//Safeguarding Our Spiritual Passport (确保您的属灵护照安全)

Safeguarding Our Spiritual Passport (确保您的属灵护照安全)

Imagine you are having a vacation abroad and for some reason you’ve lost your passport. What a nightmare! Such troublesome situation would require us to go through a rigorous set of procedures in order to get our passport back. Furthermore, for a little (or long!) while we would not possess proof of identity or citizenship.

想象一下,您正在国外度假,由于某种原因您的护照丢失了。 真是一场噩梦,对吧? 像这样的困难情况肯定意味着我们必须经过一系列严格的官方正规程序才能获得新护照。 此外,有一段时间内(甚至很长一段时间!)我们没有公民身份或国际的证明。

Bayangkan Anda sedang berlibur ke luar negeri dan karena suatu penyebab paspor Anda hilang. Benar-benar mimpi buruk, ‘kan?! Situasi sulit seperti itu pasti membuat kita harus mengurus serangkaian prosedur resmi yang ketat untuk mendapat paspor yang baru. Selain itu, untuk sementara (atau bahkan waktu yang lama!) kita jadi tidak punya bukti identitas atau kewarganegaraan.

 

 

 

Now, imagine if it happens to our “spiritual passport”, i.e. our identity in Christ. Even a worse nightmare! Losing a passport, whether in the physical world or the spiritual realm, leads to a sense of identity loss, and not one of us would want a taste of that. Paul reminded the congregation in Ephesus that our identity as chosen children of God is a gift, and we need to guard it with utmost importance. Losing this identity can result in confusion, insecurity, and a drifting away from our true purpose.

现在想象一下,如果这发生在我们的“属灵护照”上,即我们在基督里的身份证。 这是一场更加混乱的噩梦! 失去护照,无论是身体上的还是属灵上的,都会导致我们失去身份,当然我们也没有人愿意尝试经历这种情况。 保罗提醒以弗所教会,我们作为神选民的身份是一份礼物,我们需要非常认真地守护它。 失去属灵认同会导致混乱、不安全感和偏离我们真正的目的。

Sekarang bayangkan jika hal ini terjadi pada “paspor rohani” kita, yaitu identitas kita di dalam Kristus. Ini mimpi buruk yang lebih kacau lagi! Kehilangan paspor, baik paspor fisik maupun rohani, menyebabkan hilangnya identitas kita, dan pasti tidak seorang pun di antara kita yang ingin mencoba mengalaminya. Paulus mengingatkan jemaat di Efesus bahwa identitas kita sebagai anak-anak pilihan Tuhan adalah sebuah anugerah dan kita perlu menjaganya dengan sangat serius. Kehilangan identitas rohani dapat mengakibatkan kebingungan, rasa tidak aman, dan penyimpangan dari tujuan kita yang sebenarnya.

 

 

 

You may ask why we drift away from our purpose when we lose our spiritual identity… Well, one cannot travel without one’s proof of identity. Just as losing a passport can hinders our from doing international travel to our planned destination, losing our spiritual identity can hinders our from reaching the goal within the Body of Christ. With the Bible emphasis in unity within the Body, a loss of our spiritual identity can disrupt the harmony among believers because we would not be able to function in our roles, which may result in disconnection and conflicts within the Christian community.

您可能会问,当我们失去属灵身份时,为什么我们会偏离我们的目标……没错,因为人们在没有身份证明的情况下无法旅行。 正如丢失护照会阻止我们前往计划好的目的地一样,失去我们的属灵身份也会阻止我们在基督的身体中实现我们的目标。 圣经非常重视基督身体内的合一,因为失去我们的属灵身份可能会破坏信徒之间的和谐,使我们无法履行我们应有的角色。 这可能会导致基督教社区内部的分裂和冲突。

Anda mungkin bertanya mengapa kita jadi menyimpang dari tujuan kita ketika kehilangan identitas rohani kita… Itu benar, karena orang tidak bisa melakukan perjalanan tanpa bukti identitasnya. Sama seperti kehilangan paspor membuat kita tidak bisa melakukan perjalanan ke negara tujuan yang kita rencanakan, demikian pula kehilangan identitas rohani dapat membuat kita tidak bisa melangkah mencapai tujuan kita dalam Tubuh Kristus. Alkitab sangat serius menekankan kesatuan di dalam Tubuh Kristus, karena hilangnya identitas rohani kita dapat mengganggu keharmonisan di antara orang-orang percaya dengan menjadikan kita tidak mampu menjalankan peran kita yang seharusnya. Ini dapat mengakibatkan perpecahan dan konflik dalam komunitas Kristen.

 

 

A traveler without a passport will face many risks in a foreign country. That is exactly what will happen if our identity in Christ is lost or compromised. We will become vulnerable towards spiritual attacks. No matter how good our prior knowledge or even training is, without our spiritual passport we lack the most important protection to withstand the enemy’s schemes.

没有护照旅行的人在途经的国家会面临许多危险的风险。 如果我们在基督里的身份丢失或受损, 我们将变得容易受到危险的属灵攻击。 无论我们以前拥有多少知识,甚至受到有多少的训练,如果没有属灵身份,我们就缺乏拥有对敌人的最重要保护。

Orang yang melakukan perjalanan tanpa paspor akan menghadapi banyak risiko bahaya di negara-negara yang dilewatinya. Hal itulah yang akan terjadi jika identitas kita di dalam Kristus hilang atau rusak. Kita akan menjadi mudah terkena serangan-serangan rohani yang berbahaya. Tidak peduli seberapa banyak pengetahuan atau bahkan pelatihan yang kita pernah miliki sebelumnya, tanpa identitas rohani, kita tidak memiliki perlindungan yang paling penting untuk melawan musuh.

 

 

 

Without firstly understanding and holding on to our identity in Christ, our journey and growth to reach the end goal of Christ’s fullness will be too big of a challenge, if not impossible. Becoming the new creation will seem too vague, and we will get even more confused with our personal identity due to the uncertainty; just like how the world today is really confused with the term “identity”.

如果我们不首先理解并紧紧抓住我们在基督里的身份,那么我们达到基督丰盛的最终目标的旅程和成长将是一个巨大的挑战,甚至是不可能的。 成为新造的人的目的将变得不明确,我们将因不确定性而对自己的个人身份越来越困惑; 就像当今世界对“身份”非常困惑一样。

Perjalanan dan pertumbuhan kita untuk mencapai tujuan akhir kepenuhan Kristus akan menjadi tantangan yang terlalu besar, bahkan mustahil, kalau kita tidak lebih dahulu mengerti dan berpegang erat pada identitas kita di dalam Kristus. Tujuan menjadi ciptaan baru akan menjadi tidak jelas dan kita akan semakin bingung dengan identitas pribadi kita karena ketidakpastian; seperti halnya dunia saat ini yang sangat bingung dengan “identitas”.

 

Today, let us each be reminded that our identity in Christ is not just a concept or a tagline; it’s a lifeline to spiritual growth, protection, and purpose. Hence, safeguarding this spiritual passport is of utmost importance. Through prayer, reflection on God’s Word, and constant remembrance of who we are in Christ, we can ensure that our identity remains intact and that we continue to grow in the fullness of Christ, unshaken by the challenges and trials that may come our way.

今天,让我们记住,我们在基督里的身份不仅仅是一个概念或口号;它是成长、保护和属灵目标的生命线。 因此,保管好你的属灵护照非常重要。 通过祈祷、默想上帝的话语,并不断记住我们在基督里的身份,我们可以确保我们的属灵身份保持安全,并在基督的丰盛中继续成长,不被我们可能遇到的挑战和考验所吓倒。

Hari ini, marilah kita ingat kembali bahwa identitas kita di dalam Kristus bukanlah sekadar sebuah konsep atau slogan; ini adalah jalur kehidupan menuju pertumbuhan, perlindungan, dan tujuan rohani. Oleh karena itu, menjaga paspor rohani tetap aman sangatlah penting. Melalui doa, merenungkan Firman Tuhan, dan terus mengingat siapa kita di dalam Kristus, kita dapat memastikan bahwa identitas rohani kita tetap aman dan kita terus bertumbuh dalam kepenuhan Kristus, tanpa tergoyahkan oleh tantangan dan cobaan yang mungkin menghadang kita.

 

 

 

We are merely “foreigners” in this world, just like what Peter said in 1 Peter 2:11. Make sure that we bring our “spiritual passport” anywhere we go, keeping it safe so that the world clearly sees our identity as Christ’s disciples.

正如彼得在彼得前书 2:11 中所说,我们在这个世界上只是“陌生人”。 确保我们无论走到哪里都带着我们的“属灵护照”,时刻保管好这本“护照”,让世人清楚地看到我们作为基督门徒的身份。

Kita hanyalah “orang asing” di dunia ini, seperti yang dikatakan Petrus dalam 1 Petrus 2:11. Pastikan kita membawa “paspor rohani” ke mana pun kita pergi, jaga “paspor” itu tetap aman selalu, agar dunia melihat dengan jelas jati diri kita sebagai murid Kristus.

 

 

God bless you.

上帝保佑。

Tuhan memberkati.

2023-10-30T13:35:30+07:00