///Rumah Kesempurnaan (Spirit of Excellence)

Rumah Kesempurnaan (Spirit of Excellence)

Semangat kesempurnaan dimulai dari roh yang sempurna karena telah ditebus oleh darah Yesus. Perjalanan menuju kesempurnaan ini terus berlanjut dengan perjuangan jiwa dan tubuh, yang pada akhirnya pasti mencapai titik akhir, yaitu kesempurnaan yang sama seperti Kristus (Ibr. 4:15, Yohanes 4:15).

Sampai saat ini. saya sedang dan terus belajar bertumbuh menuju kesempurnaan seperti Yesus, dan saya ingin membagikan prinsip-prinsip firman Tuhan yang saya hidupi dalam pengalaman sehari-hari selama perjalanan menjadi Rumah Kesempurnaan itu.

1.Mengingat senantiasa bahwa apapun yang kita lakukan, itu hanya untuk Tuhan

Kolose 3:23 berkata, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Inilah pikiran yang benar. Segala sesuatu harus dimulai dengan pikiran yang benar. Pikiran yang benar adalah pikiran yang tertuju pada Allah, dengan cara selalu memikirkan hal yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Fil. 4:8).

2. Ingin selalu memberikan yang terbaik untuk Tuhan
Kemauan yang kuat dimulai dari sebuah tujuan yang jelas. Rasul Paulus berkata, “…dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Fil. 3:14). Kehendak bebas kita harus diarahkan kepada tujuan yang mulia dan bukan yang fana. Kemauan kita harus memiliki prioritas untuk mendahulukan kebutuhan rohani daripada jasmani dan jiwani, sehingga dengan sendirinya kita akan mampu memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini, untuk Tuhan.

3.Selalu bertindak memberikan dan melakukan yang terbaik
Tindakan yang terbaik selalu dimulai dengan motivasi yang benar. Matius 6:33 berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Motivasi untuk kekekalan akan membuat kita mampu bertindak dalam perilaku kita menuju Rumah Kesempurnaan.

4. Hanya mengatakan hal-hal yang berguna dan membangun
Kolose 4:6 mengingatkan, “Hendaklah kata-katamu penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Perkataan adalah salah satu tolok ukur yang juga ikut menentukan apakah kita sedang bertumbuh untuk menjadi Rumah Kesempurnaan. Ucapkan syukur dan perkatakan Firman, karena itulah yang berguna dan membangun, maka itulah yang akan terjadi.

5.Menyelesaikan tanggung jawab dengan seluruh kemampuan
Matius 6:22-23 menggambarkan, “Mata adalah pelita tubuh, Jika matamu terang, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Menjaga pandangan hidup kita tetap benar sesuai dengan kehendak Tuhan merupakan permulaan dari suatu tanggung jawab. Kita harus tetap menjaga mata hati kita terang, yaitu dengan membiarkan air kehidupan itu mengalir dalam kehidupan kita, sehingga menciptakan perubahan yang dramatis pada diri kita sendiri dahulu (kemudian pada orang lain yang berhubungan dengan kita). Kita yang mengizinkan air kehidupan itu mengalir dan melakukan bagian kita dengan maksimal, akan mengalami bahwa kita menjadi mampu menyelesaikan tanggung jawab dengan tuntas.

Itulah pengalaman hidup saya sendiri, itulah prinsip-prinsip yang terus saya lakukan sampai hari ini. Banyak manfaat dan terobosan yang saya alami setelah menghidupinya. Bagaimana dengan Anda, maukah Anda mencobanya?

2019-10-17T15:47:13+07:00