Raja

Sebagai orang yang sudah tahunan, belasan, bahkan puluhan tahun menjadi Kristen, tentu dengan mudah kita dapat mengatakan bahwa Yesuslah Sang Raja di hidup kita. Sedari di sekolah minggu atau gereja anak dulu, tanpa sadar saya sudah “didoktrin” bahwa hanya Yesuslah Sang Raja Damai, Raja di atas segala Raja.
Hmmm…
Namun, ketika saya mencoba merenungkan tentang makna “raja”, justu saya dilanda kebingungan. Entah karena kita tinggal di negara yang tidak dipimpin oleh seorang raja atau karena penyebab lain, bayangan “raja” di benak saya seakan jauh dan terlalu samar.

Hei, apakah mungkin apa yang saya alami ini sama dengan apa yang Anda alami? Apakah seperti saya, Anda mudah berkata bahwa Yesus adalah Raja, namun justru bingung dengan makna status raja itu? Lebih lanjut, apakah seperti saya, Anda juga tidak terpikir mengapa kita butuh raja, atau kadang bahkan tidak “melihat” dan menyadari posisi Yesus sebagai Raja? Gawat! Apakah kita sudah menjadi terlalu apatis dan duniawi? Apa jangan-jangan kita tidak percaya tentang keberadaanNya sebagai Raja?

Pikiran saya pun terbawa ke dalam bayangan ribuan tahun lalu, ke zaman Yesus. Orang-orang berbondong-bondong mengikut Yesus, dengan kisahnya masing-masing bersama Yesus.

Seorang Zakheus merelakan statusnya sebagai seorang kaya dan terpandang, rela bersusah-payah dan menahan malu naik ke pohon zaitun demi untuk melihat Yesus.

Si wanita yang mengalami pendarahan yang nampaknya sudah hilang harapan tak kunjung sembuh dari penyakitnya, rela merangkak di tengah-tengah kerumunan orang banyak dengan kesakitan dan siap mati terinjak hanya demi menjamah jubahNya.

Beberapa orang terlihat tak berpikir panjang meninggalkan pekerjaannya yang sudah nyaman dan “aman”, hanya karena ada ajakan Yesus untuk menjadi muridNya.

Hmm… Saya tak habis pikir…

Apa sih yang Yesus lakukan sehingga orang-orang menjadi “tergila-gila” kepadaNya seperti itu?

Memang, Ia melakukan banyak mujizat dan memberitakan banyak ajaran. Namun, hanya itukah? Semudah itukah orang-orang yang bahkan hanya mendengar namaNya tanpa pernah mengenal dekat diriNya menjadi percaya dan mengelu-elukanNya?

Saya sangat yakin bahwa pasti ada sesuatu yang lebih yang Yesus punyai, yang tidak bisa dikatakan dan digambarkan dengan kata-kata, yang membuat orang-orang yang ditulis di Alkitab itu rela melakukan apa saja.

Bagi mereka, Yesus bukan hanya menjadi idola, namun Raja di hidup mereka, dan mereka mau taat, ikut, patuh dan melakukan hal-hal ekstrem demi Yesus.

Semakin saya terhanyut di dalam kisah orang-orang penuh iman di zaman Yesus, semakin saya disadarkan… Betapa beruntungnya saya dan Anda yang hidup di aaman ini. Bukan hanya sekedar mujizat dan ajaran hebat dariNya, bukan hanya kehadiranNya, kuasa kesembuhanNya, atau ajakanNya, namun kita juga merasakan kasihNya dan perwujudan janjiNya, bahwa Ia sungguh menebus hidup kita, mengeluarkan kita dari hidup lama dalam kegelapan dan membawa kita ke dalam hidup baru dalam terangNya yang ajaib.

Ia bukanlah sekadar pemimpin yang berstatus “raja” yang harus kita hormati, sanjung, dan patuhi meskipun mungkin kepemimpinannya lalim dan sewenang-wenang. Ia adalah Sang Raja yang turun dari tahtaNya, mengorbankan diriNya, menebus kita, menyelamatkan kita, memberikan kemenangan dan kepastian janjiNya, serta suatu hari nanti membawa kita bersanding denganNya di Tahta Surgawi selamanya. Yesus menjadi Raja di hati dan hidup kita, karena semua hal ini memang membuatnya layak untuk menjadi Raja yang kita cintai, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita.

Sekarang, saya sadar tentang posisiNya sebagai Raja saya. Semoga kita semua pun demikian.

2019-10-17T15:37:45+07:00