///Perjumpaan dengan kerajaan Allah

Perjumpaan dengan kerajaan Allah

Di tahun ini kita akan berfokus untuk menjadi kompak yang berbuah dan berlipatganda. Dengan kompak yang sehat, komsel-komsel akan sehat dan Tubuh Kristus akan sehat pula. Kompak adalah seperti molekul-molekul yang membentuk sel-sel dalam tubuh. Molekul adalah kumpulan atom-atom yang menggambarkan pribadi-pribadi dalam tubuh Kristus. Apabila atom-atom “bersekutu” dengan sehat, terbentuklah molekul-molekul yang sehat pula.

Dalam ilmu fisika dan kimia, kita dapat melihat bahwa atom-atom bersekutu dengan saling memberi dan menerima partikel elektron. Contohnya, sebuah atom Na (Natrium) yang kekurangan partikel elektron bertemu dengan sebuah atom Cl (Klorida) yang kelebihan partikel elektron, maka terjadilah proses menerima dan memberi, yang menghasilkan molekul NaCl atau garam. Demikian pula, secara rohani, persekutuan terjadi kalau ada proses saling menerima dan memberi di antarasedikitnya dua orang. Persekutuan itulah yang membentuk terjadinya sebuah kompak yang berfungsi sebagai garam bagi dunianya. Apabila molekul-molekul dalam sebuah sel itu sehat, sel-selnyapun sehat pula. Tetapi apabila persekutuan di antara atom-atom itu tidak kuat karena faktor-faktor tertentu, atom-atom tersebut terpisah satu dengan yang lain sehingga terbentuklah radikal bebas. Radikal bebas adalah atom yang kekurangan partikel elektron, dan untuk menjadi stabil atom ini berusaha MENCURI partikel elektron dari molekul yang terdekat. Akibat perbuatan radikal bebas itu, molekul-molekul yang terdekatpun menjadi rusak, dan membentuk lebih banyak radikal-radikal bebas yang baru. Selanjutnya, sel-sel yang sehat menjadi mati. Karena itu diperlukan antioksidan untuk menstabilkan radikal-radikal bebas, sehingga sel-sel tubuh menjadi sehat.

SETIA MEMPRAKTIKKAN AGENDA KOMPAK

Setelah mulai mempraktikkan perjumpaan kerajaan selama satu bulan ini, marilah kita terus setia membangun kompak kita untuk menjadi berbuah dan berlipat ganda. Cara menjadi kompak yang berbuah dan berlipat ganda adalah terus bertekun mempraktikkan ketiga agenda kompak:

1. Saling menolong untuk mengalami TRANSFORMASI HATI. Prosesnya adalah dengan saling mengenal dan dikenal. Saling bercerita dan mendengar dengan empati. Saling mengaku dosa. Inilah proses saling memberi dan menerima seperti yang dijelaskan pada proses bersekutunya atom-atom. Proses inilah yang disebut persekutuan. Hanya dengan proses inilah hati kita dapat menjadi tanah hati yang baik yang siap ditanami benih Firman.

2. Saling menolong untuk menanam FIRMAN KERAJAAN ALLAH. Setelah dibersihkan dari memori-memori bawah sadar yang berdosa, hati kita harus ditanam dengan Firman Kerajaan Allah. Mengizinkan hati kita dikuasai penuh dengan Firman Kerajaan Allah adalah proses yang tidak mudah, dan kita perlu mengikuti prosesnya dengan setia. Ingat, prosesnya tidak mulus dan tidak mudah. Ketika hati kita berjumpa dengan Firman Kerajaan Allah, ada reaksi yang tidak menyenangkan. Kita cenderung tidak mau menyerah. Tetapi, kalau kita tetap setia dengan proses yang menyakitkan, kita pasti mengalami pertumbuhan.

3. Saling bersepakat dan bersinergi untuk memenangkan jiwa dan melakukan transformasi. Agar dapat berbuah dan berlipat ganda, kita harus PERGI dan DIUTUS untuk mempraktikkan Lukas 10:1-12. Dengan setia mempraktikkannya, kita pasti akan menemukan orang damai kita. Kita juga harus menjadi terang dan garam di tempat Tuhan menaruh kita hidup sehari-hari. Setiap orang percaya diberi sebuah “Taman Eden” yang harus kita usahakan dan pelihara. Setialah mempraktikkannya, maka kita pasti akan berbuah dan berlipat ganda.

KERAJAAN ALLAH SEBAGAI JALAN DAN KEHIDUPAN

Apakah Kerajaan Allah itu? Kita dapat melihat kata “kerajaan” dan “kehidupan” dipakai secara bergantian. Ada kata-kata dengan makna serupa, yaitu “masuk Kerajaan Allah” dan “masuk kedalam kehidupan”. Jadi, Kerajaan Allah bukanlah sekadar konsep tetapi adalah sebuah kehidupan yang dijalani sekarang. Kerajaan Allah bukanlah kehidupan yang akan datang saja tetapi juga kehidupan yang sekarang. Karena itu, marilah kita mulai menghidupinya agar mengalami kenyataan-kenyataannya (Kerajaan Allah menjadi realita dalam hidup kita). Inilah maksudnya bahwa Kerajaan Allah juga disebut sebagai JALAN TUHAN (Kis. 19:23).

Maka, Kerajaan Allah bukanlah suatu teori, tetapi adalah sesuatu jalan yang harus diikuti. Kerajaan Allah adalah sebuah perjalanan,bukan tujuan akhir saja pada sebuah peta yang dipelajari. Sebelum Yesus disalibkan, Dia menyatakan siapakah dirinya. “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;”(Yoh. 13:13-14). Murid-murid menyebut Yesus sebagai Guru dan Tuhan, tetapi Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan dan Guru mereka. Yesus pertama-tama harus menjadi Tuhan, barulah Guru. Ini berarti, kehidupan di dalam Kerajaan Allah pertama-tama dimulai dengan KETAATAN mengikuti Tuhan, dan setelah itu barulah kita SETIA BELAJAR dari Guru kita. Karena itulah, di bulan ini kita meneruskan 50 hari perjumpaan dengan Kerajaan Allah.

2019-10-17T12:09:59+07:00