//Satu-satunya penuntun & pegangan hidup orang Kristus

Satu-satunya penuntun & pegangan hidup orang Kristus

Meskipun diwarnai dengan berbagai berita menyeramkan, akhir zaman adalah fakta yang nyata, yang harus dihadapi oleh semua orang. Orang fasik pada akhirnya akan binasa, sedangkan orang Kristen pun berisiko tumbang: mundur dalam iman bahkan murtad, tersesat ke dalam berbagai ajaran palsu, mati dalam kondisi tawar hati atau digerogoti kepahitan hidup, jatuh terjerat dosa berkepanjangan, kasih menjadi dingin/apatis, dsb. Bagi orang muda Kristen, tantangannya pun sungguh-sungguh nyata: gereja dan komunitas seiman yang terkesan ketinggalan zaman, figur otoritas Kristen yang tidak pantas menjadi teladan, tuntutan hidup yang semakin berisiko mengorbankan integritas, dosa imoralitas yang menjadi semakin marak dan dianggap wajar, dsb.

Semua ini terlihat sangat bertolak belakang dengan rencana Allah bagi orang Kristen yang berupa happy ending: kemenangan final atas kejahatan dan kesatuan kekal dengan Dia. Dengan segala perkembangan di akhir zaman, happy ending ini semakin terasa mustahil karena hanya bisa terjadi kalau nantinya kita didapati setia, berkenan, dan layak oleh Allah saat kedatangan-Nya kembali ke bumi nanti.

Lalu, bagaimana kita sebagai orang Kristen melewati akhir zaman yang luar biasa berat tanpa tumbang di tengah jalan, dan bagaimana supaya kita tiba pada happy ending yang Allah rencanakan?

Dâbâr.
Dâbâr-YHWH (baca: dabar-Yahweh): kuasa aktif yang keluar dari mulut Allah sesuai dengan kehendak/maksud dan rancangan kekal-Nya, yang pasti dan yang akan bergerak efektif terus-menerus tanpa pernah berhenti, sampai kehendak, maksud, dan rancangan itu terjadi dengan tuntas (definisi asli dalam bahasa Ibrani, yang disimpulkan dan dijelaskan dalam buku The Prophets karya Klaus Koch).
Dabar (selanjutnya disebut dengan ejaan yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia, untuk memudahkan pengucapan) bukanlah sekadar ayat Alkitab yang kita hafalkan, atau Firman Tuhan yang kita baca saat bersaat teduh atau didengar dari khotbah ibadah, atau harapan yang kita angan-angankan karena mendengar pengalaman mukjizat yang dialami orang lain, apalagi mantra yang diucapkan keras-keras seperti rumus ajaib saat kita tertimpa masalah/penyakit/penderitaan. Dabar berhembus dari mulut Tuhan sendiri dan bekerja menggerakkan setiap unsur yang dipengaruhi sampai maksud Tuhan tergenapi. Sejak terhembus, dabar sudah merupakan suatu kenyataan. Dabar inilah Firman: yang saat penciptaan menjadikan langit dan bumi, manusia dan seluruh makhluk hidup; yang turun dan menjelma jadi manusia dalam wujud bayi di rahim Maria serta manusia Yesus yang hidup, melayani, dan mati disalib sebagai korban tebusan di bumi; yang mengutus semua orang percaya untuk memberitakan Injil dan memuridkan segala bangsa dalam wujud Amanat Agung. Dabar inilah yang diberitakan para nabi Tuhan di sepanjang zaman, dan kita tahu ujungnya menunjukkan penggenapan kehendak Tuhan yang mereka sampaikan itu. Dabar adalah tuntunan dan pegangan yang pasti, karena itulah kehendak, maksud, dan rancangan Tuhan sendiri.

Memang baik membaca, mendengar, menghafalkan, mengharapkan, dan memperkatakan Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Namun, jangan puas dan berhenti sampai di situ saja. Mulai sekarang sampai seterusnya, temukan dabar bagi hidup kita masing-masing. Bergumul dan berjuanglah merenungkan, mempelajari, dan menggali Firman Tuhan sampai kita menemukan berkat berupa dabar itu (seperti Yakub yang tidak mau berhenti bergumul dengan Tuhan di Sungai Yordan sampai Tuhan memberkati dia – Kej. 32:22-32). Apa artinya? Dalam setiap situasi dan segala hal, temukan bagian mana dari Firman Tuhan yang Dia rancangkan dan maksudkan bagi kita, misalnya: berdiam diri dan bertenang supaya bisa berdoa, atau maju berperang dalam pimpinan-Nya; latihan tetap bersyukur dalam penderitaan, atau bertobat dari kebiasaan dosa dan mengalami pemulihan; menegur dan mendidik orang tertentu atas kesalahannya, atau mengizinkan Tuhan mendidik dia dengan cara dan proses-Nya; bermurah hati menolong saudara seiman yang sedang kesulitan keuangan, atau bijak mengontrol dan memperbaiki kondisi keuangan kita sendiri; dan setiap situasi lainnya. Firman Tuhan bukanlah sekadar ayat-ayat indah yang kita “comot” dan kita “cocokkan” menurut pemikiran dan keinginan hati kita. Firman Tuhan seharusnya adalah terang yang jelas, yang menjadi pelita bagi setiap langkah kita. Inilah dabar. Ikuti tuntunan yang spesifik dari dabar, karena itulah satu-satunya yang pasti membawa kita pada happy ending yang Tuhan telah rencanakan bagi kita dalam kekekalan.

 

2019-10-17T10:08:41+07:00