/, Pre Marriage/Saat-saat Berdua

Saat-saat Berdua

Apa akibatnya jika orang tua tidak mengusahakan waktu pribadi dengan anak?
Anak akan berusaha mencari pribadi lain di luar rumah yang terlihat mau memberikan waktu dan perhatian kepada dirinya. Dalam era komunikasi digital ini, upaya seorang anak yang berusaha mencari pribadi yang mau peduli kepada dirinya akan lebih mudah dan cepat dilakukan. Dengan kata lain, anak-anak kita jauh lebih mudah disesatkan hari-hari ini oleh orang-orang yang berpura-pura menjadi pribadi yang peduli dan mengasihi. Mereka akan jadi sasaran empuk para penipu yang ahli merayu melalui berbagai media komunikasi yang ada di zaman modern ini.

Bagaimana cara melakukan waktu spesial dengan anak ?

  • Langkah Pertama: Sediakan waktu dan rencanakan
    Masalah ada atau tidak ada waktu sebenarnya hanya tergantung dari tingkat prioritas. Jika rencana kencan dengan anak diberikan prioritas utama tentu pasti akan ada waktu untuk melakukannya. Selain itu, dengan menempatkan rencana kencan dengan anak ini menjadi prioritas utama, tentunya kita akan merencanakan dengan baik dan dari jauh-jauh hari, bukan mendadak atau asal dilakukan.
    Waktu kencan dengan menginap adalah pilihan yang terbaik, tapi biasanya ini memang sulit untuk dilakukan lebih dari sekali dalam setahun. Rencana kencan yang mudah dilakukan secara berkala satu atau dua bulan sekali adalah pergi makan berdua. Pilihlah tempat makan yang memiliki suasana nyaman untuk berbincang-bincang dalam waktu yang cukup lama, santai dan tenang. Selain itu, tentunya jadikan anak, teman kencan Anda kali ini, sebagai prioritas. PIlihlah tempat yang menunya akan disukai dan baik bagi anak, bukan sekedar yang Anda sukai.
  • Langkah Kedua: Persiapkan topik percakapan
    Ada 5 hal yang ditulis oleh William & Candace Backus dalam bukunya “Menjadi Orang Tua yang Berwibawa” (terbitan IMMANUEL dalam bahasa Indonesia) sebagai poin-poin yang perlu diperhatikan oleh orang tua jika ingin membangun pembicaraan yang menyenangkan dengan anak.
    • 1. Miliki sikap hati yang menghormati pribadi anak
      Kata kunci untuk point pertama ini adalah “melayani”. Jika sebagai orang tua kita mau mengambil sikap melayani anak kita melalui acara kencan ini. Pilihan tempat dan menu makanan tidaklah berdasarkan selera kita sebagai orang tua, tapi selera anak kita yang hendak dilayani. Menyediakan telinga (hanya telinga bukan berikut mulut) dan waktu untuk mendengarkan cerita, keluhan bahkan kritikan anak kepada kita sebagai orang tua. Inilah yang dimaksud dengan memiliki sikap hati yang menghormati anak.
    • 2. Ubah penggunaan kata “kamu” dengan “aku” saat memberikan masukan pada anak
      Jika anak kita selalu mendengar kalimat-kalimat tuduhan “kamu, kamu dan kamu”, besar kemungkinan dia yakin bahwa dirinya adalah orang yang buruk dan mereka akan segera mengambil posisi membatasi/menutup diri di sepanjang kencan. Cobalah kita ganti dengan kata “aku”, seperti saat membahas mengenai kamar anak yang berantakan, misalnya kita gunakan kata-kata sebagai berikut, “Aku merasa tidak enak kalau kamarmu berantakan…” atau “Aku sedih kalau kamu berkata seperti itu dan aku ingin mendengar kamu berbicara dengan lebih sopan…”
    • 3. Hindari memberi label pada anak dengan kata “selalu” dan “tidak pernah”
      Penggunaan kedua kata ini bersifat labeling (memberi cap pada diri anak) an akan merusak suasana kencan yang dibuat, sebab kesan orang tua sebagai sahabat (teman curhat) yang ditimbulkan dengan suasana informal, spesial, ekslusif berubah 180 derajat menjadi hubungan yang kaku dan struktural. Kata-kata “kamu selalu….” dan “kamu tidak pernah…” memberi kesan kepada anak bahwa dirinya memang sudah tidak bisa berubah/ditolong dan tidak mungkin bisa melakukan yang lebih baik. Jauh lebih baik kalau dikatakan, misalnya, “Kadang-kadang aku merasa kamu lupa bahwa kamu perlu belajar…”
    • 4. Nyatakan ketidaksukaan terhadap perbuatannya, bukan terhadap pribadinya
      Kita harus menyatakan dengan jelas bahwa apa yang kita tidak suka adalah apa yang telah dilakukan atau tidak diselesaikan oleh anak, bukan pribadi anak itu sendiri. Misalnya, katakan, “Aku mengasihimu, tetapi aku tidak suka kalau kamu…”
    • 5. Menemukan dan membahas bersama kebenaran dalam setiap masalah sehari-hari
      Hal terpenting yang dilakukan dalam kencan adalah adanya kebenaran Firman Tuhan yang dapat ditemukan dan dibahas bersama dalam masalah sehari-hari. Untuk itu, bicarakan masalah itu dan carilah kebenaranNya selama kencan berlangsung. Ingat, momen ini bukan momen untuk “berkotbah” kepada anak atau menasehati panjang lebar, melainkan momen untuk menolong anak menemukan kebenaran itu sendiri sekaligus momen untuk kita sendiri terus berlatih sebagai orang tua. Belajarlah menggunakan kalimat tanya untuk memancing anak kita menemukan sendiri jawaban kebenaran dari masalah yang dibahas.

Acara kencan bersama anak adalah sebuah tanggung jawab orang tua yang perlu terus-menerus dilakukan dan dipelajari. Jika ini kita lakukan sebagai suatu kebiasaan, maka anak-anak kita akan merasa aman bercerita apapun kepada kita sebagai orang tuanya sekaligus sahabat mereka, sehingga kita akan memiliki kesempatan untuk senantiasa menolong dan mendampingi proses pertumbuhan karakter mereka sampai panggilan Tuhan digenapi dalam hidup mereka. Ingat, “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” (Mzm. 127:4)

2019-10-17T17:16:00+07:00