//Rahasia Pacaran yang TIDAK BAKAL PUTUS

Rahasia Pacaran yang TIDAK BAKAL PUTUS

“ kok…hebat yah…bisa pacaran sampai sekian lama dan bisa menikah lagi akhirnya…ck..ck..”
Mungkin ini yang belakangan ini menjadi suatu ungkapan kekaguman kalau ada sepasang sejoli yang membangun hubungan serius (biasanya dikenal sebagai pacaran) bisa bertahan lama awet dan berakhir dengan pernikahan. Mengapa? Karena saat-saat ini sudah menjadi seperti trend (mode) dikalangan anak muda dengan putus-nyambung-ganti. Bahkan istilah “selingkuh” bukan hanya dikenal diantara hubungan suami isteri tapi juga di antara hubungan anak muda yang baru membangun hubunngan lebih serius dari persahabatan. Heran bukan? Di masa hubungan yang biasanya lagi “kangen-kangenan” tapi sudah bisa “bosan” (apalagi nanti setelah menikah). Oleh karena itu tidak heran sebagian orang, lebih aman mengambil posisi “Teman Tapi Mesra (TTM)” atau “Hubungan Tanpa Status (HTS)” kalau sedang bangun hubungan serius dengan seseorang. Pernikahan yang dibangun dari persahabatan akhirnya menjadi sebuah dongeng di abad 22 ini.

Tapi apakah betul begitu? Apakah itu adalah rencana Tuhan bagi anak muda jaman ini untuk masuk ke pernikahan dengan cara putus-nyambung-coba-coba-ganti?
Tentu tidak, karena Pola Tuhan dalam mempersiapkan manusia ciptaanNya untuk masuk dalam pernikahan tidak pernah berubah dari masa ke masa, yaitu: dimulai dari hubungan teman, kemudian bersahabat, tunangan dan masuk dalam pernikahan.

Kalau begitu, apa rahasianya supaya kita sebagai anak muda bisa mengalami indahnya pola Tuhan di tengah pesimisnya dunia akan pola pernikahan yang klasik ini.
Rahasianya ada dalam Firman Tuhan di Pengkotbah 4:12b “tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”. Dalam dunia dikenal sebuah anyaman tali baru bisa kuat hanya kalau terdiri dari anyaman 3 lembar tali. Jika tali yang terdiri dari anyaman 2 lembar atau lebih dari 3 lembar, maka tali itu tidak akan kuat dan mudah putus. Saat menganyam tali, 3 lembar tali dijajarkan, di mana lembar tali yang berada di tengah tidak bergerak, sedangkan lembar di kiri dan kanan yang bergerak dipilin ke lembar yang di tengah ganti bergantian, terus menerus sampai lembar tali teranyam dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Tiga lembar tali yang dimaksud Pengkotbah adalah kedua orang muda yang sedang membangun hubungan dan Tuhan; di mana Tuhan adalah lembar tali yang berada di tengah-tengah. Tuhan adalah lembar yang menjadi pautan lembar tali kiri dan kanan untuk dianyam, lembar di tengah adalah yang menjadi penyatu antara lembar yang kiri dan yang kanan. Tanpa adanya lembar yang di tengah maka lembar kiri dan kanan tidak akan dapat menyatu dengan kuat, tali demikian tidak akan dapat tahan dalam goncangan dan tarikan beban yang besar.

Hubungan dua orang yang sedang “pacaran” tidak akan dapat bertahan jika tidak mempersilahkan Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Tapi sebenarnya dengan menghadirkan Tuhan dalam hubungan mereka (misalnya dalam pacaran tetap menghadiri kegiatan-kegiatan Kristen) tapi tidak pernah melibatkan DIA dalam proses yang berjalan (baik sedang dalam konflik atau tidak), tidak akan berguna; karena itu ibaratnya seperti 3 lembar tali dijajarkan, tapi tali yang di tengah tidak pernah dijalin oleh lembar yang di kiri maupun yang di kanan.
Bagaimana “Melibatkan TUHAN” di masa pacaran?
Praktekkan I.D.E. dengan cara:
* Sadari kehadiranNYA senantiasa di manapun termasuk saat sedang berdua dengan pujaan hati, baik dalam keadaan “happy” maupun dalam keadaan “conflict”. Inilah yang disebut IMAN seperti yang dikatakan oleh Ibrani 11:6a “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada…”
* Kalau sudah bisa menyadari kehadiranNYA, langkah berikutnya berdialoglah dengan DIA; baik sekedar curhat hati yang “happy” maupun minta pertolongan saat sedang “conflict”. Kalau lakukan ini, maka inilah saat lembar sedang dijalin/dianyam dengan lembar yang di tengah.
* Hasilnya tentu dapat memberikan reaksi (ekspresi) terhadap keadaan “happy” atau “conflict” dengan cara yang benar sesuai dengan kehendakNya. Hasilnya tentu semakin baik. Sebab hanya cara menghadapi konflik yang benar yang justru akan mempererat hubungan antara dua sejoli bukan sebaliknya.

Teori mudah tapi prakteknya susah.
Ya, memang hal di atas pasti hanya akan menjadi mimpi belaka jika pasangan hanya mempraktekkannya sendiri. Untuk bisa melakukan dan mengalami kebenaran dari ayat di Pengkotbah tersebut adalah adanya bantuan orang ketiga yang sanggup membimbing dan memberikan arahan supaya saat sedang emosi tidak stabil tetap tidak salah arah dan salah ambil keputusan. Departemen Penggembalaan Abbalove menyediakan Pelayanan Bimbingan PraNikah (BPN) dengan maksud dan tujuan ini. Bukan hanya pasangan yang telah pasti dengan rencana pernikahannya yang bisa dilayani dan ditolong oleh pelayanan BPN ini, tapi bahkan mulai sejak secara pribadi seseorang mulai tertarik berdoa dan bingung bagaimana untuk bisa merespon dan bersikap dengan benar kepada orang yang telah memikat hatinya, sudah bisa menghubungi nomor telepon contact person tim BPN di masing-masing area. Kami dari Pelayanan Bimbingan PraNikah siap untuk melayani Anda yang rindu untuk mengalami Kebenaran dalam membangun hubungan dengan lawan jenis supaya pada akhirnya menerima BERKAT dan bukan KUTUK.

2019-09-27T08:19:52+00:00