//Sampai Aku Dewasa Penuh

Sampai Aku Dewasa Penuh

Awal tahun biasanya identik dengan perubahan dan permulaan yang baru. Biasanya, banyak orang suka mengusahakannya dengan penuh semangat melalui resolusi tahun baru. Memang, penting untuk memiliki target dan rencana dalam jangka waktu tertentu supaya hidup kita memiliki arah yang jelas, dan pada kenyataannya banyak orang muda yang kehilangan arah dan tidak memiliki dasar yang benar sehingga menjadi salah memutuskan dan salah memilih. Namun, yang terpenting adalah hidup kita harus didasari oleh kebenaran Firman Tuhan. Dengan kita hidup berpusat dengan Kristus, kita menjadi anak muda yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh tipu muslihat dunia ini (Ef. 4:13-14). Tujuan kita menjadi jelas, rencana kita menjadi mantap, karena segala godaan atau kenikmatan yang dunia tawarkan bukan menjadi prioritas sama sekali dibandingkan dengan Kristus.

Tahun ini, apa saja target dan rencanamu? Aku sendiri sedang merenungkan tentang perubahanku menjadi dewasa secara rohani, sampai nanti aku mencapai kedewasaan penuh dalam keserupaan dengan Kristus. Aku tahu, ini berarti aku perlu membangun dan dibangun dalam komunitas Tubuh Kristus, mengutus dan diutus bersama saudara-saudari seiman, dan melangkah menerobos kegelapan dengan terang Kristus.

 

Saling Membangun dalam Tubuh Kristus

Membangun Tubuh Kristus bukan hanya tugas para pemimpin gereja atau penatua, melainkan semua kita punya bagian. Ini urusan saling. We are the chosen ones, karena tanpa terkecuali Tuhan sudah memilih dan memanggil kita yang percaya kepada-Nya untuk berkontribusi dalam membangun Tubuh Kristus. Otomatis, ini berarti juga kita masing-masing pasti dibangun dalam kehidupan dalam Tubuh Kristus. Setiap anggota memiliki peran yang unik dalam memperkuat dan membangun Tubuh-Nya. Roma 12:5-8 mengajar kita bahwa setiap orang diberikan karunia yang berbeda untuk melayani satu sama lain, sehingga Tubuh Kristus dapat tumbuh sebagai satu kesatuan.

Sebenarnya, Tuhan selalu menyediakan segala yang terbaik untuk kita, termasuk memperlengkapi kita dengan karunia sehingga kita bisa saling membangun secara unik. Kita masing-masing memiliki karunia-karunia yang khusus, dan semuanya penting. Menurutku, kita perlu punya respons seperti anak yang taat dan percaya kepada orang tuanya. Ketika Tuhan sudah memberikan yang terbaik, kita juga perlu melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Karunia yang sudah Tuhan berikan dengan cuma-cuma, kita perlu asah dan kembangkan supaya berkembang dan menghasilkan buah. Kalau kita rajin saling membangun dalam Tubuh Kristus dengan karunia kita, sambil terus mengikuti arahan Sang Kepala, pasti kita semua akan tumbuh bersama hingga makin dewasa rohani.

 

Mengutus dan Diutus

Panggilan untuk mengutus dan diutus sangat jelas dalam Firman Tuhan. Matius 28:19-20 mencatat pesan Yesus kepada para murid-Nya untuk pergi dan menghasilkan murid dari segala bangsa. Kisah Para Rasul 1:8 juga mengingatkan kita akan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk melakukan amanat ini sebagai saksi-Nya di seluruh dunia. Jelas, Tuhan ingin memakai kita, generasi muda untuk menjangkau dunia. Pertanyaannya, apakah kita sudah merespons panggilan ini dengan sukacita dan semangat?

Tuhan memanggil kita untuk mengutus dan diutus, bukan hanya untuk berdiam diri dalam kenyamanan fasilitas dan dan suasana gereja. Kita justru perlu membawa kebenaran injil ke tempat-tempat yang mungkin belum terjangkau oleh Kabar Baik. Masih banyak anak-anak muda lainnya yang belum pernah mendengar tentang kebaikan dan kasih Allah. Sambil mengawali tahun ini, maukah kita mengambil bagian menjadi wakil Kristus di tempat-tempat yang belum mengenal kebenaran?

 

Menerobos Kegelapan dan Menjadi Terang

Memang menerobos kegelapan di dunia yang penuh dengan kegelapan ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi kita semua Tuhan dipanggil untuk menjadi garam dan terang di tengah-tengah lingkungan kita saat ini (Mat. 5:13-16). Ini berarti di mana pun kamu ditempatkan, kamu (dan aku) ditentukan untuk menjadi agen perubahan. Di sekolah, kampus, atau tempat kerja, kita harus siap mengubah gelap menjadi terang. Kita sendiri sudah memulai langkah berpindah keluar dari kegelapan dan hidup dalam terang-Nya, maka sekarang kita perlu membawa dunia sekitar kita melewati perpindahan yang sama.

Di tengah-tengah dunia yang tidak mengenal kasih yang tidak bersyarat, kita orang-orang muda harus mempersiapkan diri untuk menerobos berbagai tantangan dan godaan yang mungkin menghalangi mereka untuk mengenal kasih itu. Bagaimana caranya agar kita siap? Bekali diri senantiasa dengan Firman Tuhan, doa, dan komunitas rohani yang saling mendukung. Hanya dengan teguh berdiri di atas dasar-dasar iman inilah, kita dapat menerobos kegelapan dengan keberanian demi membawa terang kebenaran.

 

 

Tahun ini, yuk jaga fokus kita pada membangun, mengutus, dan menerobos, karena prosesnya akan membawa kita mengalami percepatan rohani sampai mencapai kedewasaan penuh di dalam Tuhan. Ingat, kita sudah dipanggil untuk suatu rencana yang besar dan masing-masing memiliki peran yang penting sebagai anggota Tubuh Kristus. Belajarlah memahami dan merespons panggilan Tuhan secara aktif, agar kita dapat menjadi agen perubahan yang membawa damai sejahtera, harapan, dan terang Kristus di mana pun kita berada. Sampai kita dewasa penuh dan serupa dengan Dia.

2023-12-21T14:00:43+07:00