///Perjalanan yang “KACAU”

Perjalanan yang “KACAU”

 

Dua tahun lalu, saya bersama istri dan anak mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke Amerika dan kemudian melanjutkan trip ke Alaska dengan kapal pesiar. Ini adalah sebuah pengalaman yang tidak terlupakan bagi kami. Perjalanan ini kami lakukan dalam grup, dan saat itu segala sesuatu telah diatur oleh agen perjalanan. Namun ternyata, ada hal penting yang terlewatkan, sehingga perjalanan kami terganggu karena kami tidak bisa masuk ke sebuah negara sesuai dengan jadwal perjalanan yang telah diatur semula. Awalnya kami merasa kecewa dengan pelayanan dan cara kerja agen perjalanan, karena akibat kelalaiannya kami nyaris terlantar di negeri orang. Tetapi kemudian, saya teringat pada kesaksian dari seorang pemimpin. Beliau bersaksi bahwa ketika mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke luar negeri, beliau berdoa agar Tuhan menunjukkan jiwa yang akan dilayani selama perjalanannya ke luar negeri. Beliau juga berdoa agar selama perjalanannya itu Tuhan menjadikan dirinya berkat bagi setiap orang asing yang ia temui.

Respon kami pun berubah, dan saat itu saya mengajak seluruh peserta untuk berdoa dan melihat pimpinan Tuhan. Sungguh Tuhan itu baik, karena melalui kesulitan ini kami ternyata justru diatur Tuhan untuk bertemu dengan beberapa orang. Mulai dari seorang supir taksi di Los Angeles, ketika kami bercerita tentang kebaikan Tuhan Yesus dan mendoakan dia, sehingga dia langsung pulang ke rumah menceritakan kepada keluarganya tentang sukacitanya setelah kami doakan, hingga pertemuan dan perkenalan dengan Mr. Hugo (Director of Cruise Hospitality), ketika kami menjadi kesaksian bagi dia. Beliau melihat bagaimana kami tetap bersyukur dalam kondisi apa pun. Akhirnya, saya berkesempatan untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan pada Mr. Hugo dan mendoakan dia.  Selain itu, kami bertemu dengan banyak orang asing lainnya di dalam perjalanan yang sebenarnya tidak sesuai dengan rencana tersebut.

Melalui perjalanan ini, kami menyadari bahwa sesungguhnya hidup kita bukan sekedar mencari kesenangan bagi diri sendiri atau keluarga/kelompok sendiri. Yang lebih penting dari itu, kita harus sadar bahwa kita adalah ekklesia, yaitu persekutuan anak-anak Kerajaan Allah. Di mana pun kita berada, kita harus menjadi berkat dan saksi bagi setiap orang tentang Allah kita. Mungkin kita tidak perlu melakukan perjalanan keluar negeri, atau tidak semua dari kita bisa melakukan mission trip ke tempat terpencil,  tetapi sessungguhnya hidup kita ini adalah sebuah mission trip yang amat panjang, sepanjang usia kita. Tuhan mengutus masing-masing dari kita untuk menjadi saksiNya dan menjadi berkat bagi orang lain. Setiap orang yang kita jumpai di dalam hidup kita adalah orang-orang penting yang Tuhan telah atur untuk kita masing-masing.

Sebagai bagian dari persekutuan kerajaan Allah, kita harus siap dipanggil untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus, untuk mengajar dan membaptis mereka. Mulailah dari bersaksi tentang respons kita dalam melewati setiap situasi, maka orang akan melihat dan bersukacita karena ada pribadi Tuhan yang mereka rasakan melalui hidup kita. Berdoalah pada Tuhan untuk memberikan kesempatan bertemu dengan jiwa-jiwa baru dalam perjalanan hidup Anda hari ini, dan saksikan bagaimana Tuhan menyertai hidup Anda.

 

“Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau,ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kej. 28:15)

2019-10-17T14:36:03+07:00