///Rahasia menikmati Cinta yang bersemi

Rahasia menikmati Cinta yang bersemi

* Cara pertama: Bersabar
Amsal 19:11 berkata bahwa akal budi menjadikan seseorang panjang sabar. Joshua Haris, penulis buku Boy Meets Girl, mengakui bahwa hampir semua kesalahan besar yang ia lakukan dalam hubungan asmara adalah akibat ketidaksabaran. Bagaimana dengan kita?
Mungkin kita tidak sabar untuk segera mengekspresikan perasaanmu dan akhirnya terlibat hubungan yang terlalu dini dan terlalu intim. Atau mungkin kita tidak sabar menunggu Tuhan membawa seseorang yang tepat ke dalam hidup kita, dan akhirnya terlibat hubungan dengan seseorang yang tidak tepat untuk diri kita. Percayalah, tidak ada penyesalan yang lebih besar daripada hal-hal ini.
Diperlukan kesabaran untuk menunggu hingga kita siap menjalin hubungan dengan tujuan yang jelas. Lalu ketika kita telah memulai hubungan yang memiliki tujuan, masih diperlukan kesabaran untuk memperkenankan benih cinta berkembang dengan tidak terburu-buru. Terburu-buru menjadikan hubungan tidak sehat dan selalu mengarah pada keintiman fisik dan kelekatan emosi.

* Cara kedua: Memprioritaskan kehendak Tuhan
Dalam Yakobus 3:17 kita membaca, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” Coba kejarlah semua sifat itu, maka kita akan melihat bahwa hikmat dalam sebuah jalinan hubungan tidak mementingkan diri sendiri, lagi pula selalu ingin melakukan yang terbaik bagi si dia. Mengapa? Karena, kasih yang tulus – kasih yang seperti Kristus, yang selalu mengutamakan kehendak Kristus – terhadap pria atau wanita adalah hasil alamiah dari kasihmu kepada Tuhan.
Kita memuliakan Tuhan dalam hubungan yang kita jalin kalau kita menunda kepentingan diri sendiri dan mendasarkan keputusan kita pada apa yang menjadi kehendak Tuhan, sehingga itu menjadi yang terbaik bagi si dia.
Bagaimana kita bisa mengetahui apa yang terbaik bagi si dia? Sederhana, yaitu kita harus bertanya kepada Dia yang menciptakan si dia, apa yang menjadi kehendakNya bagi dia. Sebagai Pencipta, Ia yang tahu secara tepat apa yang terbaik bagi si dia.

* Cara ketiga: Bersikap realistis
Amsal 19:2 berkata, “tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah”. Ayat ini dapat menjadi kesimpulan yang tepat mengenai kisah drama tragedi Romeo and Juliet karya William Shakespeare, sekaligus bagi tragedi-tragedi percintaan salah langkah lainnya dalam kehidupan nyata di dunia ini. Kalau didasari oleh ketidaktahuan atau informasi yang salah (khayalan indah namun tidak realistis), perasaan cinta dapat mengundang bencana. Asmara yang sifatnya menghanyutkan justru dapat membawa kita pada situasi seperti itu.
Pasangan yang dikuasai ketidaksabaran dan ego untuk mengejar indah dan nikmatnya khayalan, akan memiliki semangat yang menggebu-gebu kepada satu sama lain. Sayangnya, di kemudian hari mereka baru akan menyadari bahwa emosi mereka hanya berdasarkan khayalan. Ternyata mereka tidak saling kenal. Emosi mereka tidak berdasarkan realitas. Hikmat Allah dengan bijak mengajarkan agar kita bersikap realistis dengan mengenal realita yang ada, bukan tergesa-gesa mengejar khayalan semu.

Jadi bagaimana caranya supaya hanya hikmat dan kebenaran Allah seperti ini saja yang menguasai diriku dalam membangun hubungan dengan calon pasangan nanti?
Saat kita masih single adalah saat untuk kita membangun kualitas diri dan kehidupan kita secara maksimal, termasuk mempersiapkan diri untuk menjalani hubungan dengan calon pasangan nantinya. Jadi, kita perlu melakukan hal-hal yang tepat sejak kita single, bukan sekedar berusaha menerapkan hikmat dan kebenaran Allah nanti saat kita sudah memiliki calon pasangan. Di bawah ini adalah 3 hal yang kita harus pastikan dalam kehidupan kita sebagai single:
1. Memiliki hubungan yang semakin intim dengan Allah melalui saat teduh yang rutin dan berkualitas setiap hari.
2. Berada dalam sebuah komunitas yang tetap, yang akan menjadi keluarga kita kedua setelah keluarga secara biologis.
3. Berkomitmen untuk bertumbuh dalam pemuridan one on one dengan kakak rohani yang kita percaya.
Lakukan ketiga hal di atas, maka itu semua akan membawa kita menjalani masa single kita dengan tepat, sampai kita menemukan benih cinta yang diberikan Tuhan dan menikmatinya dalam sukacita yang sejati.

(dicuplik dari buku “Boy Meets Girl” karangan Joshua Haris)

2014-12-20T04:03:30+07:00