///Perubahan Dunia

Perubahan Dunia

Di penghujung akhir tahun 2017 ini, kita bisa melihat dan menyaksikan perubahan yang terjadi di dunia dan kemajuan-kemajuan dalam bidang tehnologi mempercepat perubahan itu terjadi. Perubahan dunia ini terjadi di seluruh aspek kehidupan kita. Salah satu contohnya, kemajuan di bidang tehnologi dengan ditemukannya Artificial Intellegent (AI) dan Machine Learning, hal ini akan mengubah cara kerja yang ada selama ini.

Beberapa pekerjaan dan profesi akan hilang dan tergantikan dengan AI. Model belajar pun akan berubah, mereka tidak lagi membutuhkan dosen, karena mereka bisa belajar secara mandiri melalui kolaborasi dengan teman-temannya.

AI punya kemampuan bekerja lebih cepat, lebih tepat dan lebih banyak. Untuk hal ini, kemampuan manusia dengan mudah dikalahkan. Lalu apa yang tersisa yang masih dimiliki manusia untuk bisa bersaing dengan mesin?

Yang menjadi pembeda mendasar antara AI dan manusia adalah manusia punya kesadaran untuk berubah dan mesin tidak punya. Mesin lebih pasif karena menunggu inputan data yang dimasukan sementara manusia punya keinginan dan kemampuan untuk melakukan perubahan.

Sebagai anak Tuhan, kita juga punya kemampuan untuk berubah dan beradaptasi. Tuhan mengajar kita sebuah kebenaran, bahwa kita bukan berubah menuruti perubahan dunia. Tapi kita harus berubah melakukan pembaharuan budi.

Anak Tuhan harus tetap menjadi teladan di tengah-tengah perubahan dunia yang rapuh, tidak pasti, kompleks dan bimbang (Vulnerable, Uncertainty, Complex, Ambiguity).

Anak Tuhan harus punya budi yang dibaharui dari hari ke hari lewat firman Tuhan yang dibaca, direnungkan dan dialami. Lewat pembaharuan budi, kita akan tahu mana yang baik yang sesuai kehendak Tuhan dan yang sempurna.

Mari kita refleksikan, di tengah perubahan dunia yang cepat saat ini, apakah kita tetap setia melakukan pembaharuan budi di sepanjangan tahun 2017? Adakah kita mengikuti perubahan dunia atau melakukan pembaharuan budi?

Untuk menyikapi perubahan dunia, kita harus melakukan pembaharuan budi. Dengan cara ini, kita akan tetap bertahan dan unggul dari apa pun yang diciptakan dunia, karena kita adalah anak-anak ciptaan Allah.

Mari kita siapkan tekad dan hati memasuki tahun 2018 dengan melakukan pembaharuan budi, sehingga kita mengerti kehendak Tuhan atas hidup kita di tahun 2018 mendatang. Selamat tahun baru!

“ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

2019-10-17T10:25:20+07:00