Resolusi Ilahi

Setelah memasuki tahun 2022 dan kini berjalan mengawali bulan-bulan pertamanya, tentunya kita sudah membuat resolusi pribadi. Bahkan, mungkin ada begitu banyak hal yang sudah kita rencanakan untuk menjalani resolusi tersebut, demi mengusahakan pencapaiannya. Pertanyaannya, apakah resolusi pribadi itu resolusi ilahi yang berdasarkan dan sejalan dengan kehendak Tuhan, atau justru sekadar merupakan pemikiran dan kehendak diri kita sendiri? Pastikan bahwa resolusi pribadi kita itu resolusi ilahi, dengan memahami beberapa prinsip dasarnya serta ciri-cirinya di dalam artikel ini.

 

Tiga prinsip dasar tentang resolusi ilahi:

  1. Resolusi ilahi terbuka dan berbuah secara bertahap

Amsal 4:18, TB, menggambarkan, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian    bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Sebuah resolusi ilahi bukan merupakan impian di awang-awang yang tak jelas perwujudannya, tetapi juga bukan sensasi instan yang terjamin langsung tercapai seketika saja. Kita memang tidak melihat resolusi itu langsung akan terjadi di kehidupan kita, seperti mungkin banyak dari rencana kita di tahun 2021 yang belum terlaksana; namun, Tuhan tidak dibatasi oleh waktu dan cara,  dan resolusi ilahi ada di dalam kendali-Nya karena memang isinya adalah kehendak-Nya sendiri. Dia akan meneruskan apa yang baik dalam hidup kita akan tuntas terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Perlahan-lahan dan bertahap, kita akan melihat terang perwujudannya.

 

  1. Tuntunan Tuhan mengendalikan tiap langkah yang diambil

Mazmur 37:23-24, TB, menyatakan, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”

Dalam mengusahakan pencapaian resolusi ilahi, tiap langkah kita bisa ditemukan benar atau salahnya dengan jelas tiap hari. Langkah yang benar yang dimaksud adalah yang ditetapkan dan dituntun oleh Tuhan sendiri. Karena itulah, tiap orang harus menguji hati dan langkahnya. Dalam resolusi ilahi, bukan hanya isinya bersumber dan berdasarkan kehendak Tuhan, tetapi juga cara mengusahakan pencapaiannya pun harus dituntun oleh Tuhan. Kita boleh saja membuat berbagai rencana, tetapi hanya Tuhanlah yang memutuskan. Rencana yang kita buat mungkin ada rencana per tahun, semester, triwulan, bulanan, atau bahkan mingguan, tetapi Tuhan ingin menuntun kita tiap hari dan tiap langkah. Ingat, Firman-Nya berkata, “… Hari ini adalah harinya Tuhan…,” dan, “… langkah demi langkah Tuhan yang menuntun aku.”

 

  1. Di dalam resolusi ilahi ada kesepakatan

Matius 18:19-20, TB, menegaskan, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Siapa saja orang yang menjadi lingkaran inti kehidupan Anda? Kesepakatan dalam lingkaran inti ini adalah unsur pasti dan wajib di dalam resolusi ilahi, sesuai dengan konteks keterkaitannya. Jika Anda menikah, pastikan bahwa resolusi itu lahir dari kesepakatan Anda bersama suami/istri; jika Anda belum/tidak menikah, resolusi itu harus lahir dari kesepakatan bersama Anda dengan keluarga terdekat atau komunitas inti Anda.

 

Selanjutnya, perhatikan tujuh ciri berikut yang menandai resolusi ilahi:

  1. Berada di dalam Firman Tuhan

Yohanes 15:7, TB, ” Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Jangan membuat resolusi yang di luar Firman Tuhan! Resolusi kita harus bersumber dari kehendak Tuhan, dan kehendak Tuhan pasti jelas berada di dalam konteks Firman Tuhan (tidak melanggar atau menentang Firman Tuhan). Selain itu, resolusi ilahi selalu berhubungan dengan melayani atau memberkati orang lain. Kita harus waspada jika segala ketetapan yang kita buat itu ternyata semata-mata untuk kepentingan pribadi saja.

 

  1. Disepakati bersama orang benar

Matius 18:20, TB, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Selain bersepakat dengan kehendak Tuhan di dalam Firman-Nya, kita harus bersepakat dengan suami atau istri, dan dengan komunitas inti kita. Resolusi ilahi menjadi kuat karena ada kuasa kesepakatan ini.

 

  1. Sesuai dengan tujuan atau misi hidup kita

Efesus 2:10, TB, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Pekerjaan baik apa yang dimaksud ini, yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya, sebelum kita ada? Pekerjaan baik ini adalah pekerjaan baik yang sesuai dengan talenta, karunia, dan kapasitas kita. Resolusi setiap orang itu berbeda tetapi resolusi yang ilahi pasti sesuai dengan misi yang unik untuk setiap orang, tidak bisa menjiplak. DNA, sifat, latar belakang, serta tujuan atau misi hidup kita masing-masing berbeda; karenanya, sebelum menetapkan resolusi, ambillah waktu bersama Tuhan untuk menemukan siapakah diri kita secara pribadi.

 

  1. Memiliki hasil akhir predestinasi yang jelas

Matius 25:11, 21, TB, “Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Resolusi ilahi pasti mengarah pada titik akhir yang Tuhan sendiri telah rancangkan bagi kita, yaitu perkenan Tuhan dan kesatuan kita dengan Dia. Jika rancangan atau pemikiran Anda tidak mengarah pada hasil akhir yang demikian, itu bukanlah resolusi ilahi.

 

  1. Menghasilkan dampak yang bermakna

1 Korintus 10:23-24, TB, “‘Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ‘Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

Resolusi kita harus memiliki dampak dan arti, yang menunjukkan bahwa hidup kita berguna, membangun, dan memberikan berkat/manfaat bagi orang lain. Itulah resolusi yang ilahi.

 

  1. Terhubung dengan kepentingan Bapa

Matius 6:33-34, TB, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Tuhan ingin agar Kerajaan Allah hadir di dalam hidup kita, yaitu damai sejahtera, sukacita, kebenaran, dan kuasa. Resolusi ilahi berarti resolusi yang mengejar dan mengusahakan hal-hal ini di dalam hidup kita.

 

  1. Berbuah tetap pada musimnya

Mazmur 1:3, TB, “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Resolusi ilahi mampu terus berbuah pada musimnya. Produktif dan menghasilkan capaian yang nyata.

 

Selamat berjalan di sepanjang tahun 2022 ini dalam resolusi ilahi. Tuhan memberkati.

2022-01-26T09:10:32+07:00