///Sekali Lagi, Kita Membahas Dosa 

Sekali Lagi, Kita Membahas Dosa 

Merasa berdosa atau menilai orang lain berdosa ialah pengalaman yang tentu kita masing-masing kerap alami. Memang, dosa merupakan perkara sehari-hari yang tak luput dari kehidupan kita semua. Meski kita pasti ingin tidak berdosa lagi, ingin “kebal” dari potensi berdosa, seumur hidup setiap manusia pasti masih berdosa. Apa solusinya? Mari memahami cara pandang Firman Tuhan terhadap dosa, dan menemukan jalan keluarnya menurut Tuhan.

 

Definisi kata “dosa” secara umum adalah perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama (KBBI). Dalam pemahaman Kristen, dosa adalah kemelesetan hidup (“hamartia“), yaitu penyimpangan dari kebenaran, yang bisa menjadi penghambat pelakunya mendapat pertolongan Tuhan. Bagi kita orang Kristen, dosa adalah dosa, tanpa ada ukuran besar atau kecil; setiap dosa sama bobotnya. Dosa dimulai dari ketidaktaatan, yang lahir dari kesombongan dan iri hati. Dosa akan tidak terasa lagi sebagai dosa jika pelakunya sudah terbiasa berdosa. Syukurlah, proses dosa bisa dihentikan dengan pertobatan. Dosa akan menjadi lumpuh dengan pengakuan penyesalan.

 

Dosa melumpuhkan iman, meracuni kasih, memupuskan pengharapan dan menghancurkan masa depan. Dosa bisa menyesatkan kita dari jalan Tuhan dan membuat kita ragu dengan janji-janji Tuhan. Dosa mengecoh kita dengan asumsi. Dosa membenci kekudusan. Kekuatan dosa ini sering kali membelenggu kehidupan orang Kristen, padahal dosa sudah hilang sengat mautnya. Dosa sudah dibasuh oleh darah Kristus, hidup kita sudah ditebus dari kuasa dosa, bahkan Yesus telah melakukan karya agung-Nya itu ketika kita masih berdosa. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa,” (Roma 5:8).

 

Kita semua yang percaya dan menerima karya agung Kristus itu sudah dipindahkan dari  maut akibat dosa ke dalam hidup oleh iman. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup,” (Yoh. 5:24).

 

Apa kata Firman Tuhan tentang dosa?

 

  1. Semua manusia telah berbuat dosa

 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 3:23)

Kebenaran ini mengajarkan kepada kita bahwa semua orang telah berbuat dosa. Kalau ada orang yang berkata, “Saya tidak berbuat dosa,” hal itu berarti Firman Tuhan tidak dipahaminya dengan benar dan dengan ucapannya itu dia “menjadikan” Tuhan pembohong.

 

  1. Upah dosa adalah maut

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)

Dosa mengakibatkan orang keluar dari hidup yang sesuai rancangan dan maksud Tuhan, lalu memindahkan orang itu ke dalam posisi harus dihukum oleh keadlian Allah. Hukuman dosa adalah maut, dan hanya anugerah Tuhan melalui karya penebusan Kristuslah yang sanggup mengembalikan manusia ke dalam kehidupan.

 

  1. Dosa menghambat pertolongan Tuhan

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Dia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”  (Yes. 59:1-2)

Jika kita tidak kunjung mendapat pertolongan Tuhan pada hal-hal yang kita doakan, memeriksa diri dengan dipimpin oleh terang Firman-Nya merupakan cara yang tepat untuk memahami penyebabnya. Sering kali, menyimpan dosa membuat kita kehilangan hubungan intim dengan Tuhan, sehingga kita gagal menerima pertolongan-Nya.

 

  1. Tuhan berkuasa mengampuni dosa

“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Dia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mik. 7:18-19)

“Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – berkatalah Dia kepada orang lumpuh itu- (Mrk. 2:10)

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh.1:9)

“Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yes. 1:18)

 

Karena tidak ada orang yang sempurna, kita harus merendahkan diri untuk mengakui dosa kita. Jangan pernah menunda-nunda untuk bertobat! Kasih sempurna Bapa mencari kita yang kalah dalam dosa untuk kembali; tangan-Nya selalu terbuka untuk kita.

Dengan memahami cara pandang Tuhan terhadap dosa, bagaimana kita sendiri dapat menang dari dosa?

 

Hidup lama kita sudah berlalu; hari ini kita sudah berada di jalan yang baru, di jalan keselamatan. Jangan lagi kita rela diintimidasi karena dosa. Kita sudah diampuni, sudah ditebus, maka kita mampu menjadi manusia baru, yaitu manusia Kristus. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” (2 Kor. 5:17)

Hidup yang makin berkemenangan atas dosa adalah hidup yang selalu terhubung dengan penebusan Kristus. Ingatlah selalu pengorbanan Kristus di kayu salib, agar kita masing-masing tidak menjadi lemah dan putus asa di dalam dosa, “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa,” (Ibr.12:3).

Tuhan memberkati kita semua dalam proses kemenangan demi kemenangan atas dosa.

2022-06-28T09:33:47+07:00