Remain Focused

Apakah kita tergolong orang yang memiliki fokus?

Sungguh mengejutkan, penelitian menunjukkan bahwa ternyata hanya terdapat sekitar 11% orang di dunia ini yang secara alamiah mampu untuk bertahan dengan fokusnya, serta selebihnya cenderung mudah terpengaruh dan seringkali tidak tetap pada tujuannya yang semula. Mungkin memang ada orang-orang yang memiliki tekad yang kuat, namun ternyata kurang tekun. Adapula orang-orang yang tekun, tapi sayangnya mudah terpengaruh. Bahkan, tidak jarang kita menemukan orang yang benar-benar sangat plin-plan. Inilah orang-orang yang mudah sekali beralih perhatian, dan cepat tertarik serta berbelok pada hal-hal yang baru.

Perhatian yang terpecah dapat menggagalkan sebuah pencapaian tujuan. Karena perhatian yang terpecah, tanpa sadar kita telah menunda pencapaian target, mengalami serta membiarkan stagnasi, atau bahkan menyimpang dari tujuan semula.

Perhatian yang terpecah mengakibatkan konsentrasi yang buyar, dan inilah yang membuat kita sulit untuk tetap berfokus. Padahal, fokus memampukan kita untuk mencapi tujuan secara optimal, karena dengan fokus kita dapat mengantisipasi keadaan dengan lebih baik dan memberdayakan semua potensi yang dimiliki secara efektif.

Apa saja penghalang untuk tetap berfokus?

1. Kehilangan motivasi

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang pria yang gagal meraih impiannya. Semasa kuliah ia dikenal sangat pandai hingga mendapat beasiswa pascasarjana di negara lain, bahkan direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke tingkat doktoral. Sayang sekali, sebuah penelitiannya di bidang teknik telah ditolak oleh sang dosen. Akibatnya, ia merasa sangat frustasi dan kehilangan motivasi. Ia tidak mampu bertahan untuk tetap berfokus meraih cita-citanya, lalu ia kembali ke tanah air. Bertahun-tahun ia membiarkan dirinya tertekan secara berkepanjangan, hingga mengalami gangguan jiwa. Dan sungguh tragis, akhirnya ia ditemukan meninggal setelah berhari-hari mengunci diri di dalam kamarnya. Memang, kehilangan motivasi cukup berbahaya, karena kehilangan motivasi berarti kehilangan juga semangat hidup.

2. Mudah terpengaruh

Kita memiliki dua mata, tetapi hanya satu fokus saja. Itulah keajaiban penciptaan. Bayangkan jika setiap bola mata kita memiliki fokusnya sendiri, tentu pandangan mata kita menjadi bias seperti mata faset capung yang mempunyai banyak titik pantulan. Seperti capung pula yang terbang ke sana ke mari dan selalu menabrak dinding atau kaca, demikianlah jadinya langkah-langkah kita jika pandangan kita bias.

Pandangan yang bias mengacaukan arah langkah kita karena kita menerima terlalu banyak input (pengaruh) dari luar. Seperti itulah keadaannya jika kita mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang ada di sekitar kita. Kita menjadi sulit menyelesaikan sesuatu hingga tuntas, karena membiarkan segala pengaruh mengacaukan fokus kita pada sasaran. Penelitian membuktikan bahwa hanya sekitar 20% hal-hal di dalam diri pribadi yang mempengaruhi fokus kita, dan selebihnya fokus kita ditentukan oleh faktor luar atau pengaruh eksternal yang sangat kuat (fakta: minimal ada 500 ribu informasi yang berinteraksi dengan panca indera kita setiap saat). Saring informasi dan pengaruh yang kita terima, agar kita senantiasa tetap berfokus.

3. Kurang tekun

Kurang tekun berarti mudah berubah, biasanya karena malas atau bosan. Sikap tekun sangat berkaitan dengan kegigihan/keuletan kita. Banyak hal dapat membuat kita kehilangan fokus dalam mencapai tujuan. Rasa bosan, malas, jenuh, dan terjebak di dalam rutinitas atau puas diri di dalam zona nyaman sering kali membuat fokus kita menjadi kabur dan kita tidak lagi tekun, sehingga tujuan tidak teraih dengan tuntas. Ini terjadi karena kita cenderung mengejar apa yang diinginkan, bukan apa yang seharusnya dicapai. Kita sering terjebak pada berat dan panjangnyya proses, dan bukan bersikap konsisten pada tujuan yang harus diraih. Kehilangan fokus berarti kehilangan arah, dan itu berarti kita hanya akan menyia-nyiakan banyak waktu dan kesempatan yang ada di hadapan kita. Waspadalah jika kita mudah bosan/malas dan sering tidak mencapai tujuan dengan tuntas, karena ini adalah salah satu ciri bahwa kita mempunyai karakter tidak tekun dan itulah yang membuat kita cenderung berubah dan tidak berfokus lagi.

Bagaimana cara melatih diri untuk tetap berfokus?

1. Mengembangkan penguasaan diri

Dalam dunia militer, istilah sniper (penembak jitu) tentu tidak asing lagi. Sniper biasanya ditugaskan untuk suatu operasi khusus yang menuntut keahlian menembak secara rahasia, dengan target bahwa sekali tembakan harus tepat mengenai sasaran. Rahasia pencapaian target bagi seorang sniper ialah fokus. Ini berarti, bagaimana memiliki konsentrasi maksimal dan pengusaan diri yang prima di tengah situasi apa pun, serta bagaimana mengarahkan pandangan hanya pada sasaran dan mengabaikan hal-hal lain karena berpotensi untuk mengalihkan perhatian. Disiplin dan penguasaan diri adalah kuncinya, dan ini adalah kunci yang sama yang membuat kita dapat berfokus dan efisien di dalam pekerjaan dan karir. Belajar menguasai diri dimulai dari hal yang kecil dan sederhana , misalnya berbelanja sesuai yang direncanakan, bukan yang di luar rencana, apalagi di luar anggaran.

2. Membangun ketekunan

Sejarah mengenal Abraham Lincoln sebagai orang yang besar. Kegagalan demi kegagalan yang dialaminya tidak membuatnya patah semangat dan kehilangan tujuan. Puncak kegagalannya terjadi pada tahun 1832, saat ia kehilangan pekerjaan dan terpaksa menjadi seorang pengangguran. Namun, semangat yang tinggi dan ketekunannya untuk bisa mengabdikan diri pada bangsa dan negara membuatnya akhirnya berhasil terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat di tahun 1860.

Hasrat yang kuat menciptakan peluangnya sendiri. Ketekunan akan menemukan jalannya pada akhirnya. Itulah fokus pada sasaran. Sebuah ketekunan dibangun melalui target yang jelas dan komitmen untuk mencapainya, berapa pun harganya.

3. Membuat target pencapaian

Pernahkah kita melihat seorang pemanah yang dengan jitunya mengarahkan anak panahnya tepat ke tengah sasaran pada papan target yang bulat? Terkadang anak panahnya meleset, yaitu tetap masuk pada lingkaran papan target tapi tidak tepat di tengahnya. Jika ini terjadi, si pemanah akan mencoba dan mencoba lagi hingga berhasil memanah tepat di tengah target.

Tujuan apa yang telah kita tentukan selama ini? Dengan membuat perencanaan dan target-target pencapaian, kita dapat mencapai tujuan dengan lebih cepat, efisien dan efektif. Target merupakan pijakan anak tangga menuju pencapaian sasaran secara terarah dan terukur. Membuat target berarti memacu diri untuk tetap berfokus pada sasaran.

Tetap berfokus adalah ciri khas para peraih yang berhasil, semua orang yang sukses dan menjadi ahli di bidangnya. Fokus adalah jembatan keberhasilan. Karena itu, jika Anda dan saya ingin menjadi orang-orang yang seperti ini, kita perlu memiliki ciri ini juga di dalam hidup kita.

Fokus adalah kekuatan. Dengan fokus, kita pasti menjadi lebih kuat dan tajam.

2019-10-17T16:36:27+07:00