///Program pemagangan

Program pemagangan

Dua bulan lalu, seorang mahasiswi, sebut saja Ria, datang ke kantor tempat saya bekerja dan mengajukan permohonan agar bisa melakukan magang kerja atau menjalani program pemagangan di kantor saya. Program pemagangan kini banyak diwajibkan oleh lembaga pendidikan tinggi, agar mahasiswa/i mendapatkan pengalaman di dunia pekerjaan, yang pada akhirnya akan membuat mereka lebih siap masuk ke dunia kerja.

Untuk bisa memulai program pemagangan, kandidat harus mengirimkan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) untuk diproses. Di tahap awal, biasanya perusahaan akan melakukan screening untuk menseleksi kandidat yang akan diterima dalam program pemagangan. Tidak semua kandidat akhirnya bisa ikut program pemagangan.  Selanjutnya, pihak perusahaan akan melihat kesesuaian kebutuhan pengalaman kandidat dengan ketersediaan tempat magang. Pihak perusahaan akan mencari bagian atau unit kerja yang sesuai dengan profil kandidat, sehingga program pemagangan efektif. Setelah diterima, kandidat itu pada prinsipnya akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman berinteraksi dengan karyawan lain di perusahaan tersebut.

Ria diterima dan memulai program pemagangan di kantor saya. Selama magang, Ria mendapat pengarahan dan bimbingan dari karyawan yang lebih senior. Ia diberi penjelasan sehingga mendapatkan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan tugas magangnya. Setelah itu, ia juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan itu ke dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam beberapa kesempatan, secara khusus saya mengajak Ria untuk terlibat dalam sebuah proyek yang sedang kami kerjakan, sehingga ia juga terlibat dalam beberapa pertemuan rapat yang dilakukan. Ria juga diajak melihat situasi lapangan secara langsung, dan hal-hal ini membantu Ria untuk mendapatkan pemahaman dan pengalaman yang lebih menyeluruh selama magang.

Suatu kali, saya bertanya pada Ria apakah ia menyukai program pemagangan yang sedang diikutinya. Ia menyampaikan, bahwa semua program pemagangan yang diikuti menyenangkan dan memberikan pengalaman baginya, tetapi perjuangan sebenarnya adalah mencapai lokasi kantor dari tempat tinggalnya. Ria harus melepaskan kenyamanan selama ini yang hanya butuh waktu singkat untuk mencapai lokasi kampusnya, dan harus berjuang beberapa jam di tengah kepadatan lalu lintas, untuk mencapai kantor tempatnya melakukan pemagangan. Jarak yang jauh dan kondisi lalu lintas yang tidak ramah menjadikan pengalaman magang yang harus dijalani ini sungguh berat. Jawaban Ria ini membuat saya memahami suatu hal.

Pemagangan bukanlah hanya berupa pengalaman yang menarik dan menyenangkan, namun sisi-sisi perjuangan yang berat pun harus diterima sebagai bagian dari pemagangan. Pada akhirnya, seluruh pengalaman magang menjadikan si pemagang lebih siap memasuki dunia kerja dan melakukan tugas-tugasnya secara nyata. Sebagai anak Tuhan, setiap orang percaya juga harus siap bekerja di ladangNya, yaitu menjalankan Amanat Agung. Agar kita siap bekerja di ladangNya, kita juga perlu melakukan program pemagangan secara rohani.

Program pemagangan secara rohani ini dilakukan dalam sebuah proses pemuridan. Kita akan diajarkan oleh saudara/i seiman yang lebih senior secara rohani (pemurid) tentang prinsip kebenaran firman Tuhan, dan cara menghidupi firman itu. Jika kita adalah murid Kristus yang hidup dalam pemuridan, kita sebenarnya saat ini sedang berada program pemagangan. Selain mendalami kebenaran firman Tuhan, kita juga diajar oleh pemurid untuk melihat keteladanan hidup pemurid, dalam mengikuti teladan hidup Kristus Yesus. Kita patut bersyukur karena dalam pemagangan rohani ini, kita semua telah diterima dan telah melewati proses screening oleh iman akan Dia.

Sama seperti proses pemagangan di perusahaan, setiap orang dalam pemuridan juga harus siap menerima pengalaman berjalan bersama Kristus Yesus. Pengalaman itu tidak selalu nyaman dan indah, tetapi kadang kita harus berjuang melepaskan kenyamanan dan memberanikan diri masuk ke lingkungan yang tidak nyaman untuk sementara. Namun, percayalah bahwa ini semua akan membentuk kita menjadi seorang murid yang lebih siap untuk menjalankan Amanat Agung, di mana pun kita berada.

Mari kita tetap bersemangat mengikuti program pemagangan rohani bersama pemurid kita, dan siap membantu orang lain yang mau atau sedang melakukan program pemagangan rohani alias pemuridan seperti yang kita lakukan. Ingatlah, kita semua sedang dilatih dan dipersiapkan untuk lebih mampu melaksanakan Amanat Agung dalam hidup kita.

“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” (2 Tim. 2:2)

2019-10-17T13:57:36+07:00