//Pizza, from the Heart (发自内心的比萨)

Pizza, from the Heart (发自内心的比萨)

“Daddy, I want pizza for dinner!” Andrew told his father excitedly one evening. His father had just got home after work, and was welcomed by the request for pizza with a pair of expectant eyes of his six-year-old son.

“No, boy. We just had pizza yesterday! Let’s eat something else tonight, okay?” Andrew’s father replied gently.

“爸爸,我晚餐要比萨!”一天晚上,安德鲁兴奋地呼唤他的父亲。他的父亲刚下班回家,马上就收到了比萨的要求,六岁的儿子用一双期待的眼睛。“不,孩子。我们昨天刚吃了披萨!来吧,今晚我们吃别的好吗?” 安德鲁的父亲轻声回答

“Papa, aku ingin Pizza untuk makan malam!” Andrew berseru kepada ayahnya dengan penuh semangat pada suatu malam. Ayahnya baru saja pulang kerja, dan langsung disambut dengan permintaan pizza itu, dengan sepasang mata penuh harap dari putranya yang berusia enam tahun.

“Tidak, ‘Nak. Kita ‘kan baru saja makan pizza kemarin! Ayo, kita makan yang lain malam ini, oke?” ayah Andrew menjawab dengan lembut.

 

 

“But I love pizza, Daddy… It is my most favorite food in the world!!! I can eat pizza everyday!”

“但我喜欢比萨,爸爸……披萨是我全世界最喜欢的食物!!! 我可以每天吃比萨!”

“Tapi aku suka pizza, Papa… Pizza makanan favoritku di seluruh dunia!!! Aku bisa makan pizza setiap hari!”

 

His father chuckled, “I know, boy… You just ate four slices of pizza yesterday. I know you love pizza!”

他的父亲轻笑道:“你知道,儿子……你昨天吃了四片比萨。 爸爸知道你喜欢比萨!”

Ayahnya tertawa kecil, “Papa tahu, Nak… Kemarin kamu makan empat potong pizza kemarin. Papa tahu kamu suka pizza!”

 

 

“Yes, Daddy. So why don’t we eat pizza again tonight? Pleeeaaseee..?” His puppy eyes were making intense contact with his father’s. His father smiled.

“是的,爸……今晚我们为什么不再吃比萨?我们能再吃比萨吗……?”安德鲁悲伤的眼睛直视着父亲的眼睛,父亲还在微笑。

“Iya, Pa…. Kenapa dong, kita tidak makan pizza lagi malam ini? Boleh ‘kan, kita makan pizza lagi…?” Sorot mata memelas dari Andrew langsung menatap mata ayahnya. Ayahnya masih tersenyum.

 

 

“Hmm, pizza is a fun idea, sure. But… eating pizza everyday won’t be good for our health, because there is not enough veggies and meat that our body need, right?”

“嗯,比萨很有趣,不是吗。但是……每天吃比萨并不健康,因为比萨里没有我们身体需要的足够的蔬菜和肉类。”

“Hmm, pizza memang menyenangkan, betul. Tapi… makan pizza setiap hari itu tidak sehat, karena di dalam pizza tidak ada cukup sayuran dan daging yang dibutuhkan tubuh kita.”

 

 

Andrew nodded. “But still…” he pouted, but he knows his father was right.

“It’s not that we cannot eat pizza ever again, Andrew. I will make sure we’ll eat some more later, but not today. You know I love pizza too! But, we need to eat healthy so we can enjoy many of those cheesy slices when we have them, okay?”

安德鲁点点头,但仍然希望,“但是,味道不错……”他撇撇嘴,但他知道他父亲是对的。“不是我们不能再吃比萨了,安德鲁。爸爸以后肯定会再邀请我们吃比萨的,但不是今天。爸爸自己也喜欢比萨! 但是,我们需要吃得健康,这样我们可以在吃比萨的时候再次享用比萨,好吗?”

Andrew mengangguk, tetapi masih berharap, “Tapi, rasanya enak…” Dia cemberut, tetapi dia tahu ayahnya benar.

“Bukannya kita tidak bisa makan pizza lagi, Andrew. Papa pasti ajak kita makan pizza lagi nanti, tapi bukan hari ini. Papa sendiri juga suka pizza! Tapi, kita perlu makan sehat, supaya nanti kita bisa menikmati pizza lagi kalau waktunya makan pizza, oke?”

 

 

“Promise, Daddy?”

“Promise.”

“Okaay!” Andrew agreed, and now got back to his gleeful self.

“答应我,爸爸?”

“承诺。”

“好的!” 安德鲁同意了,现在他又高兴起来了。

“Janji ya, Pa?”

“Janji.”

“Oke!” Andrew setuju, dan sekarang dia kembali riang gembira.

————————————————–

 

This story is based on a real conversation between my nephew (name changed) and his father. Andrew’s father, too, is an avid fan of pizza and often declares his strong love for cheese. He has a stark preference of how his pizza should taste and be: cheesy, moderate amount of meat, added tomato ketchup, and more cheese on top. Whenever he has a gloomy day, or week, pizza will never fail to return his glowing cheeky smile back.

这个故事是根据我侄子(他的真名不是安德鲁)和他父亲之间的真实对话写成的。安德鲁的父亲也是比萨的忠实粉丝,经常表现出对奶酪的喜爱。他对他的比萨饼的味道和洒有严格的标准:奶酪、肉类额外的番茄酱和更多的奶酪。每当他有一个不愉快和沮丧的时候,无论是一天还是一整周,比萨总是让他脸上露出顽皮的笑容。

Kisah ini ditulis berdasarkan percakapan nyata antara keponakan saya (nama aslinya bukan Andrew) dan ayahnya. Ayah Andrew juga penggemar berat pizza dan sering menunjukkan kesukaannya pada keju. Dia punya kriteria yang ketat tentang bagaimana rasa dan taburan pizza-nya: keju, daging secukupnya, saus tomat tambahan, dan lebih banyak keju lagi. Setiap kali dia mengalami masa yang tak menyenangkan dan suram, entah seharian atau seminggu penuh, pizza tidak pernah gagal mengembalikan senyum iseng di wajahnya.

 

 

Do I like pizza? Yes. With 20+ years of experience living on earth, I also have my own “dream pizza”, with my own perfect combination of toppings and sauces that brings happiness and pleasure only. Cheese? Good. Tomatoes? Choked on it once, so leave it out. What about ketchup? Tastes sour, don’t put it. Pineapple? Sweet! Plenty of it, please. Onion? Made me cry, so nope. Only happy things allowed. Pepperoni is ok, bell pepper not. Chocolate is also good, pour a lot! Did I mention cheese? More of it, now. Also, add some brown sugar and honey. It’s all sweet and fragrant, must be very delicious, right?

我自己喜欢比萨吗?是的。拥有20多年在地球上生活的经验,我也有自己的 “比萨梦想”,撒上配料和酱汁的完美结合一定会让我感到快乐和满足。奶酪?很可口的。番茄?曾经让我,所以没有

必要用西红柿。番茄酱怎么样?味道很酸,不要用番茄酱。菠萝?乐趣……添加很多。洋葱?让我哭所以没必要,啦。只是好味的,可加在我的比萨上。。可以加意大利辣香肠,不加辣椒 粉。巧克

力也不错,可倒入更多! 已经有奶酪了吗? 添加更多奶酪……也添加红糖和蜂蜜。 一切都香甜可口,这比萨一定很好吃吧?

Apakah saya sendiri suka pizza? Ya. Dengan 20+ tahun pengalaman hidup di bumi, saya juga memiliki “pizza impian” saya sendiri, dengan kombinasi sempurna dari taburan dan saus yang pasti membuat saya bahagia dan puas. Keju? Sedap. Tomat? Pernah membuat saya tersedak, maka tak perlu pakai tomat. Bagaimana dengan saus tomat? Rasanya asam, jangan pakai saus tomat. Nanas? Nikmatnya… Tambahkan banyak-banyak. Bawang bombai? Membuat saya menangis, jadi tak usah, lah. Hanya tambahan yang menyenangkan yang boleh ada di pizza saya. Pepperoni boleh ditambahkan, paprika tidak. Cokelat juga enak, tuangkan banyak-banyak! Apakah sudah ada keju? Tambahkan lagi kejunya… Tambahkan juga gula merah dan madu. Semuanya manis dan harum, pasti pizza-nya nikmat sekali, bukan?

 

 

Thank God this kind of pizza is non-existent. Imagine all those “happy” toppings and sauces put together… Not so happy taste, eh? However, we may have requested for something similar in our lives. We gather our life experience and sort them to ask for more of the happy ones only, we list our preferences, our pet peeves, our likes and dislikes; basically, we build a specific set of criteria of do’s and dont’s and give them to God, for Him to comply. How dare we! When we tell Him to only give us good days, nice jobs, secure finances, easy people, we plea and insist that He grants us our requests. One example is the all-too-common request of an ideal spouse. Not just any spouse, of course. S/he has to be a family man/woman, good looking and well-built with certain hairstyles and skin color, friendly, generous, owns a business and/or financially secure, an expert in both his work or business and running the household, soft spoken and not easily angered, a good parent with kids, a great cook for the family, as well as romantic. Another example, a job and its work environment; which must be supportive, with a good pay, light daily tasks, standard working hours, minimal overtime, paid leave, has a nice boss, even nicer colleagues, and/or of a reputable brand/company for us to be proud of. Not once that we think about God’s desires for us and for our lives; we simply ask Him to give us according to our desires.

谢天谢地,按照我的标准,这种比萨不存在。想象一下所有那些“有趣”的配料和酱汁放在一起……味道当然不是很好……事实上,我们自己可能在生活中也曾要求过类似的东西。我们收集我们的生活经历并对其进行分类,只要愉快的事情。我们列出我们的选择,让我们烦恼的事情,我们喜欢和

不喜欢的事情;所有这些基本上我们都设置了一套特定的标准来判断我们生活中什么是什么,不应该是什么,然后我们把它们交给上帝去服从。我们是多么的无知!当我们要求上帝只给我们美好的日子、有趣的工作、有保障的财务、好的人们时自己,我们坚持并强求上帝会满足我们的要求。

一个例子是对理想伴侣的普遍需求。当然,不只是随便的一对。我们的伴侣必须是一个热爱家庭

的男人/女人,长得漂亮,有一定的发型和肤色,友善,大方,有生意和/安全的财务状况,在他的工作或生意上的专长,并且擅长掌管家务,文质彬彬,不易动怒,为人父母,善于为家人做饭,

浪漫。再比如,关于工作和工作环境的要求;必须支持我们的舒适,工资令人满意,日常工作,

工作时间正常标准,加班很少,有带薪假,老板很好,同事也都很好,和/者好品牌/公司是很有名的,所以我们可以使自己感到自豪。我们从来没有想过上帝对我们和我们生活的期望;我们只是急着求他给我们想要的。

Syukurlah, pizza semacam kriteria saya ini tidak ada. Bayangkan semua topping dan saus yang “menyenangkan” itu disatukan… Rasanya jadi tidak begitu menyenangkan tentu… Padahal, kita sendiri juga mungkin telah meminta sesuatu yang serupa dalam hidup kita. Kita mengumpulkan pengalaman hidup kita dan menyortirnya untuk meminta hal-hal yang menyenangkan saja. Kita mendaftarkan pilihan kita, hal-hal yang membuat kita jengkel, hal-hal yang kita suka dan tidak suka; yang semuanya pada intinya kita menyusun seperangkat kriteria spesifik tentang apa yang perlu dan yang jangan ada di dalam hidup kita, lalu kita memberikannya kepada Tuhan untuk dituruti-Nya. Betapa sok tahunya kita! Ketika kita meminta kepada Tuhan untuk hanya memberi kita hari-hari yang menyenangkan, pekerjaan yang menyenangkan, keuangan yang aman, orang-orang yang baik, kita memaksa dan bersikeras agar Tuhan mengabulkan permintaan kita. Salah satu contohnya adalah permintaan yang umum soal pasangan ideal. Bukan sembarang pasangan tentunya. Pasangan kita itu harus seorang pria/wanita penyayang keluarga, berpenampilan rupawan dan punya gaya rambut dan warna kulit tertentu, ramah, murah hati, memiliki usaha dan/atau kondisi keuangan yang aman, ahli dalam pekerjaan atau bisnisnya sekaligus pandai menjalankan urusan rumah tangga, gaya bicaranya lembut dan tidak mudah marah, orang tua yang baik untuk anak-anak, jago memasak untuk keluarga, serta romantis. Contoh lain, permintaan soal pekerjaan dan lingkungan kerjanya; yang harus mendukung kenyamanan kita, gajinya memuaskan, tugas hariannya ringan, jam kerjanya standar, lemburnya jarang, cutinya berbayar, bosnya baik, rekan kerjanya juga semua sangat baik, dan/atau mereknya/perusahaannya terkenal supaya bisa kita banggakan. Tidak sekali pun kita memikirkan keinginan Tuhan bagi kita dan hidup kita; kita hanya sibuk meminta kepada-Nya untuk memberi kita apa yang sesuai dengan keinginan kita.

 

Despite the choices seeming normal, often there is a reason of trauma behind them. We carefully choose only the happy things to experience to cover up the not-so-pleasant experiences we have had in the past, because those happy things won’t trigger any bitterness or wounds from past rejection, abuse, sins, addiction, bad habits, and painful events that shapes who we are. We have become afraid to try and taste the unfamiliar, we pass on new challenges, and sometimes backing away from obedience because the potential inconvenience scares us, because, “What if I, once again, get disappointed and hurt?”

虽然有这样的选择可能看起来很正常,但它们背后往往有造成创伤的原因。我们小心翼翼地只选择愉快的事情来延续我们的生活,以掩盖过去的不愉快经历,因为那些愉快的事情不会引发痛苦,也不会因拒绝、虐待、暴力、罪恶、成瘾、坏习惯而伤痕累累,过去的痛苦事件塑造了我们今天的样子。我们变得害怕尝试和品尝感觉陌生的东西,我们错过了新的这些挑战,有时甚至因为潜在 的不适让我们害怕而无法服从上帝的指引。 我们的头脑一遍又一遍地被这个问题所困扰,“如果我再次失望和受伤怎么办?”

Meski memiliki pilihan-pilihan demikian sepertinya normal, sering kali ada alasan trauma di baliknya. Kita dengan hati-hati memilih hanya hal-hal yang menyenangkan untuk kelanjutan hidup kita, demi menutup pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, karena hal-hal menyenangkan itu tidak akan memicu kepahitan atau mengorek luka dari penolakan, pelecehan, kekerasan, dosa, kecanduan, kebiasaan buruk, dan peristiwa-peristiwa menyakitkan di masa lalu yang membentuk siapa kita hari ini. Kita menjadi takut untuk mencoba dan mencicipi hal-hal yang terasa asing, kita melewatkan tantangan baru, dan bahkan kadang batal taat pada tuntunan Tuhan karena potensi ketidaknyamanan itu membuat kita takut. Pikiran kita didera pertanyaan yang berulang-ulang, “Bagaimana kalau aku kecewa dan terluka lagi?”

 

 

To answer the staggering question in our minds, let me remind you of the good news we have in our new life with Christ: we have a Father.

为了回答我们心中的这个问题,让我提醒你,我们在与基督的新生活中得到的好消息 : 我们有一位父。

Untuk menjawab pertanyaan di benak kita itu, izinkan saya mengingatkan Anda tentang kabar baik yang kita miliki dalam hidup baru kita bersama Kristus: kita memiliki seorang Bapa.

 

 

When we step into the journey of being a child of God, the access to ask for everything in His name is a given privilege. No matter how absurd or impossible our requests might be, our Heavenly Fathers listens to all of it. Even the unspoken ones, the ones we think weird, the ones we dare not to ask, He knows. But, the main purpose of having God Almighty as our own Heavenly Father is never about receiving what we want and be protected from the ones we don’t want. It is to live a life as His child, together with His other children, in the perfect peace that He always gives us His best, from His loving heart.

当我们踏上成为上帝孩子的新旅程时,我们有权以他的名义要求一切。无论我们的要求多么奇怪、荒谬或不可能,我们的天父都会听到。即使是我们觉得奇怪、甚至未说出口的,他都知道。然而,我们让他成为我们的天父的主要目的并不是为了让我们得到我们想要的东西并避免我们不想要的东西。真正的目标是让我们像他的孩子一样生活,与他的其他孩子一起,因相信他总是把他最好的爱赐给我们,过着完美的和平生活。

Ketika kita melangkah memulai perjalanan baru menjadi anak Tuhan, kita diberi hak istimewa untuk meminta segala sesuatu dalam nama-Nya. Seberapa pun aneh, konyol, atau mustahilnya permintaan kita, Bapa Surgawi kita mendengarkan semuanya. Bahkan yang tak terucap, yang kita anggap aneh, yang tak berani kita tanyakan, Dia tahu semuanya. Namun, tujuan utama kita memiliki Dia sebagai Bapa Surgawi kita bukanlah supaya kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan terhindar dari apa yang tidak kita inginkan. Tujuan sebenarnya adalah supaya kit menjalani kehidupan sebagai anak-Nya, bersama dengan anak-anak-Nya yang lain, dalam damai sejahtera yang sempurna oleh iman bahwa Dia selalu memberi kita yang terbaik dari hati-Nya yang penuh kasih.

 

 

When we learn to dig deeper into the Word of God, we’re not surfing the scriptures to find “how to ask Got for things and get Him to grant them”. It is for us to find His heart. It is about knowing, recognizing, being embraced in the whole unwavering presence of our Father, the overflowing love that extends from way before our existence to far beyond our future. It is to experience being wrapped in His love so tight and warm until every crack of our brokenness be filled with His completeness, so we would not even think about the need of reminding God that we want any specific of anything. We just want Him.

当我们学习挖掘和默想上帝的话语时,我们并不是在寻找“如何向上帝祈求并让他满足我们的要求”的经文。阅读上帝的话语是我们发现他的心的行动:认识、理解并住在我们天父不可动摇的同在中,

他的爱早在我们存在之前就已经溢出,直到远远超出我们的未来。每一天,我们都需要追求住在祂如此亲近温暖的爱里,直到我们毁灭的每一处伤口都被祂的完美遮盖,不再觉得需要告诉或提醒神我们想要什么. 因为,所以我们只想要他自己。

Ketika kita belajar menggali dan merenungkan Firman Tuhan, kita bukan sedang menelusuri ayat-ayat untuk mencari “cara meminta sesuatu kepada Tuhan dan membuat Dia mengabulkan permintaan kita”. Membaca Firman Tuhan adalah tindakan kita untuk menemukan isi hati-Nya: mengenal, mengerti, dan tinggal di dalam hadirat Bapa kita yang tak tergoyahkan, yang kasih-Nya melimpah sejak jauh sebelum kita ada hingga jauh melampaui masa depan kita. Setiap hari, kita perlu mengejar pengalaman tinggal di dalam kasih-Nya yang begitu erat dan hangat, sampai setiap luka kehancuran kita dibalut oleh kesempurnaan-Nya, sehingga kita tidak lagi merasa perlu memberi tahu atau mengingatkan Tuhan tentang apa saja yang kita inginkan. Karena, kita jadi hanya menginginkan Dia sendiri.

 

You even formed every bone in my body when you created me in the secret place; carefully, skillfully you shaped me from nothing to something. You saw who you created me to be before I became me! Before I’d ever seen the light of day, the number of days you planned for me were already recorded in your book. (Psalm 139:15-16, TPT)

我在暗中受造,在地的深处被联络;那时,我的形体并不向你隐藏。 我未成形的体质,你的眼早已看见了;你所定的日子,我尚未度一日(或作:我被造的肢体尚未有其一),你都写在你的册上了。

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun daripadanya. (Mzm. 139:15-16)

 

 

Our years of living in this world have taught us through pain, trauma, discomfort, and unexpected situations a simple but powerful false lesson: that nobody understands us more than ourselves. This is what is being replaced with the truth of who our Heavenly Father is. A simple but powerful truth as well, that He himself is now teaching us, His children, to understand. What a lovely journey it is that we are now given real experiences of that truth, that there is a Father that is an expert in knowing us, whose heart is full of unconditional love for us. We can let our guards down from the moment we become His child. We don’t need to use the previous preferred choices that was meant to guard us from the pain. We are free to experience everything that God has in store for us. His recommended menu, the surprising new tastes of His favor, the pleasant comfort of His Word, His healthy rebuke for our repentance to His embrace, and everything. Through it all, we can see His overflowing love for us. We are safe.

我们生活在这个世界上的这些年已经通过痛苦、创伤、不适和意外情况教会了我们,这是一个简单但有力的错误教训:没有人比我们自己更了解自己。正是这个错误的教训被关于我们的天父是谁的

真相所取代。一个简单而有力的真理,他正在教导我们,他的孩子。这是多么美妙的旅程,因为我们现在真正体验到了这个真理,即有一位完全了解我们的天父,他的心中对我们充满了无条件的爱.以免成为他的孩子, 我们可以放弃我们所有的防御,。我们不必强迫我们以前的选择,这些选择是为

了让自己免受痛苦。我们现在可以自由地体验上帝为我们准备的一切。他推荐的生活菜单,来自他的祝福的令人惊讶的新喜乐,他话语的温暖安慰,他对我们悔改归向他的健康斥责,以及其他一切通过这一切,我们可以体验到他对我们丰富的爱。我们很安全。

Tahun-tahun kita hidup di dunia ini telah mengajarkan kita melalui rasa sakit, trauma, ketidaknyamanan, dan situasi tak terduga, sebuah pelajaran palsu yang sederhana tetapi berdampak kuat: bahwa tidak ada yang memahami kita lebih daripada diri kita sendiri. Pelajaran palsu inilah yang sedang digantikan dengan kebenaran tentang siapa Bapa Surgawi kita. Sebuah kebenaran yang sederhana tetapi berdampak kuat juga, yang sedang Dia ajarkan kepada kita, anak-anak-Nya. Betapa indahnya perjalanan ini, karena kita sekarang diberi pengalaman yang nyata akan kebenaran itu, yaitu bahwa ada seorang Bapa yang sempurna dalam mengenal kita, yang hati-Nya penuh cinta tanpa syarat kepada kita. Kita dapat membuang seluruh pertahanan kita sejak menjadi anak-Nya. Kita tidak perlu memaksakan pilihan-pilihan kita sebelumnya, yang dimaksudkan untuk menjaga diri kita dari rasa sakit. Kita sekarang bebas mengalami segala sesuatu yang Tuhan sediakan bagi kita. Menu kehidupan yang direkomendasikan-Nya, sukacita baru yang mengejutkan dari berkat-Nya, penghiburan yang hangat dari Firman-Nya, teguran-Nya yang sehat untuk pertobatan kita kembali kepada-Nya, dan segala sesuatu yang lain. Melalui itu semua, kita dapat mengalami kasih-Nya yang melimpah bagi kita. Kita aman.

 

 

I remind you, dear children:  your sins have been permanently removed because of the power of his name. (1 John 2:12, TPT)

小子们哪,我写信给你们,因为你们的罪藉著主名得了赦免。

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. (1 Yoh. 2:12)

 

Friends, in our journey to fully experience life as a child of God, let us be free. He has given us family, our brothers and sisters in Christ, to walk together with us every step of the way. We can experience true joy and peace that none of our criteria set can ever satisfy. It’s “pizza” from His own heart, for us! We can trust His choices for us, and He will never fail us! Will you trust Him to make your “pizza”?

朋友们,在我们充分体验上帝儿女生活的旅程中,让我们自由吧。上帝赐给我们家人,我们在基督里信仰的兄弟姐妹,与我们一起走在路上的每一步。我们现在可以体验到真正的快乐与和平,这是我们人类标准无法替代的。这是来自他自己内心的生命“比萨”,为我们!我们可以相信他对我们的选择,他永远不会让我们失望!准备好相信我们的天父会从他的心里为我们做生命的“比萨”吗?

Sahabat, dalam perjalanan kita untuk sepenuhnya mengalami hidup sebagai anak Tuhan, mari kita bebaskan diri kita. Tuhan telah memberi kita keluarga, saudara-saudari seiman kita di dalam Kristus, untuk berjalan bersama dengan kita di setiap langkah. Kita kini dapat mengalami sukacita dan kedamaian sejati yang tidak dapat tergantikan oleh satu pun dari kriteria manusiawi kita. Inilah “pizza” kehidupan yang berasal dari isi hati-Nya sendiri, untuk kita! Kita dapat memercayai pilihan-Nya untuk kita, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan kita! Siap memercayai Bapa kita untuk membuatkan kita “pizza” kehidupan dari hati-Nya?

 

I write these things to you, dear children, because you truly have a relationship with the Father. I write these things, fathers and mothers, because you have had a true relationship with him who is from the beginning. And I write these things, young people, because you are strong, the Word of God is treasured in your hearts, and you have defeated the Evil One. (1 John 2:14, TPT)

小子们哪,我曾写信给你们,因为你们认识父。 父老啊,我曾写信给你们,因为,你们认识那从起初原有的。少年人哪,我曾写信给你们;因为,你们刚强,神的道常存在你们心里;你们也胜了那恶者。

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

(1 Yoh. 2:14)

2022-07-27T10:17:04+07:00