///Sampai Mencapai Kepenuhan Kristus

Sampai Mencapai Kepenuhan Kristus

Pada bulan lalu, kita membahas sasaran akhir dari pembangunan tubuh Kristus, yaitu menjadi Gereja kepenuhan Kristus. Pada bulan ini, kita akan membahas dengan lebih menyeluruh proses yang perlu dilalui sampai kita mencapai kepenuhan Kristus itu. Untuk itu, kita akan mengupas dan mempelajari pokok-pokok penting dari surat Efesus pasal 1-6, khususnya tentang bagaimana kita berproses sampai mencapai kepenuhan Kristus tersebut. Tulisan ini bukanlah eksposisi teologis yang lengkap atas surat Efesus, tetapi pembelajaran yang lebih berfokus pada mengungkapkan pokok-pokok penting tersebut, yang akan kita lakukan secara berurutan mulai dari pasal 1 hingga pasal 6.

 

Visi tentang Jemaat Kepenuhan Kristus

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” – Efesus 1:22-23, TB

Di bagian terakhir pasal 1, Paulus menulis bahwa sasaran akhir pembangunan tubuh Kristus adalah menjadi jemaat kepenuhan Kristus. Artinya, kita menjadi jemaat yang semua anggotanya pulih, bertumbuh sehat, dan berfungsi, sehingga secara bersama-sama (korporat) dapat mengekspresikan Kristus sepenuhnya. Jika kondisi yang menjadi visi ini, Kristus memiliki Tubuh yang efektif, yang melaluinya Dia dapat melakukan apa saja yang ingin Dia lakukan dalam menggenapi rencana-Nya di dunia ini. Inilah visi kepenuhan Kristus yang disebut-sebut dalam surat Efesus.

 

Pembentukan Tubuh Kristus sebagai Tempat Kediamannya

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.Efesus 2:13-22, TB

 

Dalam pasal 2 suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus membahas bahwa untuk mencapai kepenuhan Kristus itu, Tuhan harus terlebih dahulu menghidupkan kita yang mati rohani agar kita dipersatukan menjadi Tubuh Kristus (Ef. 2:11-18), keluarga Bapa (Ef. 2:18-19), dan bait Roh Kudus (Ef. 2:20-22). Ini berarti secara bersama-sama kita dibentuk menjadi tempat kediaman Allah yang suatu saat akan bertumbuh mencapai kepenuhan-Nya.

 

Dipenuhi Roh Kudus secara Pribadi dan Korporat

Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.” – Efesus 3:16-21, TB

 

Dalam doa-doa Paulus dalam pasal 3 ini, kita dapat melihat bahwa ternyata proses mencapai kepenuhan Kristus dimulai dari pembangunan manusia batiniah kita. Manusia batiniah adalah unsur-unsur bagian dalam dari diri kita yang tidak terlihat oleh mata jasmani kita, yaitu yang terdiri dari roh, pikiran, emosi, kehendak, hati nurani, bahkan memori-memori bawah sadar kita. Walaupun pasal 2 telah membahas gambaran Tubuh Kristus, keluarga Bapa, dan bait Roh Kudus itu sebagaimana yang dirancang oleh Allah, dalam kenyataannya, karena pengaruh dosa, Tubuh Kristus masih belum pulih sepenuhnya menjadi kondisi seperti rancangan Allah itu. Karena itulah, untuk mencapai kepenuhan Kristus, manusia batiniah kita harus terlebih dahulu dibangun dan diteguhkan oleh Roh Kudus. Secara praktis, ini berarti kita harus selalu menyerahkan manusia batiniah kita dipenuhi dan dikendalikan oleh Roh Kudus, sehingga secara korporat kita dibangun bersama-sama untuk mencapai kepenuhan Allah.

 

 

Terus-menerus Dibangun dan Diperlengkapi

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” – Efesus 4:11-16, TB

 

Tubuh Kristus tidak mungkin mencapai kepenuhan Kristus tanpa dibangun dengan lima pelayanan jawatan dari Dia, yaitu pelayanan apostolik, profetik, penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran. Almarhum Ray C. Stedman, pendeta dan penulis Kristen injili yang terkemuka dari Amerika Serikat, menjelaskan bahwa kelima pelayanan jawatan ini adalah seperti empat sistem yang harus ada di dalam tubuh manusia untuk membuat tubuh manusia menjadi sehat:

  1. Sistem tulang dan otot, yaitu sistem yang menopang dan menggerakkan tubuh. Inilah pelayanan apostolik. Pelayanan apostolik menyediakan bagi Tubuh Kristus fondasi para nabi dan rasul dengan Yesus Kristus menjadi Batu Penjurunya, sehingga seluruh Tubuh dapat dibangun menjadi tempat kediaman Allah di dalam Roh.
  2. Sistem saraf, yaitu sistem yang membuat setiap anggota tubuh dapat berhubungan dengan otak di kepala dan memanifestasikan perintah otak. Inilah pelayanan profetik. Pelayanan profetik menolong setiap anggota tubuh (secara umum maupun khusus) dapat berhubungan dengan Kristus Sang Kepala, dan memampukan anggota-anggota Tubuh Kristus memanifestasikan kehendak Kristus lewat praktik karunia-karunia yang saling membangun dalam Tubuh itu.
  3. Sistem pencernaan, yaitu sistem yang menyerap dan mencerna nutrisi bagi tubuh, sehingga semua sel tubuh menjadi sehat dan berlipat ganda. Inilah pelayanan penginjilan. Pelayanan penginjilan menggunakan nutrisi rohani yang masuk diterima Tubuh Kristus untuk membuat setiap anggota (secara umum maupun khusus) mampu dan bergerak memenangkan jiwa, sehingga Tubuh Kristus bertambah jumlah anggotanya.
  4. Sistem sirkulasi, yaitu sistem yang mengedarkan unsur-unsur berguna (darah, oksigen, energi) di seluruh tubuh sekaligus membuang racun-racun dari dalam tubuh. Inilah pelayanan pengajaran dan penggembalaan. Kedua pelayanan ini membuat setiap anggota Tubuh Kristus (secara umum maupun khusus) dapat saling menyalurkan unsur-unsur rohani yang baik dan saling menolong untuk mengeluarkan racun-racun rohani dari dalam kehidupan Tubuh itu.

 

Kelima pelayanan ini dapat dan perlu dilakukan oleh semua anggota Tubuh Kristus secara umum, tetapi ada orang-orang tertentu yang secara khusus lebih menonjol dan dikenal dalam pengurapannya sehingga menerima kapasitas jawatan untuk memperlengkapi (menolong supaya sehat dan berfungsi dengan baik) anggota-anggota lain dalam Tubuh Kristus, agar semua orang kudus baik secara umum (semua anggota) dan khusus (jawatan) dapat melakukan kelima pelayanan tersebut. Bila hal ini terjadi, Tubuh Kristus akan sehat sehingga bertumbuh hingga mencapai kepenuhan-Nya.

 

Kehidupan Manusia Baru yang Selalu Diperbaharui 

Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” – Efesus 4:21-32, TB

 

Dalam Efesus pasal 4-5, Paulus membahas cara-cara praktis kita harus hidup sebagai manusia baru. Manusia baru adalah kumpulan orang-orang yang hidup sebagai ciptaan baru, yang telah tertanam dalam Tubuh Kristus. Manusia baru adalah kesatuan bersama itu, Kristus korporat, yang anggota-anggotanya memiliki cara hidup yang berbeda dari kehidupan lamanya masing-masing. Nah, dalam pasal 4-5 ini kita dapat menemukan praktik kehidupan yang baru dalam Kristus korporat:

  1. Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (Ef. 4:17-32)
  2. Hidup dalam kasih dan terang (Ef. 5:1-14)
  3. Dipenuhi Roh Kudus secara pribadi maupun korporat (Ef. 5:15-20)
  4. Dipimpin Roh Kudus sebagai suami-istri dan keluarga (Ef. 5:22-6:9).

 

 

Jemaat/Ekklesia yang Mengalahkan Kerajaan Kegelapan

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.” – Efesus 6:10-20, TB

 

Pasal ini menegaskan bahwa kita bersama-sama adalah manusia baru yang bertumbuh terus-menerus menjadi makin serupa Kristus, dan jika proses pertumbuhan itu terjadi, kita pasti dapat mengalahkan kuasa kerajaan gelap. Inilah gambaran Gereja (Ekklesia) yang dibangun oleh Kristus yang bergerak menuju visi kepenuhan Kristus, yaitu Jemaat yang kerajaan maut (kerajaan kegelapan) tidak dapat mengalahkannya (Mat. 16:19-20).

2023-10-30T14:02:57+07:00