Supaya kita dapat mengerti kitab-kitab nabi dan hubungannya dengan Gereja pada zaman ini, ada beberapa prinsip penting yang perlu kita pahami.

 

Hubungan Nabi-nabi dan Akhir Zaman

Kisah Rasul 3:20-21 berkata, “Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.”

Karena nubuatan para nabi harus digenapi sebelum Yesus kembali, betapa pentingnya bahwa kita membaca dan mempelajari nubuatan-nubuatan itu. Ada banyak nubuatan tentang kedatangan Yesus pada kali pertama, yang sudah digenapi. Namun, ada lebih banyak lagi nubuatan yang berhubungan dengan kedatanganNya yang kedua kali, yang belum digenapi. Patutlah kita mengenal nubuatan-nubuatan itu semua, supaya kita siap sedia menghadapi segala hal yang akan terjadi di masa depan.

Petrus berkata, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.  Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, …  Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari surga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.” (1 Ptr. 1:10-12).

Dengan jelas dinyatakan  bahwa tujuan tulisan nabi-nabi adalah bagi kita, yaitu semuanya menunjukkan kedatangan dan pemberitaan Injil, Injil itulah yang mulai diberitakan pada 2.000 tahun yang lalu dan sekarang menuju kesudahan dan puncak penggenapannya.

 

Hubungan Nabi-Nabi dengan Injil

Roma 16:25-26  menjelaskan, “Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, –menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman.”

 

Injil adalah rahasia yang sudah disembunyikan di dalam Perjanjian Lama, yang dirahasiakan sebelum permulaan dunia dan hanya dinyatakan dalam kedatangan Yesus. Semua nubuatan dalam Perjanjian Lama hanya dapat dimengerti dengan lengkap sesudah kedatanganNya pada kali yang pertama. Ada kira-kira 300 nubuatan dalam Perjanjian Lama tentang kedatangan Yesus yang pertama, tetapi ada kira-kira 1.500 nubuatan tentang kedatanganNya yang kedua!

Walaupun belum dapat mengerti semua nubuatan itu dengan sempurna karena masih belum digenapi, kita perlu membacanya, membandingkannya dengan nubuatan lain, dan berjaga-jaga untuk melihat penggenapannya.

Nubuatan memang diberikan bukan untuk meramalkan masa depan tetapi supaya waktu digenapi, iman kita akan menjadi makin kuat.  Yohanes 16:1 berkata, “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.” dan Yohanes 16:4 melanjutkan, “Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

 

Hubungan Nabi-Nabi dengan Bangsa Israel

1 Korintus 10:11 memperingatkan, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”

Jelaslah dari peringatan ini, bahwa jangan kita tergoda untuk berpikir bahwa segala peringatan dan hukuman atas bangsa Israel tidak berhubungan dengan kita.  Walaupun segala sesuatu secara langsung ditujukan kepada Israel sebagai bangsa Tuhan yang bungsu, namun bangsa itu menjadi teladan bagi kita yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Semuanya itu ditulis bagi kita, umat Tuhan yang hidup pada akhir zaman.

Dalam Perjanjian Baru kita belajar bahwa orang Yahudi dan orang dari bangsa-bangsa lain dipersatukan menjadi “satu manusia baru” (Ef. 2:15),  “Sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.”

Orang Yahudi yang sejati adalah orang yang lahir baru. Roma 2:28-29 menyatakan, “Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.   Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah.”

Orang Yahudi, yaitu orang bersunat yang sebenarnya, adalah pengikut Yesus. Filipi 3:3 berkata, “Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.”

Karena itu, berita dari nabi-nabi berhubungan bukan saja dengan orang Yahudi atau Israel yang jasmani, tetapi juga dengan “orang Yahudi yang sebenarnya”, yaitu pengikut Yesus Kristus.

 

Hubungan Nabi-Nabi dengan Sion

Sion disebut sebanyak tujuh kali dalam Perjanjian Baru. Dalam Ibrani 12:22 dikatakan, “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi.” Gereja yang terdiri dari umat Tuhan, dari bangsa Yahudi dan dari bangsa-bangsa lain yang percaya kepadaNya dibayangkan sebagai kota dan bukit Sion. Semua nubuatan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama tentang Sion, sebenarnya dapat dilihat sebagai nubuatan tentang Gereja Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Baru ada tiga nubuatan tentang Sion yang digenapi dalam kedatangan Yesus yang pertama.

 

1. Yesus masuk Sion mengendarai seekor keledai. Matius dan Lukas mengutip dari Zakharia 9:9 dengan menyatakan bahwa Yesus datang dan memasuki Yerusalem sebagai Raja yang lemah lembut dan dan duduk di atas seekor anak keledai (Mat. 21:5; Yoh. 12:15).

2. Yesus menjadi batu sandungan di Sion. Paulus mengutip dari Yesaya 28:16 bahwa Yesus menjadi seperti batu sentuhan dan batu sandungan, namun yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan (Rm. 9:33).

3. Yesus adalah Penebus dari Sion. Paulus juga mengutip dari Yesaya 59:20, dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Penebus yang datang dari Sion untuk menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub (Rm. 11:26).

 

Dapat dilihat dalam kitab Wahyu bahwa Anak Domba Allah berdiri di Bukit Sion bersama-sama dengan mereka yang dahinya tertulis namaNya serta nama BapaNya. Bukankah ini adalah gambaran orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan dimeteraikan oleh Roh Kudus? Karena itu, kunci untuk mengerti tulisan nabi-nabi adalah melihat Sion sebagai gambaran profetis tentang Gereja.

 

Hubungan dengan Bangsa-Bangsa Lain

Ada banyak bangsa yang disebut dalam Perjanjian Lama terutama, Babel, Asyur, Medo-Farsi, Mesir, Edom, Amon, Moab, Filistia, Siria, Tirus, Kedar, dan kota-kota seperti Ninewe dan Damsyik. Semua bangsa dan kota itu berhubungan dengan bangsa-bangsa pada zaman ini. Babel dan Asyur menjadi Irak. Medo-Farsi menjadi Iran. Edom menjadi bangsa Arab.  Amon dan Moab menjadi Yordan. Filistia menjadi orang Palestina. Siria menjadi Suriah. Tirus menjadi Libanon. Mesir tetap Mesir. Namun semua bangsa di seluruh dunia juga tersentuh oleh nubuatan-nubuatan itu. Firman Tuhan sungguh ditulis bagi setiap manusia, setiap bangsa. Surga akan penuh dengan orang dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Karena itu bangsa-bangsa itu yang disebut mewakili semua bangsa walaupun ada juga hubungan dengan bangsa khusus.

 

Hubungan dengan Hari Tuhan

Hampir semua nabi menyebut “Hari Tuhan” atau “Hari itu” di dalam nubuatannya. “Hari itu” adalah zaman akhir, yaitu zaman sebelum/menjelang dan sewaktu kedatangan Tuhan. “Hari itu” adalah hari kesusahan, kegelapan dan pemusnahan bagi mereka yang jahat tetapi hari ketika Rumah Tuhan akan dipenuhi dengan kemuliaan bagi mereka yang jalan menurut Firman Tuhan. Inilah hari-hari kita. Kitalah orang-orang yang sedang hidup pada masa penggenapan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi.

 

Berita yang Dibawa Para Nabi

Semua nabi membawa berita yang intinya sama bagi umat Tuhan, yaitu:

manusia sudah berdosa,

karena itu, akan ada hukuman dan kebinasaan ,

ada panggilan untuk pertobatan supaya manusia kembali kepada Tuhan,

dan umat Tuhan akan menang, akan dipulihkan dan dimuliakan

 

Inilah berita yang terkandung dalam Kejadian 1-3: manusia dijadikan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-28), mereka jatuh dalam dosa (Kej. 3:1-7), Tuhan mencari dan memanggil mereka (Kej. 3:8-13), hukuman dan maut datang atas manusia (Kej. 3:16-19,23-24), dan Tuhan juga memberi janji tentang kemenangan, kedatangan Mesias dan kekalahan terakhir atas Iblis (Kej. 3:15).

Berita itu dinyatakan oleh Yesus sebagai tujuan kedatangan Roh Kudus. Roh Kudus akan datang di dunia untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:7-13). Roh Kuduslah yang mendorong dan mengilhamkan nabi-nabi (2 Ptr. 1:21; 2 Tim. 3:16). Roh Kuduslah yang dapat memberi kepada kita masing-masing pengertian tentang makna dan tujuan tulisan nabi-nabi. (1 Kor. 2:6-14).

Inilah berita terakhir dari Yesus, yang ditujukan kepada tujuh gereja dalam Kitab Wahyu (Why. 2-3). Tujuh gereja itu menerima wahyu dari Yesus yang menyatakan dosa mereka, memanggil mereka kepada pertobatan, mengingatkan mereka tentang hukuman yang akan menimpa orang-orang yang tidak bertobat dan memberi janji tentang pemulihan dan kemulian. Tiap gereja diperintahkan untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada semua jemaat.

Marilah kita membuka akal dan pikiran kita, dengan cermat membaca dan memeriksa tulisan kitab nabi-nabi, serta meminta Roh Kudus mengajar kita rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalam Firman Tuhan.

2020-04-22T14:33:55+07:00